Cerita Jefry Tugiman ABK Nazila 05, Detik-detik Mencekam saat Kapal Tenggelam di Perairan Taliabu
Aldi Ponge April 01, 2026 11:00 AM

TRIBUNGORONTALO.COM - Cerita Jefry Tugiman (34) anak buah kapal (ABK)  KM Nazila 05 yang tenggelam di Perairan Taliabu, Provinsi Maluku Utara

Jefry Tugiman mengaku sempat melakukan siaran langsung (Live) Facebook detik-detik mencekam saat Kapal Nazila 05 tenggelam di perairan utara Pulau Taliabu

Di tengah kepanikan dan cuaca buruk, para ABK bahkan sempat melakukan siaran langsung di Facebook menggunakan jaringan Starlink.

Jefry mengungkapkan, awalnya kapal tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan sebelum akhirnya masalah pada lambung diketahui oleh kapten kapal.

"Kapal tidak ada tanda-tanda kerusakan," ungkapnya saat sudah dievakuasi di Pelabuhan Gorontalo, Selasa (31/3/2026) malam. 

Ia menjelaskan, begitu kerusakan terdeteksi, suasana di atas kapal langsung berubah menjadi panik."Langsung panik semua," tukasnya. 

Meski dilanda kepanikan, para ABK masih berupaya menyelamatkan barang-barang sebelum kapal benar-benar tenggelam. 

Namun situasi semakin sulit saat air mulai masuk ke dalam kapal akibat lambung yang pecah.

Dalam kondisi darurat itu, sempat ada upaya untuk mengatasi air yang masuk, namun Jefry menyadari kondisi sudah tidak memungkinkan.

"Saat air masuk, mereka bilang airnya dikeluarkan saja, tapi saya bilang sudah tidak bisa, karena sudah pecah bagian lambung kapal," terangnya. 

Kapalpun akhirnya tidak bisa diselamatkan. Para ABK bertahan menggunakan pelampung, gabus, dan sampan kecil di tengah laut dengan kondisi cuaca yang tidak bersahabat.

"Cuaca buruk, ombak besar dan ribut waktu itu," kata Jefry. 

Di tengah situasi genting tersebut, muncul satu upaya yang tak biasa. 

Para ABK memanfaatkan koneksi Starlink yang masih aktif untuk menyiarkan kondisi mereka secara langsung di media sosial.

Upaya ini dilakukan agar keberadaan mereka segera diketahui oleh pihak luar, termasuk keluarga.

"Sempat siaran langsung saat Starlink masih hidup," ujarnya. 

Langkah it menjadi cara mereka mengirimkan pesan darurat. 

Para ABK akhirnya bertahan selama 13 jam mengapung di laut sebelum ditemukan tim SAR dalam kondisi selamat.

Kronologi KM Nazila 05 Tenggelam di  Laut Taliabu Maluku Utara

KAPAL TENGGELAM -- Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Gorontalo, Heriyanto, menjelaskan kecelakaan kapal Nazila 05. Para ABK sudah tiba di Pelabuhan Pelindo Gorontalo pada  Selasa (31/03/2026)  pukul 21.24 Wita.
KAPAL TENGGELAM -- Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Gorontalo, Heriyanto, menjelaskan kecelakaan kapal Nazila 05. Para ABK sudah tiba di Pelabuhan Pelindo Gorontalo pada  Selasa (31/03/2026)  pukul 21.24 Wita. (TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Gorontalo, Heriyanto, menjelaskan kecelakaan kapal bermula saat kapal bertolak dari Pulau Taliabu menuju Desa Kema, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, pada Minggu 29 Maret 2026 pukul 18.00 WIT.

Dalam perjalanan, kapal mengalami kerusakan serius akibat cuaca buruk yang melanda perairan tersebut.

"Pada Senin 30 Maret 2026 sekitar pukul 03.30 WIT, Kapal mengalami kerusakan akibat cuaca buruk," ujarnya, Selasa (31/3/2026).

Kerusakan itu semakin parah hingga menyebabkan bagian haluan kapal patah.  Nahkoda kemudian menghubungi pemilik kapal untuk melaporkan kondisi darurat yang dihadapi.

Situasi memburuk saat kapal akhirnya tidak bisa diselamatkan dan tenggelam.  Seluruh ABK pun terpaksa melakukan evakuasi mandiri menggunakan perahu kecil.

Sekitar pukul 04.00 WIT, nahkoda kembali memberi kabar bahwa kapal telah tenggelam dan seluruh kru berada di atas long boat.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu segera mengoordinasikan operasi SAR dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk KN SAR Bhisma dan RB 216 Gorontalo.

Heriyanto menegaskan bahwa secara kewenangan operasi berada di bawah Basarnas Palu, sementara pihak Gorontalo memberikan dukungan dalam proses pencarian.

Tim SAR gabungan mulai bergerak sejak dini hari untuk menyisir lokasi kejadian.  KN SAR Bhisma menuju titik koordinat awal pada Selasa 31 Maret 2026 pukul 03.00 Wita, namun belum membuahkan hasil.

Sementara itu, tim dari Gorontalo juga dikerahkan untuk memperkuat pencarian di lapangan. "Dan kami berangkatkan KN SAR 216 tadi malam sekitar pukul 21.00 Wita menuju LKP dan tiba di LKP pukul 03.30 dan langsung melakukan pencarian," jelasnya. 

Upaya pencarian terus dilakukan dengan memperluas area dan memperkuat koordinasi antar unsur SAR.

Titik terang mulai terlihat setelah Com Center Palu berkoordinasi dengan penjaga rakit di perairan Bolaang Mongondow Selatan yang memberikan informasi posisi korban.

Berdasarkan informasi tersebut, tim SAR segera bergerak menuju lokasi yang dimaksud. Seluruh korban ditemukan dalam kondisi selamat meski telah berjam-jam berada di laut.

"Para korban mengapung di laut selama 13 jam, dan ditemukan sekitar pukul 08.00 Wita pagi tadi," ungkapnya. 

Para korban ditemukan pada koordinat sekitar 16 mil laut dari lokasi kejadian. Setelah itu, proses evakuasi segera dilakukan untuk memastikan keselamatan mereka.

Seluruh ABK kemudian dipindahkan ke RB 216 Gorontalo dan dibawa menuju Pelabuhan Pelindo Gorontalo.

Setibanya di pelabuhan pada pukul 21.11 Wita, para korban langsung mendapatkan penanganan awal berupa pemeriksaan kesehatan dan makanan.

Kondisi para korban secara umum dalam keadaan baik, meskipun beberapa di antaranya terlihat kelelahan setelah melewati situasi yang menegangkan.

Heriyanto mengungkapkan bahwa sebagian korban masih tampak syok, sementara lainnya sudah dapat berkomunikasi dengan keluarga mereka.

"Mereka nanti akan dijemput oleh pihak perusahan yang dari Manado sedang perjalanan ke sini," terangnya. 

Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, terdapat satu orang yang mengalami gangguan fisik ringan akibat paparan dingin selama di laut.

"Kapten kapal mungkin karena dingin kakinya agak bengkak," pungkasnya.

Berikut Identitas Penumpang Kapal Nazila 05:  

EVAKUASI - Penumpang kapal Nazila 05 di Perairan Taliabu,Provinsi Maluku Utara dievakuasi ke Pelabuhan Gorontalo pada Selasa (31/03/2026) malam
EVAKUASI - Penumpang kapal Nazila 05 di Perairan Taliabu,Provinsi Maluku Utara dievakuasi ke Pelabuhan Gorontalo pada Selasa (31/03/2026) malam (Basarnas Gorontalo)

1.    Gazali minggu Nakhoda (46)

2.    Rizki Sakka (24)

3.    Abdul latif (48)

4.    Abubakar Laonga (55)

5.    Arno tangia (20)

6.    Djadid akuba (46)

7.    Faizal Adil (18)

8.    Faruq umadji (46)

9.    Haris Langkau (47)

10.    Haris Sanang (45)

11.    Irmansyah Mamonto (22)

12.    Jefry tugiman (34)

13.    Joko mamonto (43)

14.    Kamaludin (31)

15.    Miracle Christo Petra wongkaren (22)

16.    Muhammad Suaib (48)

17.    Nasrun mamu (31)

18.    Rijal Layama (24)

19.    Rizal Marcus (34)

20.    Rustam Mangkialo (44)

21.    Yanto Adil (48). (*/Jian) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.