Gapembi Luncurkan Aplikasi Solusi Digital Dukung Program Makan Bergizi Gratis
Wahyu Aji April 01, 2026 12:17 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (Gapembi) terus mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sebagai bentuk dukungan tersebut, Gapembi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dan ANTRA dalam peluncuran aplikasi Sistem Digitalisasi Pengelolaan SPPG yang Aman dan Transparan (ANTRA) di Gedung Granadi, Jakarta, Selasa (31/3/2026).

Ketua Umum DPP Gapembi Alven Stony mengatakan aplikasi tersebut lahir dari berbagai masukan pelaku di lapangan yang membutuhkan sistem pelaporan yang lebih transparan dan akuntabel.

“Ini adalah solusi nyata untuk mendukung dan menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kami ingin memastikan bahwa seluruh proses, baik produksi maupun pelaporan, dapat berjalan efektif dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Alven.

Aplikasi tersebut dirancang memudahkan kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), akuntan, pengawas gizi, serta mitra dalam melakukan pelaporan keuangan dan produksi.

Dengan sistem yang terintegrasi, data dapat diakses secara lebih mudah dan transparan sehingga mempermudah proses audit oleh berbagai pihak.

Sekretaris Jenderal Gapembi Hasan Basri menambahkan, kehadiran aplikasi tersebut juga memungkinkan yayasan pelaksana program memantau seluruh aktivitas secara real time.

“Melalui ANTRA, yayasan dapat melakukan monitoring secara langsung terhadap pelaksanaan program MBG. Ini akan meningkatkan kualitas pengawasan sekaligus memperkuat akuntabilitas,” kata Hasan.

Ia menegaskan, inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Gapembi dalam mengusung semangat Bergabung, Bersinergi, Berbakti untuk Negeri sebagai mitra strategis pemerintah, termasuk dalam koordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN).

Lebih lanjut, Hasan menyebutkan bahwa implementasi aplikasi tersebut segera diperluas ke seluruh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gapembi. Langkah ini diharapkan menjadikan Gapembi tidak hanya sebagai pelaksana, tetapi juga sebagai kekuatan pengawasan internal melalui anggotanya.

Sementara itu, founder dan penggagas ANTRA Aditia Pratama menjelaskan, aplikasi ini telah melalui tahap uji coba di sejumlah SPPG di Sulawesi Selatan.

“Hasil pilot project menunjukkan bahwa ANTRA sangat membantu, khususnya dalam pelaporan keuangan serta penyusunan menu yang sesuai dengan standar TKPI dari ahli gizi,” ujarnya.

Aditia melanjutkan aplikasi tersebut tidak hanya berfokus pada laporan penggunaan anggaran, tetapi juga memastikan kualitas gizi makanan yang disalurkan.

“Kami ingin menjawab isu yang berkembang, apakah ini sekadar bagi-bagi makanan atau benar-benar memenuhi kualitas gizi. ANTRA memungkinkan penyusunan menu secara sistematis dan pelaporan distribusi gizi secara real time, baik harian maupun akumulatif,” katanya.

Menurut Aditia, setiap menu yang digunakan dalam sistem akan tersimpan dalam basis data resep yang dikembangkan bersama chef profesional, guna menjamin kualitas makanan yang dihasilkan.

Alven Stony menambahkan, aplikasi dikembangkan berbasis web dengan pusat data di dalam negeri dan berada di bawah naungan Gapembi. Sistem ini juga dirancang untuk terus diperbarui mengikuti petunjuk teknis dari BGN.

Baca juga: Isu Untung Rp1,8 Miliar Mitra SPPG Dibantah, Gapembi Sebut Itu Angka Bruto

“Setiap satu rupiah anggaran negara wajib dipertanggungjawabkan. Melalui ANTRA, proses pertanggungjawaban menjadi lebih mudah, transparan, dan komprehensif. Ini adalah bentuk keterbukaan informasi kepada masyarakat sekaligus tanggung jawab kepada negara,” ujar Alven.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.