TRIBUNNEWS.COM - Pertandingan uji coba antara Inggris menghadapi Jepang di Wembley, Rabu (1/4/2026) berakhir dengan kekalahan sang tuan rumah.
Inggris bertekuk lutut di hadapan Jepang dengan skor tipis 0-1.
Kemenangan Jepang di laga ini ditentukan oleh salah satu pemain mereka yang bermain di Liga Inggris, Kaoru Mitoma.
Gol Mitoma di menit ke-23 ternyata sudah cukup bagi Jepang mengunci kemenangan.
Baca juga: FIFA Matchday: Inggris Wajib Siaga, Jepang Simpan Kejutan untuk Thomas Tuchel
Inggris yang mencoba membalas ternyata selalu menemui kegagalan.
Pemilihan Jepang sebagai lawan bagi Inggris termasuk hal yang berani.
Pasalnya performa Jepang saat ini sedang dalam titik yang luar biasa.
Komposisi pemain utama mereka bahkan tak ada yang bermain di liga lokal.
Semua pemain inti Jepang hampir bermain di kompetisi dan tim papan atas Eropa.
Mereka tersebar di Italia, Inggris, hinga Jerman yang biasanya menjadi destinasi paling nyaman.
Menterengnya kekuatan Jepang juga bisa dilihat dari hasil pertandingan mereka.
Tim berjuluk Samurai Biru ini punya rekor yang bisa dibanggakan saat berhadapan dengan tim asal Eropa.
Dikutip dari Squawka, Jepang belum pernah kalah dalam 8 pertandingan terakhir melawan tim Eropa dalam waktu normal 90 menit.
Berbagai tingkatan tim Eropa yang menjajal kekuatan Jepang selalu berakhir dengan kurang memuaskan.
Hanya Kroasia saja yang pada akhirnya bisa mendapatkan kemenangan saat berhadapan dengan tim arahan Hajime Moriyasu.
Namun kemenangan Kroasia itu didapatkan tak dalam waktu normal.
Mereka kalah itu membutuhkan adu penalti untuk membungkam Samurai Biru.
Selebihnya, Jepang selalu bisa tampil superior atas lawannya.
Tak hanya mengalahkan tim Eropa semenjana, ada negara-negara yang memiliki sejarah mentereng di sepak bola yang juga mereka kalahkan.
Mulai dari dua kali mengalahkan Jerman, Spanyol, dan Inggris menjadi bukti sahih.
Dengan rapor mentereng seperti itu, tak berlebihan menjagokan Jepang bisa melangkah keluar dari fase grup Piala Dunia 2026 nanti.
Mereka akan menjadi salah satu tim yang dinantikan kiprahnya.
Sebaliknya, Inggris malah melempem menjelang tampil di Piala Dunia.
Memang kekalahan ini datang di laga yang bertajuk uji coba.
Pelatih Thomas Tuchel pun memanfaatkan duel ini untuk mencoba formasi dan komposisi pemain agak berbeda.
Pada pertandingan ini, Tuchel memilih 4-2-3-1 sebagai formasi andalan.
Dari segi komposisi pemain, sang pelatih juga melakukan beberapa utak-atik.
Duo bek tengah Inggris kali ini dijaga oleh Ezri Konsa dan Marc Guehi.
Ben White dan Nico O'Reilly mendapatkan kepercayaan berada di sektor bek sayap kanan dan kiri.
Sedangkan untuk dua gelandang tengah, Tuchel memasang KObbie Mainoo dan Elliot Anderson.
Barangkali hal yang agak lain berada di sektor belakang penyerang.
Tuchel memilih menampilkan tiga gelandang serang sekaligus.
Sama sekali tak ada pemain yang murni beroperasi di sektor sayap dalam komposisinya.
Ada Anthony Gordon, Phil Foden, dan Cole Palmer yang dipasang serentak.
Ketiganya mendukung Morgan Rogers yang diplot sebagai pemain nomor 9.
Opsi itu ternyata tak memberikan imbas bagus bagi Inggris.
Mereka malah frustasi tak bisa mencetak gol dari kreativitas yang diharapkan.
Hal ini setidaknya bisa menjadi pelajaran bagi Thomas Tuchel ke depannya.
Bukan perkara mudah menemukan komposisi pemain terbaik bagi Inggris.
Kualitas para pemain Iggris yang kurang menonjol di klub masing-masing bisa saja merembet ke level timnas.
(Tribunnews.com/Guruh)