Pedagang Pasar Gadang Kota Malang Akhirnya Direlokasi, 1200 Lapak Akan Dibongkar
Dyan Rekohadi April 01, 2026 12:32 AM

 

SURYA.CO.ID, MALANG - Relokasi pedagang di pasar Gadang kota Malang akhirnya akan benar-benar dilakukan.

Sebanyak 1.200 lapak pedagang Pasar Gadang akan dibongkar secara bertahap.

Pemerintah Kota Malang akan mulai membongkar lapak pedagang yang berada di badan jalan, mulai besok, Rabu (1/4/2026). 

Baca juga: Puguh Wiji Pamungkas Desak Gebrakan Nyata Atasi Banjir Malang Raya

 

Tempat Relokasi Sudah Siap

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, mengatakan pembongkaran dilakukan setelah pembangunan tempat relokasi selesai.

“Pembangunan tempat relokasi sudah selesai. Mulai besok kita lakukan pembongkaran lapak-lapak yang tidak digunakan, khususnya yang berada di badan jalan,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).

Lapak yang dibongkar berada di sisi kanan jalan yang selama ini dinilai mengganggu akses lalu lintas.

Pedagang akan menempati lokasi relokasi di belakang pasar.

“Yang dibongkar itu yang di pinggir jalan, yang memakan badan jalan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pembongkaran ini juga direncanakan akan dihadiri langsung oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat sebagai bentuk komitmen penataan kawasan pasar.

 

Baca juga: PLN Nusantara Power Bangun PLTS Terapung 100 MW di Karangkates Malang

 

Akan Dibangun Jalan Cor

Setelah pembongkaran, area bekas lapak akan dimanfaatkan untuk pembangunan jalan guna memperlancar akses lalu lintas dan mobilitas masyarakat di sekitar pasar.

Pemkot Malang berharap penataan ini dapat meningkatkan kenyamanan, ketertiban, serta mendukung kelancaran aktivitas ekonomi di kawasan Pasar Gadang.

“Semoga semua proses berjalan lancar,” pungkasnya.

Pemkot Malang melalui Dinas PUPRPKP akan melakukan pembangunan jalan di kawasan Pasar Gadang dengan konstruksi cor beton.

Proyek ini diprioritaskan untuk meningkatkan ketahanan jalan, terutama terhadap genangan air.

Kepala Dinas PUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, menjelaskan bahwa metode yang digunakan bukan aspal, melainkan cor beton dengan material semen, batu, dan pasir.

“Jalannya nanti dicor beton, bukan diaspal. Kalau aspal nanti kalah dengan air,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).

Ia menyebutkan, tahapan awal proyek dimulai dari proses pengadaan. Mekanisme yang digunakan melalui e-katalog, sehingga proses penentuan penyedia diperkirakan memakan waktu sekitar dua hingga tiga minggu.

Namun, pelaksanaan konstruksi masih menunggu kepastian relokasi aktivitas pasar.

“Pekerjaan baru bisa dimulai setelah pasar dipastikan pindah. Jadi itu yang menjadi penentu waktunya,” jelasnya.

Untuk proyek ini, Pemkot Malang mengalokasikan anggaran sebesar Rp 14,9 miliar dan ditargetkan dikerjakan pada tahun 2026. 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.