Inspektorat Banjarmasin Rekomendasikan Revisi Perencanaan Jembatan Cusa, Perlu Libatkan Ahli Rawa
Budi Arif Rahman Hakim March 31, 2026 11:52 PM


BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Hasil audit Inspektorat Kota Banjarmasin, pembangunan Jembatan Cemara Ujung-Sungai Andai (Cusa) akan direvisi dari segi perencanaan.

Hal ini disebabkan terjadinya force majeure, yakni adanya arus bawah air yang mengakibatkan material yang ditumpuk di atasnya akan hanyut.

Inspektur Kota Banjarmasin, Dolly Syahbana menjelaskan, force majeure tersebut membuat oprit jembatan akan tergerus secara terus-menerus.

"30 meter di bawahnya baru ada tanah keras, rekomendasi kami adalah merevisi perencanaannya," jelasnya Selasa (31/3/2026).

Dalam revisi perencanaan itu, perlu melibatkan ahli rawa atau ahli struktur tanah dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM).

Dari revisi perencanaan itu, dapat diketahui anggaran yang diperlukan untuk pile slab atau model jembatan seperti jalan layang yang bertancap tiang di bawahnya.

Baca juga: Keluhkan Kemacetan di Simpang Empat Banjarbaru, Warga Usul Traffic Light Tugu Adipura Diaktifkan

Baca juga: Warga Banjarmasin Terkapar Ditusuk Adik Ipar, Keduanya Diduga Sering Konflik

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, guna melengkapi kajian dari ahli tanah.

Adanya revisi perencanaan, kemungkinan besar pembangunan Jembatan Cusa masih molor dan tergantung biaya yang digelontorkan.

"Kalau memang bisa dianggarkan di APBD Perubahan, ya di Perubahan bisa selesai," ujar Dolly.
Untuk status Jembatan Cusa, Dolly menegaskan, sebenarnya sudah selesai namun terdapat force majeure.

Force majeure itu tepatnya berada di bagian Sungai Andai, sementara di area Cemara aman atau sudah bisa dilewati sebagaimana mestinya.

Kesalahan tersebut diakui Dolly tidak diprediksi sebelumnya, sebab di luar kendali kontraktor atau tim konstruksi.

Sementara itu, sebelumnya Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Suri Sudarmadiyah mengatakan, perubahan desain diperlukan agar pembangunan sesuai dengan kondisi di lapangan.

Suri memaparkan pembangunan dimulai sejak 2024, tahap satu untuk abutment, dilanjutkan untuk kerangka baja pada 2025

"Jadi memang sesuai dengan ketersediaan anggaran, efisiensi dananya emang harus kami lakukan seperti itu gitu. Jadi 2026 diharapkan bisa selesai insya Allah tahap terakhir untuk pile-slab di jembatan pendekat (oprit)," pungkasnya. (Banjarmasinpost.co.id/mariana)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.