Laporan Wartawan TribunPalu.com, Supriyanto Ucok
TRIBUNPALU.COM, PALU - Dalam operasi KM Nazila 05 yang dilaporkan tenggelam di perairan laut Maluku, terdapat masalah yang cukup serius.
Yang mana Nama pimpinan Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Palu dicatut oleh orang tak dikenal (OTK).
Modus yang digunakan oleh penipu yaitu menghubungi korban, Ibu Rifani yang merupakan pemilik Kapal Mesin (KM) Nazila 05.
Menurut keterangan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh Rizal, penipu menggunakan video dokumentasi dalam operasi pencarian untuk mengelabui korban.
Ia mengirimkan video operasi SAR yang dikirim oleh Humas Basarnas Palu di grub WhatsApp kepada korban dengan mengatakan bahwa para penumpang telah ditemukan.
"Penipu itu meminta sekitar 40 Juta kepada korban dan sudah dikirimkan sekitar 25 Juta," katanya saat dikonfirmasi awak media pada Selasa (31/3/2026).
Ia juga menyayangkan langkah spontan yang diambil korban untuk mengirimkan uang tanpa melakukan konfirmasi sebelumnya.
"Karena dia melihat video di lokasi kejadian, makanya dia (korban) yakin sekali," ungkapnya.
Baca juga: Moh Syarief Resmi Jabat Kadis PUPR Donggala, Fokus Benahi SDM dan Siapkan Program Prioritas
Sementara itu, Ulfani yang merupakan korban penipuan itu menjelaskan bahwa oknum memanfaatkan situasi darurat itu untuk melakukan penipuan.
"Sudah begitu, soalnya kita sudah bingo-bingo (bodoh dalam situasi terdesak) jadi sudah mereka manfaatkan," ungkapnya saat dikonfirmasi lewat telepon Via WhatsApp.
Memanfaatkan situasi darurat dengan menghubungi pemilik kapal dan meminta sejumlah uang dengan dalih kebutuhan operasional.
Di sisi lain, operasi SAR terhadap korban KM Nazila 05 tenggelam berhasil menemukan seluruh anak buah kapal (ABK) dalam kondisi selamat.
Sebanyak 21 ABK ditemukan selamat setelah sebelumnya dilaporkan tenggelam akibat cuaca buruk yang menyebabkan patah haluan saat berlayar dari Pulau Taliabu menuju Desa Kema, Maluku Utara.
"Iya awalnya laporannya ada 27 orang. Ternyata beberapa tidak ikut dan yang dievakuasi berjumlah 21 orang," kata Rizal.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu melaporkan Communication Center (Com Center) Palu menerima informasi keberadaan korban melalui koordinasi dengan penjaga rakit di perairan Bolaang Selatan sekitar pukul 06.00 Wita.
Baca juga: Pengurus Didominasi Anak Muda, DPW PKB Sulteng Optimistis Hadapi Pemilu 2029
Tim SAR yang menggunakan KM SAR Bhisma kemudian bergerak ke lokasi dan menemukan seluruh korban pada pukul 08.24 Wita.Saat ditemukan, para korban berada di rakit nelayan dalam kondisi lemas, namun masih memiliki persediaan makanan.
Tim SAR kemudian memberikan bantuan logistik untuk membantu memulihkan kondisi para korban sebelum dilakukan evakuasi.
Seluruh korban dievakuasi menuju RB 216 Gorontalo dan selanjutnya dibawa ke Pelabuhan Pelindo Gorontalo. Dengan ditemukannya seluruh korban dalam keadaan selamat, operasi SAR diusulkan untuk ditutup. (*)