Kata Pedagang Jalan Sudirman Soal Rencana Zona PKL Malam Pemkot Bogor, Berharap Tak Memberatkan
Tsaniyah Faidah April 01, 2026 12:01 AM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Pemerintah Kota Bogor berencana membuat zona PKL malam di Kota Bogor, diantaranya di kawasan Jalan Jenderal Sudirman.

Di kawasan itu terpantau memang kawasan yang banyak terdapat tenda-tenda warung PKL yang hanya beroperasi saat malam.

Pemkot berencana menata kawasan itu sebagai zona PKL malam dengan retribusi ditambah penataan parkir on street untuk menambah pendapatan asli daerah (PAD) Kota Bogor.

Salah satu pedagang warung PKL malam Jalan Sudirman, Dede, mengatakan bahwa dia tidak masalah jika ada kebijakan baru dari pemerintah.

Namun dia berharap dia dan kawan-kawannya bisa tetap berjualan.

"Pada intinya kita mah pengennya bisa tetap jualan di sini, nyari rezeki di sini," kata Dede kepada TribunnewsBogor.com, Selasa (31/3/2026).

Terpantau, warung tenda tempat Dede berjualan, berdampingan berjarak dengan warung-warung tenda yang lain di sepanjang pinggir Jalan Sudirman.

Setiap warung diisi beberapa orang pekerja, dan tendanya berdiri di lahan taman depan perkantoran, lapangan parkir depan perkantoran, hingga area depan ruko-ruko yang tutup saat malam.

Jika nanti ada pengaturan baru dari Pemkot Bogor soal Zona PKL Malam di kawasan itu, Dede berharap Pemkot tidak begitu membebani pihak pedagang.

"Ya kalau bisa mah jangan sampai memberatkan lah," harap Dede.

Dede khawatir jika terlalu membebani pihak pedagang, orang-orang yang bekerja di tenda warung bisa terdampak.

Sebelumnya, rencana Zona PKL Malam ini disampaikan oleh Wali Kota Bogor Dedie Rachim di sebuah acara di Jalan Jenderal Sudirman pada Senin (30/3/2026).

"Nanti kita tetapkan ada zona PKL malam berbayar termasuk di Jalan Jenderal Sudirman, secara keseluruhan nanti kita atur," kata Dedie Rachim.

Dia mengatakan ekonomi kerakyatan di Jalan Sudirman bisa tetap berjalan, tapi harus tetap ada rasa tanggung jawab dari para pelaku usaha PKL malam tersebut.

"Mohon dukungan supaya ekonomi kerakyatan jalan, tapi ada rasa tanggung jawab. Tidak bisa cuma modal tenda, modal lampu, modal masakan, kemudian tidak ada rasa tanggung jawab untuk ketertiban dan kebersihan," ungkapnya.

"Jadi ini kita coba untuk rumuskan kembali supaya Kota Bogor lebih tertib, lebih asri, lebih nyaman untuk semua," ungkap Dedie Rachim.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.