BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 yang digelar Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru menampung berbagai aspirasi dari masyarakat.
Salah satu usulan yang mencuat adalah mengaktifkan kembali traffic light (lampu merah) di perempatan Adipura, Jalan Ahmad Yani Kilometer 34, Kota Banjarbaru.
Usulan ini dinilai dapat mengurangi kemacetan lalu lintas yang kerap terjadi di kawasan Simpang Empat Banjarbaru, terutama saat akhir pekan.
Perwakilan masyarakat yang hadir dalam Musrenbang, Dondet Bekti, mengatakan, belakangan ini kemacetan di kawasan tersebut semakin sering dirasakan.
“Sekitar Bundaran Banjarbaru, Simpang Empat, baik dari arah Hulu Sungai maupun sebaliknya. Kami sebagai warga kadang-kadang, pada waktu malam tertentu, enggan keluar karena kemacetan ini,” ujarnya.
Ia berharap kondisi tersebut segera ditindaklanjuti agar ada perubahan yang dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat.
Baca juga: Amankan Suami Penganiaya Istri di Tapin, Polisi Temukan Dua Alat Bukti
Baca juga: Warga Banjarmasin Terkapar Ditusuk Adik Ipar, Keduanya Diduga Sering Konflik
Salah satu solusi yang diusulkan adalah mengaktifkan kembali traffic light di Tugu Adipura Banjarbaru, yang lokasinya tidak jauh dari Bundaran Simpang Empat.
“Di depan rumah dinas wali kota itu ada lampu merah. Beberapa bulan lalu sempat diuji coba, tetapi sekarang tidak dimanfaatkan atau tidak dihidupkan lagi,” jelasnya.
Untuk jangka panjang, ia juga mengusulkan pembangunan jalan lingkar (ring road) atau jalur alternatif baru yang menghubungkan titik-titik strategis seperti Sungai Ulin, Pasar Jati, dan Palam guna mengurai kepadatan di pusat kota.
Ia berharap Pemerintah Kota Banjarbaru segera menindaklanjuti usulan tersebut demi kenyamanan dan kelancaran mobilitas warga.
Senada dengan itu, Ketua DPRD Banjarbaru, Gusti Rizky Sukma Iskandar Putra, juga menyarankan agar lampu lalu lintas di Tugu Adipura bisa kembali diaktifkan.
Ia mengungkapkan bahwa pemerintah kota telah mengusulkan pembukaan akses jalan baru kepada Balai Jalan dan Pemerintah Provinsi untuk mengurangi kepadatan kendaraan.
Namun, karena pembangunan jalan membutuhkan waktu yang cukup lama, solusi tercepat saat ini adalah mengaktifkan kembali lampu lalu lintas di titik-titik strategis.
“Terbukti saat itu berfungsi, memang berkurang seidikit (kemacetan), maksudnya ada penyekatan dan menghambat sedikit lajur lalin yang padat,” sebutnya.
Ia berharap lampu lalu lintas tersebut dapat berfungsi optimal dan tidak hanya menjadi pajangan di jalan. (Banjarmasinpost.co.id/rizki fadillah)