TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, secara resmi menjawab kekhawatiran publik mengenai ketahanan energi nasional di tengah memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah.
Dalam keterangannya, Bahlil menegaskan bahwa cadangan Bahan Bakar Minyak (BBM) Indonesia saat ini masih berada di atas standar minimum nasional, sehingga masyarakat tidak perlu merasa cemas akan ketersediaan pasokan di dalam negeri.
Kepastian ini disampaikan Bahlil untuk meredam isu kelangkaan akibat kenaikan harga minyak global yang dipicu konflik internasional.
Menurutnya, seluruh jenis bahan bakar mulai dari solar, bensin, avtur, hingga LPG dalam kondisi aman terkendali.
Ia bersyukur bahwa atas arahan Presiden, Indonesia mampu menjaga ketahanan energi nasional di saat banyak negara lain mulai melakukan kebijakan efisiensi yang ketat di negaranya masing-masing.
Selain soal stok, Bahlil juga membantah keras kabar yang beredar di media sosial mengenai rencana kenaikan harga BBM pada Rabu, 1 April 2026.
Ia memastikan bahwa pemerintah telah memutuskan untuk tidak melakukan penyesuaian harga, baik bagi BBM subsidi maupun non-subsidi.
Keputusan ini diambil berdasarkan hasil rapat koordinasi dan arahan langsung dari Kepala Negara untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.
"Untuk BBM subsidi tidak ada penyesuaian naik ataupun turun, artinya flat masih pakai harga sekarang. Untuk yang non-subsidi, kami bersama tim Pertamina dan SPBU swasta lainnya masih melakukan pembahasan, sehingga sampai saat ini harganya tetap sama," ujar Bahlil dalam konferensi pers virtual melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (31/3/2026).
Senada dengan pemerintah, PT Pertamina Patra Niaga melalui Corporate Secretary Roberth MV. Dumatubun menyatakan kesiapannya menjalankan keputusan tersebut.
Pihaknya mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing melakukan aksi panic buying atau pembelian berlebih yang justru berisiko mengganggu kondusivitas di lapangan.
Roberth menilai bahwa kepanikan massa hanya akan memicu antrean panjang di jaringan SPBU yang dapat menyusahkan masyarakat lainnya.
Ia juga mengingatkan agar oknum-oknum tertentu tidak memanfaatkan situasi ini untuk menimbun BBM demi keuntungan pribadi.
Pertamina menjamin akan terus memantau distribusi energi agar merata ke seluruh pelosok daerah dan meminta peran aktif seluruh stakeholder untuk menjaga kelancaran penyaluran energi nasional.
Sumber: Tribunnews.com