Feature: Lima Ruang Kelas SDN Boof, Kuanfatu Masih Darurat, Seng Bocor dan Lantai Sekolah Berlumpur
OMDSMY Novemy Leo April 01, 2026 10:44 AM

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Maria Vianey Gunu Gokok

POS-KUPANG.COM, SOE - Kami masih kekurangan perpustakaan, Mes guru, dan toilet. Kalau satu kelas sudah permanen maka sisa lima ruang kelas lagi yang perlu direnovasi. Selama ini untuk keperluan seperti toilet juga kami lakukan swadaya dengan orang tua dan masyarakat.

KEPALA SD Negeri Boof, Desa Kakan, Kecamatan Kuanfatu, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Marthen Baunsele menggambarkan kondisi sekolah yang dipimpinnya masih memrihatinkan. 

"Kondisi sekolah saat ini, ini ada tujuh ruangan, di mana enam ruang belajar dan satu ruang guru. Ruangan tersebut masih darurat, tidak berlantai, kalau hujan atap bocor, dan ruangan otomatis akan lumpur," jelas Marthen Baunsele, Selasa (31/3/2026). 

Untuk diketahui, kondisi sekolah ini sempat viral di media sosial yang menampilkan kondisi ruang kelas yang tidak layak.

Atap bocor dan dinding yang terbuat dari bambu. Selain itu, beberapa konsen jendela kosong tanpa daunnya, lantai masih tanah. 

Menurut Marthen Baunsele, sekolah tersebut berdiri sejak tahun 2018 menggunakan gedung gereja. Selanjutnya pada tahun 2020, pendiri sekolah disekitaran wilayah sekolah secara swadaya membangun ruang darurat. 

Kemudian tambahnya, pada tahun 2024, SD Negeri Boof mendapatkan izin operasional dan memiliki kepala sekolah definitif, dan tahun 2025 mendapatkan bantuan dua  ruang belajar. 

"Tahun lalu dapat bantuan 2 ruangan kelas baru (RKB). Di mana ruangan tersebut masih dalam proses pembangunan. Kami rencana jika sudah rampung, satu ruangan akan kita gunakan untuk ruang perpustakaan dan ruang guru dan satu lagi untuk ruang kelas," jelas Marthen Baunsele via telepon pada Selasa (31/3). 

Meski begitu, SD Negeri Boof masih memerlukan beberapa fasilitas pendukung pendidikan. Mulai dari lima ruang belajar yang layak, perpustakaan, mes guru, dan toilet. 

"Kami masih kekurangan perpustakaan, Mes guru, dan toilet. Kalau satu kelas sudah permanen maka sisa lima ruang kelas lagi yang perlu direnovasi. Selama ini untuk keperluan seperti toilet juga kami lakukan swadaya dengan orang tua dan masyarakat," jelas Marthen Baunsele. 

Marthen Baunsele menyampaikan untuk jumlah siswa di SD Negeri Boof saat ini terdiri dari laki-laki berjumlah 51siswa, perempuan berjumlah 46 siswa. Jadi total ada 97 orang siswa. Sementara jumlah guru 16 orang, terdiri dari tiga ASN, enam P3K dan tujuh honorer. 

"Untuk dana BOS tahun 2025, sebesar  Rp 21.620.000. Kalau tahun 2026 ini itu ada 70 lebih siswa. Sementara RKS-nya ini masih dikerjakan jadi saya belum memastikan jumlah dana BOS tahun 2026," jelas Marthen Baunsele. 

Marthen Baunsele berharap agar dengan kondisi yang ada sekolah tersebut boleh mendapatkan perhatian lebih untuk perbaikan dan renovasi bangunan ruang kelas. 

"Kami berterima kasih atas bantuan dua RKB tetapi kami akui masih ada lima ruang belajar yang masih darurat, mess guru, dan perpustakaan. Sehingga kalau dapat kami boleh mendapatkan bantuan untuk kondisi ini. Ini pergumulan kami," tutupnya. 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Apris Adrian Manafe menyampaikan, SD Negeri Boof Kuanfatu kemungkinan akan mendapatkan bantuan revitalisasi afirmasi tahun ini. 

Apris Adrian Manafe mengatakan, sekolah tersebut telah mendapatkan bantuan dua ruang kelas baru (RKB) pada tahun 2025. 

"Tahun lalu sudah dapat dua RKB. Tahun ini sesuai data penerima revitalisasi reguler tidak dapat bantuan, namun sudah ada perhatian dari Dirjen dan Kepala BPMP Provinsi MTT. Jadi ada kemungkinan dapat revitalisasi afirmasi sesuai info dari Kepala BPMP Provinsi," jelas Apris Adrian Manafe, ketika dikonfirmasi via whatsapp pada Selasa (31/3). 

Apris Adrian Manafe berharap hal ini bisa terealisasikan untuk kelancaran proses belajar mengajar di Sekolah Dasar ini. (any) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.