TRIBUNJAKARTA.COM - Permintaan layanan sertifikasi dan verifikasi berbasis keberlanjutan terus meningkat seiring geliat ekonomi hijau di Indonesia, terutama perdagangan karbon serta praktik Environmental, Social, and Governance (ESG).
Tren ini mendorong sejumlah pelaku jasa sertifikasi memperkuat posisi mereka di tengah pasar yang semakin kompetitif.
Sejalan dengan pertumbuhan pasar karbon, kebutuhan akan layanan sertifikasi yang mendukung keberlanjutan juga melonjak.
Praktik ESG tak hanya jadi pelengkap laporan tahunan, tapi menjadi faktor penting bagi investor dalam pengambilan keputusan investasi, terutama di pasar modal Indonesia.
Kondisi ini turut mendorong perusahaan jasa sertifikasi PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU) memperluas layanan ESG.
Dengan memanfaatkan momentum tersebut, kinerja keuangan berhasil mencatatkan pertumbuhan positif, ditopang penguatan fundamental serta optimalisasi operasional yang semakin efisien.
Dalam laporan kinerja tahunan 2025, tercatat peningkatan pendapatan usaha sebesar 7,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan angka pendapatan mencapai Rp331,48 miliar.
Laba bersih juga mengalami kenaikan meski tipis, dari Rp24,11 miliar menjadi Rp24,21 miliar. Laba kotor tumbuh sebesar 2,6 persen pada periode yang sama.
Pertumbuhan tersebut mencerminkan kemampuan perusahaan menangkap peluang yang muncul dari naiknya permintaan layanan terkait standar lingkungan dan perdagangan karbon, sejalan dengan tren industri yang lebih luas.
Dari sisi fundamental, struktur keuangan MUTU menunjukkan penguatan yang signifikan.
Total aset meningkat 8,9 persen Rp291,76 miliar menjadi Rp317,67 miliar, sementara ekuitas tumbuh 7,6 persen Rp216,47 miliar menjadi Rp232,98 miliar.
Kinerja ini turut ditopang oleh lonjakan saldo laba ditahan sebesar 25,6 persen Rp66,16 miliar menjadi Rp83,10 miliar.
Tak hanya itu, arus kas dari aktivitas operasi juga melonjak signifikan sebesar 513,4 persen Rp1,53 miliar menjadi Rp9,37 miliar.
Hal ini mencerminkan kualitas pendapatan yang semakin sehat sekaligus memperkuat fondasi bisnis ke depan.
Direktur Keuangan dan SDM MUTU, Sumarna, menyampaikan bahwa capaian ini menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan berkelanjutan ke depan.
“Kami melihat tahun 2025 sebagai momentum penguatan, baik dari sisi kinerja keuangan maupun arah strategis perusahaan," ujarnya, Selasa (31/3/2026).
"Kami akan terus mendorong peningkatan kinerja melalui ekspansi bisnis yang selektif, penguatan kapabilitas sumber daya manusia, serta optimalisasi efisiensi operasional."
Peluang dari berkembangnya ekonomi hijau dan implementasi perdagangan karbon di Indonesia dinilai masih sangat besar.
Baca juga: Warga Inisiatif Bikin Zebra Cross Unik di Tebet, DPRD Dorong Kolaborasi Bareng Pemprov DKI
Baca juga: Di Tengah Isu Efisiensi Anggaran, Gubernur Pramono Janji Tak Ada PHK Massal PPPK Jakarta
Baca juga: Arahan Menkeu Purbaya, Bea Cukai Segel Kapal Mewah yang Langgar Aturan di Teluk Jakarta