Kepengurusan Terbentuk, PBPI Salatiga 2026-2030 Bertekad Cetak Atlet Padel Profesional
Wahyu Gilang Putranto April 01, 2026 12:38 AM

 

TRIBUNNEWS.COM - Padel, olahraga raket yang menggabungkan elemen tenis dan squash makin populer di Indonesia.

Tidak hanya sekadar tren, namun upaya mencetak atlet profesional juga mulai diseriusi federasi Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI).

Sejumlah daerah kini mulai memiliki kepengurusan PBPI, termasuk di Kota Salatiga, Jawa Tengah, yang resmi terbentuk pada Selasa (31/3/2026).

Dyah Ayu Phitaloka dilantik sebagai Ketua Umum PBPI Kota Salatiga periode 2026-2030.

Diketahui, Dyah Ayu Phitaloka bukan sosok asing dalam dunia olahraga di Salatiga.

Ia merupakan pemilik Padel Beans Salatiga, yang menjadi pionir padel di kota yang terletak antara Kota Solo dengan Kota Semarang itu. 

Dyah Ayu berkomitmen menjadikan Salatiga sebagai hub padel di Indonesia.

"Padel bukan sekadar olahraga, tapi gaya hidup yang membangun kebersamaan. Amanah ini adalah tanggung jawab besar bagi saya untuk memastikan padel Indonesia, khususnya di Salatiga, dapat tumbuh secara profesional dan melahirkan atlet-atlet yang mampu bersaing di kancah internasional," ujarnya, Selasa.

PBPI Salatiga akan berupaya agar olahraga padel memberi berbagai dampak positif. 

Langkah yang diambil antara lain memperkenalkan padel ke sekolah-sekolah dan komunitas muda di Salatiga.

"Selain itu pengembangan atlet dengan menciptakan sistem turnamen lokal yang rutin untuk menjaring talenta berbakat menuju level nasional," ungkapnya.

Baca juga: Ditemani Megawati, Gubernur Pramono Anung Resmikan Taman yang Dilengkapi Lapangan Padel

Tidak hanya itu, pengembangan padel dapat dipadupadankan dengan pariwisata atau sport tourism.

Hal ini dapat dilakukan dengan kolaborasi memanfaatkan fasilitas padel yang sudah ada dengan Pemkot Salatiga untuk menarik wisatawan olahraga ke Salatiga.

​"PBPI berkomitmen untuk bersinergi dengan KONI Salatiga dan para pemangku kepentingan guna meningkatkan partisipasi masyarakat dalam gaya hidup sehat melalui olahraga padel," ujarnya.

Perkembangan Padel di Jawa Tengah

Fasilitas padel di Jawa Tengah mengalami perkembangan.

Ketua PBPI Jawa Tengah, Arganto Cahyo Wibowo Pangarso menyebut saat ini fasilitas lapangan padel di Jateng tidak hanya ada di Kota Semarang maupun Salatiga, namun juga tersebar di Kendal, Pekalongan, Kudus, hingga Surakarta dan Karanganyar.

“Masih banyak lagi yang dalam tahap pembangunan. Artinya, perkembangan padel di Jateng sangat signifikan,” ucapnya di sela acara Pengukuhan Pengurus PBPI Jawa Tengah pada Rabu, 1 Oktober 2025.

PBPI Jateng mengaku siap mengadakan kompetisi bergengsi.

“Akan ada turnamen dengan model series. Kami juga siap menggelar turnamen padel memperebutkan Piala Gubernur. Kami harap kolaborasi dengan pemerintah, pengusaha, dan komunitas terus berjalan, agar PBPI Jateng bisa berprestasi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum PBPI, Galih Dimuntur Kartasasmita, menegaskan bahwa padel bukan sekadar olahraga rekreasi atau hiburan.

“Olahraga ini bukan hanya for fun (untuk senang-senang), tetapi bisa jadi prestasi yang membanggakan. PBPI Pusat sudah mengirim timnas Padel ke Asia Cup,” katanya.

Ia menyebut, Jawa Tengah memiliki atlet-atlet muda potensial yang bakatnya bisa terus diasah dan dikembangkan, sehingga bisa tercipta atlet-atlet padel profesional di provinsi ini. 

“Kuncinya ada di U-17. Maka ini harus disosialisasikan agar regenerasi atlet berjalan,” ujarnya.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.