Pemerintah Percepat Penanganan Sampah Nasional, PSEL Target Operasional Akhir 2027
Mochamad Dipa Anggara April 01, 2026 12:15 AM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -  Pemerintah terus mempercepat implementasi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai langkah strategis untuk mengatasi kedaruratan sampah nasional, khususnya di daerah dengan timbulan sampah di atas 1.000 ton per hari.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengatakan, bahwa pemerintah menargetkan pembangunan PSEL di 33 lokasi yang akan melayani sedikitnya 61 kabupaten/kota, dengan kapasitas pengolahan mencapai 39.450 ton per hari atau setara 14,4 juta ton per tahun, sekitar 24 persen dari total timbulan sampah nasional.

"Saat ini, dua fasilitas PSEL telah beroperasi di Kota Surabaya dan Surakarta. Sementara itu, empat lokasi lainnya yakni Denpasar Raya, Kota Bekasi, Bogor Raya, dan Yogyakarta Raya segera memasuki tahap pembangunan," ungkap Zulkifli Hasan saat memimpin rakortas percepatan implementasi PSEL di Jakarta, Selasa (31/3/2026)

Selain itu, lanjut Zulkifli, ada enam lokasi lain seperti Lampung Raya, Semarang Raya, Surabaya Raya, Serang Raya, Kabupaten Bekasi, dan Medan Raya tengah disiapkan untuk proses lelang mulai April 2026.

"Sejumlah wilayah lain, termasuk DKI Jakarta, Malang Raya, Padang Raya, dan Pekanbaru Raya, juga telah masuk tahap penetapan dan persiapan," sebutnya.

Pemerintah telah menetapkan timeline implementasi pembangunan PSEL dalam dua tahap. Pada Tahap 1, pembangunan di Denpasar Raya, Kota Bekasi, Bogor Raya, dan Yogyakarta Raya dimulai sejak April 2026, ditandai dengan launching proyek serta penandatanganan PPA/PJBL dan PKS, dilanjutkan penyelesaian perizinan hingga Juni 2026 dan groundbreaking pada bulan yang sama. Fasilitas ditargetkan mulai beroperasi pada Oktober 2027.

Sementara itu, Tahap 2 dimulai pada April 2026 yang diharapkan mulai konstruksi pada November 2026. Operasional PSEL pada tahap ini ditargetkan mulai beroperasi pada Mei 2028.

Selain PSEL, pemerintah juga menyusun roadmap nasional penggunaan teknologi pengelolaan sampah yang disesuaikan dengan karakteristik daerah. 

Upaya ini menjadi penting untuk memastikan pencapaian target  target pengolahan sampah nasional sebesar 100 persen pada 2029, dengan proyeksi timbulan mencapai 146.780 ton per hari.

Dalam skema tersebut, pengolahan sampah akan dilakukan melalui berbagai metode, mulai dari pengolahan organik di sumber, TPS3R dan bank sampah, teknologi refuse-derived fuel (RDF), hingga tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) dan PSEL.

PSEL sendiri ditargetkan berkontribusi sekitar 22 hingga 24 persen dalam sistem pengelolaan sampah nasional.

Pemerintah juga akan membentuk tim lintas kementerian dan lembaga untuk menyusun roadmap pengelolaan sampah, yang melibatkan sejumlah instansi seperti Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pekerjaan Umum, hingga Badan Riset dan Inovasi Nasional.

Zulkifli Hasan menambahkan, melalui kolaborasi tersebut, pemerintah akan mendorong penyederhanaan regulasi, penguatan perencanaan daerah, serta pengembangan teknologi dan infrastruktur pengolahan sampah.

"Pemerintah optimistis, dengan pendekatan terintegrasi dan dukungan teknologi, penanganan sampah nasional dapat ditingkatkan secara signifikan dalam empat tahun ke depan, sekaligus mendorong sistem pengelolaan yang lebih modern, berkelanjutan, dan bernilai ekonomi," tandasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.