TRIBUNNEWS.COM - Italia gagal ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun usai kalah dari Bosnia & Herzegovina di laga play off, Rabu (1/4/2026).
Hasil skor penalti 4-1 menjadikan Italia gagal ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun dari 2018, 2022 dan 2026.
Pada 2018, Italia disingkirkan Swedia dengan agregat 0-1. Sementara pada 2022 secara mengejutkan kalah 0-1 dari Makedonia Utara di semifinal play-off.
Sebelum itu, Italia pernah tidak tampil di Piala Dunia dua kali, yakni pada 1930 dan gagal lolos kualifikasi pada tahun 1958.
Namun kegagalan ketiga kalinya secara beruntun kali ini benar-benar menjadi sejarah kelap dan membuat gelap sepak bola Italia.
Baca juga: 2 Play-off Gagal, Italia dapat Peringatan Jelang Laga Penentuan Lolos ke Piala Dunia 2026
Kegagalan Italia ke Piala Dunia 2026 diwarnai dengan insiden kartu merah dan drama adu penalti.
Italia berjuang hingga babak perpanjangan waktu dengan 10 pemain setelah kartu merah Alessandro Bastoni di babak pertama.
Kartu merah pemain Inter Milan ini termasuk menjadi biang kerok kegagalan Italia ke Piala Dunia 2026.
Ia melakukan tekel dari belakang kepada pemain Bosnia, Amar Memic yang berlari menuju kotak penalti.
Kartu merah langsung dari saku wasit pun dikeluarkan untuk Bastoni. Sejak menit ke-41, Italia bermain dengan 10 pemain.
Aksi bek yang membela Inter Milan ini sangat disayangkan dan lebih kepada keputusan yang ceroboh.
Pasalnya ruang pemain Bosnia sebenarnya tidak cukup ideal, masih ada kesempatan bagi Donnarumma untuk maju dan menutup celah.
Selain itu, pertandingan baru memasuki menit ke-40, sehingga jika golpun masih ada waktu panjang untuk membalasnya, terlebih Italia tidak dalam posisi tertinggal.
Sebelum kartu merah ini, Italia sejatinya dalam posisi unggul 1-0 setelah gol dari Moise Kean di menit ke-15'.
Gol itu sendiri tercipta usai kiper Bosnia melakukan kesalahan dalam mengumpan setelah ditekan oleh Mateo Retegui.
Nicolo Barella mencegat umpan dan kemudian mengoper kepada Kean yang langsung menyambar bola ke sudut atas gawang yang akhirnya menjadi gol.
Setelah gol itu, Bosnia langsung merespon Italia, bahkan mereka banyak memberi tekanan dengan 13 tembakan.
Italia yang menguasai 55 persen penguasaan bola masih bisa menjaga gawang mereka dari kebobolan di babak pertama.
Namun di babak kedua, keunggulan pemain di atas lapangan ini benar-benar dimanfaatkan Bosnia dengan serangan habis-habisan.
Mereka memberondong pertahanan Italia dengan rentetan percobaan tembakan serta penguasaan bola yang sangat dominan mencapai 76 persen.
Baca juga: Grup Pemenang Play-off Piala Dunia 2026: Italia Untung, Irak vs Bolivia Terjebak di Jalur Neraka
Alhasil Gianluigi Donnarumma pun harus berulang kali menyelamatkan gawangnya, setidaknya ada lima kali di babak kedua.
Namun tekanan tanpa henti akhirnya membuahkan hasil.
Menit ke-79, sundulan Dzeko ditepis Donnarumma, tetapi bola muntah disambar Haris Tabakovic menjadi gol penyama.
Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal berakhir, bahkan hingga babak tambahan, memaksa laga ditentukan lewat adu penalti.
Di babak tambahan, Italia masih menunjukkan perlawanan. Sandro Tonali terus mengatur tempo di lini tengah meski Bosnia tetap dominan dalam penguasaan bola.
Menariknya, ada momen kontroversial: pelanggaran Tarik Muharemovic terhadap Marco Palestra hanya diberi kartu kuning, meski situasinya mirip dengan pelanggaran Bastoni.
Meski kelelahan, Italia mampu bertahan hingga adu penalti setelah tidak ada gol di 2x 15 menit.
Di babak penalti, Di sinilah segalanya runtuh. Eksekusi penalti Italia justru menjadi titik kegagalan.
Tendangan pemain Inter Milan, Francesco Pio Esposito melambung tinggi dan Bryan Cristante membentur mistar.
Hanya Sandro Tonali yang masuk. Sedangkan empat pemain Bosnia sukses menyarangkan bola, yang akhirnya menjadi kekalahan Italia dan gagal ke Piala Dunia.
4 Negara Eropa Terakhir Lolos ke Piala Dunia 2026
1. Bosnia (mengalahkan Italia)
2. Republik Ceko (mengalahkan Denmark)
3. Turkey (mengalahkan Kosovo)
4. Swedia (mengalahkan Polandia)
(Tribunnews.com/Tio)