TRIBUNPADANG.COM, DHARMASRAYA – Kepolisian Resor (Polres) Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar). Selama pelaksanaan Operasi Ketupat Singgalang 2026, tercatat tidak ada satupun laporan kecelakaan lalu lintas atau zero accident.
Pencapaian ini menjadi prestasi tersendiri bagi jajaran kepolisian setempat dalam mengawal arus mudik dan balik Lebaran di wilayah yang menjadi perlintasan utama lintas Sumatera tersebut.
Kapolres Dharmasraya, AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, melalui Kasat Lantas Iptu Wahyuli Amra, mengonfirmasi kondisi kondusif tersebut kepada awak media pada Rabu (1/4/2026).
“Selama pelaksanaan operasi, kami mencatat nihil kecelakaan lalu lintas. Fokus kami memang memastikan masyarakat aman dan nyaman di jalan,” ujar Iptu Wahyuli Amra.
Baca juga: Arus Lalin Sitinjau Lauik Terpantau Lancar Pagi Ini, Solok-Padang Tak Ada Kendala
Operasi kemanusiaan yang menitikberatkan pada kelancaran arus lalu lintas ini dinilai sukses besar.
Petugas di lapangan bekerja ekstra untuk memastikan setiap pengendara mendapatkan pelayanan maksimal.
Iptu Wahyuli Amra menyebutkan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras dan sinergi yang solid di lapangan.
"Alhamdulillah, berkat kerjasama semua pihak terkait, operasi kemanusiaan ini dapat berjalan dengan baik," tambahnya.
Pencapaian zero accident ini tercatat dalam kurun waktu pelaksanaan operasi yang berlangsung sejak 13 hingga 25 Maret 2026.
Keberhasilan Polres Dharmasraya tidak datang begitu saja. Pihak kepolisian menerapkan strategi berlapis, mulai dari patroli berkelanjutan hingga edukasi masif kepada masyarakat.
Baca juga: Dendam Sejak 2016 Berakhir Tragis, Pria di Palembayan Agam Diduga Bunuh dan Kubur Lansia 76 Tahun
Polisi aktif menyebarkan imbauan melalui berbagai lini, mulai dari media sosial, media massa, hingga pemasangan spanduk peringatan di titik-titik yang dianggap rawan kecelakaan.
"Patroli secara berkelanjutan serta imbauan di titik rawan menjadi indikator utama Dharmasraya tetap aman dalam periode tersebut," jelasnya.
Selain faktor kesiapsiagaan petugas, faktor utama lainnya adalah meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berkendara. Kedisiplinan pengguna jalan di wilayah Dharmasraya mengalami peningkatan signifikan.
Kepolisian memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat yang dinilai semakin patuh terhadap aturan lalu lintas, terutama selama masa operasi yang padat.
"Keberhasilan itu juga tidak lepas dari meningkatnya disiplin pengguna jalan. Kami sangat mengapresiasi masyarakat yang patuh aturan," kata Iptu Wahyuli.
Baca juga: Longsor Sepanjang 20 Meter Tutupi Badan Jalan Nasional di Palupuh Agam, Akses Lalin Lumpuh Total
Langkah ini diambil untuk menjamin kelancaran arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, mengingat wilayah ini merupakan gerbang utama masuknya kendaraan dari arah selatan Pulau Sumatera.
Iptu Wahyuli Amra, mengonfirmasi bahwa seluruh infrastruktur pengamanan telah siap digunakan sejak awal pekan ini.
Fokus utama kepolisian adalah memberikan rasa aman bagi para pelancong yang melintasi jalur trans-Sumatera.
Penempatan titik pantau dilakukan secara strategis di tiga lokasi yang memiliki tingkat aktivitas kendaraan paling padat.
Lokasi tersebut meliputi kawasan Sungai Rumbai yang berbatasan langsung dengan Provinsi Jambi, area Umega Gunung Medan, serta Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pulau Punjung.
"Kami ingin memastikan bahwa setiap pemudik yang memasuki wilayah Dharmasraya mendapatkan akses pelayanan yang memadai. Tiga pos ini bukan sekadar titik pantau, melainkan pusat bantuan bagi masyarakat," ujar Iptu Wahyuli Amra saat dikonfirmasi pada Senin (16/3/2026).
Dalam pelaksanaan operasi tahun ini, Polres Dharmasraya tidak bekerja sendiri. Sebanyak 74 personel kepolisian dikerahkan secara khusus untuk menjaga stabilitas lalu lintas dan keamanan wilayah selama masa mudik Lebaran berlangsung.(*)