Kolintang Kian Diminati, Jadi Lomba Antarsekolah di Surabaya
maximus conterius April 01, 2026 02:22 AM

TRIBUNMANADO.COM - Alat musik kolintang dari Sulawesi Utara kini menjadi bahan ajar bagi para siswa di sejumlah daerah di Indonesia.

Tidak hanya populer di ibu kota Jakarta, kolintang juga menjadi lomba sekaligus pertunjukan menarik di Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur.

Pemerintah setempat melalui Dinas Pendidikan Kota Surabaya menggelar lomba kreativitas siswa tingkat kota yang berlangsung meriah pada Selasa (31/3/2026). 

Kegiatan ini menghadirkan berbagai cabang lomba seni dan budaya, dengan salah satu yang paling menyita perhatian adalah kolaborasi musik tradisional kolintang dan angklung yang digelar di SD Alfa Omega Surabaya.

Selain kolaborasi angklung dan kolintang, lomba juga mencakup berbagai kategori lain seperti band, paduan suara, ludruk, drama musikal, samrah, baris-berbaris kreasi, hingga gerak dan lagu bertema “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”.

Kolaborasi angklung dan kolintang menjadi sorotan tersendiri. Para pegiat kolintang di Surabaya menyebutkan bahwa ini merupakan kali pertama kedua alat musik tradisional tersebut diperlombakan secara kolaboratif dalam ajang resmi. 

Pada tahun-tahun sebelumnya, lomba lebih berfokus pada angklung atau jenis musik tradisional lainnya secara terpisah.

Dalam pelaksanaannya, lomba ini dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari kalangan seniman, akademisi, dan praktisi seni, yaitu Senyum Sadhana, Andi Wira Sujana, dan Ambrosius M Loho.

Penyelenggaraan lomba ini juga dinilai memiliki makna khusus. Selain menjadi wadah kreativitas siswa, kegiatan ini turut memperkuat eksistensi kolintang yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO pada tahun 2024. 

Pengakuan tersebut merupakan hasil inisiatif berbagai pihak, termasuk Pinkan Indonesia, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, serta sejumlah komunitas seni.

Acara berlangsung meriah dengan kehadiran seju

mlah pejabat dan tokoh pendidikan, di antaranya Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Febrina Kusumawati, Kepala Bidang Pendidikan Mochamad Sofyan, Ketua Yayasan Alfa Omega Elijah Soetopo, serta para kepala sekolah, guru, dan orang tua yang turut mendampingi para peserta.

Adapun hasil lomba kolaborasi angklung dan kolintang menetapkan SD Kristen Petra 7 sebagai juara pertama, disusul SD Muhammadiyah 6 di posisi kedua, dan SD Katolik St Yosef di posisi ketiga. 

Sementara pada kategori harapan diraih oleh SD Negeri Tanah Kali Kedinding 2, SD Negeri Rungkut Kidul 2, dan SD Muhammadiyah 16. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.