BBM Tidak Naik per 1 April 2026, Bahlil Lahadalia: Kalau Naik, Harganya Tidak Terlalu Jauh
Christoper Desmawangga April 01, 2026 12:07 AM

TRIBUNKALTIM.CO - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Bahlil Lahadalia, memastikan tidak akan ada kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada 1 April 2026.

Bahlil menegaskan tidak ada kenaikan harga BBM, sesuai dengan keputusan dan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Tidak adanya kenaikan harga BBM per 1 April 2026, tidak hanya berlaku untuk BBM subsidi, namun juga berlaku untuk non-subsidi.

Baca juga: Kisah Pengecer BBM Samarinda, Bertahan di Tengah Antrean dan Isu Kenaikan Harga

Sebelum pengumuman tersebut diungkap ke publik, terdapat kekhawatiran di kalangan masyarakat terkait kabar kenaikan harga BBM, imbas kenaikan harga minya dunia.

Kepastian ini diharapkan dapat meredam kecemasan publik sekaligus menjaga stabilitas konsumsi energi di dalam negeri, terutama menjelang periode mobilitas masyarakat yang masih tinggi.

“Kami menyampaikan bahwa pemerintah atas arahan Bapak Presiden dan hasil rapat, penyesuaian harga untuk BBM subsidi tidak ada penyesuaian naik ataupun turun. Artinya flat, masih pakai harga sekarang,” ujar Bahlil dalam konferensi pers secara daring dari Seoul, Korea Selatan, Selasa (31/3/2026).

Ia menjelaskan, kebijakan harga tetap ini tidak hanya berlaku untuk BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar, tetapi juga untuk BBM non-subsidi, termasuk yang dipasarkan oleh badan usaha swasta.

Menurut Bahlil, hingga saat ini pemerintah bersama PT Pertamina dan pengelola SPBU swasta masih melakukan pembahasan terkait formula harga yang tepat di tengah dinamika harga minyak global yang cenderung fluktuatif.

Oleh karena itu, keputusan mengenai kemungkinan penyesuaian harga BBM non-subsidi masih menunggu hasil kajian lebih lanjut.

“Untuk BBM non-subsidi, sampai dengan hari ini kami dengan tim Pertamina maupun dengan SPBU-SPBU swasta lainnya sedang melakukan pembahasan sampai waktu selesai. Jadi artinya belum juga ada penyesuaian harga, masih tetap sama,” jelasnya.

Ia menambahkan, pembahasan tersebut akan dilanjutkan secara lebih intensif setelah pemerintah kembali ke Jakarta, mengingat saat ini sejumlah menteri, termasuk Presiden RI, tengah melakukan kunjungan bilateral ke Korea Selatan.

Baca juga: Panic Buying BBM di Balikpapan, Antrean SPBU Gunung Guntur Memanjang

“Menyangkut dengan penyesuaian harga untuk BBM non-subsidi, akan kami kembali ke Jakarta, baru kami akan melakukan pembahasan dengan melihat dinamika yang ada,” katanya.

Meski membuka peluang adanya penyesuaian di masa mendatang, Bahlil memastikan pemerintah akan berupaya agar perubahan harga jika terjadi, tidak memberatkan masyarakat.

“Inshaallah kalau memang ada penyesuaian, kami upayakan tidak terlalu jauh dari harga yang berlaku saat ini,” ujarnya.

Sementara itu, PT Pertamina Patra Niaga memastikan akan mengikuti sepenuhnya kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah terkait harga BBM.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun, menyatakan pihaknya siap menjalankan arahan tersebut sekaligus menjaga ketersediaan energi di seluruh wilayah.

“Dengan apa yang sudah disampaikan oleh pemerintah, ini juga tentunya menjadi arahan bagi kami untuk mengikuti keputusan tersebut,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak panik atau melakukan pembelian berlebihan (panic buying), karena hal tersebut justru berpotensi mengganggu distribusi dan menyebabkan antrean panjang di SPBU.

Menurut Roberth, masyarakat diharapkan tetap tenang dan bijak dalam menggunakan energi, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

“Kami mengimbau masyarakat tidak perlu lagi cemas atau panic buying. Harapannya, masyarakat bisa bersama-sama menjaga kondusivitas dengan menggunakan energi secara bijak,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan penimbunan BBM yang justru dapat merugikan pihak lain.

Baca juga: Isu BBM Naik 1 April 2026, Pertamina Patra Niaga Kalimantan: Belum Ada Pengumuman Resmi

Pertamina, lanjutnya, akan terus memastikan pasokan energi tetap aman dan terdistribusi secara merata di seluruh daerah.

“Upaya terbaik sudah kami lakukan untuk memastikan ketersediaan energi. Kami juga berharap peran serta masyarakat untuk menjaga distribusi tetap berjalan dengan baik,” tutupnya.

Di sisi lain, pimpinan DPR RI mengapresiasi pemerintah yang tak akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) baik itu subsidi maupun nonsubsidi.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyebut keputusan pemerintah tersebut setelah berkomunikasi dengan berbagai pihak, termasuk parlemen.

Hal itu disampaikan Dasco dalam konferensi pers di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (31/3/2026).

"Hari ini, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia memberikan apresiasi kepada pemerintah yang setelah melakukan komunikasi dengan berbagai pihak serta mendengarkan masukan dari berbagai pihak termasuk Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, barusan tadi sudah diumumkan oleh Menteri Sekretaris Negara mewakili pihak pemerintah, bahwa pihak pemerintah belum berencana melakukan penyesuaian harga BBM subsidi maupun BBM nonsubsidi," kata Dasco.

Sebelumnya beredar isu di masyarakat bahwa akan ada penyesuaian harga BBM per 1 April 2026 besok.

Dasco mengakui bahwa isu tersebut membuat sejumlah antrean SPBU di sejumlah daerah.

Dengan adanya pengumuman dari pemerintah, Dasco mengimbau agar masyarakat tetap tenang.

"Kami monitor hari ini terjadi beberapa antrean di beberapa daerah di pom-pom bensin. Sehingga kami imbau dengan adanya pengumuman dari pihak pemerintah bahwa belum adanya rencana penyesuaian harga BBM subsidi maupun non subsidi, yang artinya mulai besok adalah masih tetap berlaku harga yang sama, sehingga masyarakat tidak perlu panik, masyarakat tidak perlu melakukan antrian, dan terlebih lagi melakukan penimbunan terhadap BBM," ujar Dasco.

Baca juga: Antrean Pertalite di Balikpapan Mengular, Warga Klaim Bukan Karena Isu BBM Naik

Lebih lanjut, Dasco menyebut hasil komunikasi DPR dan pemerintah, bahwa Presiden Prabowo Subianto akan menjamin kebutuhan masyarakat termasuk BBM.

"Hasil komunikasi dengan pihak pemerintah, komitmen dari Presiden Prabowo akan terus memonitor dan tetap menjaga kebutuhan masyarakat akan BBM tersebut. Dan sekali lagi kami sampaikan aspirasi kepada pihak pemerintah untuk hal ini," tandasnya.

Istana melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan tidak akan ada kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) baik itu subsidi maupun non subsidi.

Hal itu disampaikan Prasetyo melalui pesan tertulis, Senin, (31/3/2026).

"Oleh karena itulah Pertamina menyatakan bahwa Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM non subsidi," kata Prasetyo.

Keputusan tersebut kata Prasetyo diambil setelah pemerintah melakukan koordinasi khususnya Kementerian ESDM dan BUMN Pertamina.

Presiden Prabowo kata Prasetyo memutuskan untuk tidak menaikkan harga BBM.

"Jadi, perlu kami sampaikan bahwa setelah kami melakukan koordinasi dalam hal ini pemerintah dan Kementerian ESDM bersama dengan Pertamina dan atas petunjuk dari Bapak Presiden. Bapak Presiden selalu mengedepankan kepentingan rakyat dan kepentingan masyarakat di dalam mengambil sebuah keputusan," katanya.

Prasetyo berharap masyarakat tidak panik. Pemerintah memastikan bahwa ketersediaan BBM mencukupi dan harga tidak mengalami kenaikan.

"Kami berharap dengan pernyataan ini masyarakat dapat mendapatkan informasi yang lebih jelas, yang lebih akurat dan kami berharap masyarakat tidak perlu panik, tidak perlu resah karena ketersediaan BBM kami jamin. Kita jamin. Dan harga tidak terjadi penyesuaian," pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.