SURYA.CO.ID - Puasa qadha Ramadhan adalah kewajiban yang harus ditunaikan bagi Muslim yang memiliki utang puasa.
Sementara waktu terbaik melaksanakan puasa qadha Ramadan adalah di dan Syawal.
Disebut waktu yang tepat karena masih dalam suasana ibadah setelah Idulfitri.
Keutamaannya, selain melunasi kewajiban, puasa qadha di bulan Syawal bisa digabung dengan puasa sunnah Syawal sehingga mendapat pahala berlipat.
Niat puasa qadha harus dilakukan pada malam hari sebelum fajar. Berikut lafaz niat yang umum digunakan:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ رَمَضَانَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghodin ‘an qadha’i fardhi Ramadhana lillahi ta‘ala
Artinya: Saya berniat puasa esok hari untuk mengganti fardhu Ramadhan karena Allah Ta’ala.
Waktu berniat harus dilakukan sebelum terbit fajar.
Adapun hukumnya adalah wajib bagi yang masih memiliki utang puasa Ramadhan.
Jika salah niat (misalnya hanya niat puasa sunnah padahal masih ada utang), maka puasa qadha tidak sah.
Baca juga: Puasa Syawal atau Qadha Ramadan, Mana Didahulukan? Ini Penjelasan Ustadz Abdul Somad
1. Melunasi kewajiban utama
Qadha Ramadhan adalah bentuk tanggung jawab seorang Muslim sebagaimana diperintahkan dalam Al-Qur’an (QS. Al-Baqarah: 184-185).
2. Mendahulukan kewajiban daripada sunnah
Ulama menegaskan bahwa puasa qadha harus didahulukan sebelum puasa sunnah enam hari Syawal. Jika masih ada utang puasa, maka qadha lebih utama.
3. Bisa digabung dengan puasa sunnah Syawal
Menurut sebagian ulama, diperbolehkan menggabungkan niat puasa qadha dengan puasa sunnah Syawal. Dengan begitu, seseorang bisa mendapatkan pahala qadha sekaligus pahala puasa Syawal.
4. Pahala berlipat ganda
Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun penuh.” (HR. Muslim).
Jika digabung dengan qadha, pahala tetap besar.
Berikut beberapa catatan yang perlu diperhatikan:
Utang puasa harus dihitung dengan jelas agar tidak ada yang tertinggal.
Jika lupa jumlah utang, disarankan mengambil jumlah terbanyak sebagai bentuk kehati-hatian.
Menggabungkan niat qadha dan Syawal memang ada perbedaan pendapat, sehingga lebih aman mendahulukan qadha lalu melanjutkan puasa Syawal secara terpisah.