Purbaya Sebut Anggaran RI Aman Meski Minyak Dunia Tembus 100 Dollar: Kita Kendalikan Semuanya
jonisetiawan April 01, 2026 02:38 PM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang terus bergejolak, kekhawatiran terhadap kondisi keuangan negara kerap mencuat.

Namun pemerintah menegaskan bahwa fondasi fiskal Indonesia masih kokoh. Di balik tekanan harga energi dan dinamika geopolitik, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) disebut tetap berada dalam jalur yang aman dan terkendali.

Pemerintah Tegaskan Defisit Tetap Aman

Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa kondisi APBN tetap terjaga dengan baik. Ia menegaskan bahwa defisit fiskal masih berada dalam batas yang aman dan pengelolaan anggaran dilakukan secara disiplin.

“Defisitnya terkendali dan anggarannya tidak morat marit. Kita kendalikan dengan baik semuanya,” ujarnya dalam konferensi pers terkait kebijakan pemerintah menghadapi situasi geopolitik global.

Baca juga: Purbaya Setuju MBG Dipangkas Jadi 5 Hari, BGN: Kecuali Daerah 3T, Tingginya Stunting Jadi Alasan

Antisipasi Harga Minyak hingga 100 Dolar AS

Pemerintah tidak tinggal diam menghadapi potensi tekanan eksternal. Berbagai skenario telah dihitung, termasuk kemungkinan harga minyak dunia mencapai rata-rata 100 dolar AS per barel hingga akhir tahun.

Meski demikian, Purbaya menegaskan bahwa kondisi fiskal tetap dalam kendali.

“Hitungan kita sekarang sampai 100 dollar rata-rata sampai akhir tahun pun anggaran kita tetap berkesinambungan dan defisitnya masih terkendali,” kata dia.

Data Terbaru: Defisit Meningkat, Tapi Masih Terjaga

Berdasarkan data Kementerian Keuangan Republik Indonesia, defisit APBN hingga akhir Februari 2026 mencapai Rp135,7 triliun atau sekitar 0,5 persen dari PDB.

Angka ini memang meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya Rp30,7 triliun atau 0,13 persen dari PDB. Namun pemerintah menilai peningkatan tersebut masih dalam batas yang dapat dikendalikan.

OTT PEGAWAI PAJAK DAN BEA CUKAI - Menkeu Purbaya
KATA MENKEU PURBAYA - Menkeu Purbaya memastikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tetap dalam batas aman, meskipun menghadapi tekanan ekonomi global dan potensi kenaikan harga minyak hingga 100 dolar AS per barel. (Kompas.com)

Pendapatan Negara Tumbuh Positif

Dari sisi penerimaan, kinerja APBN menunjukkan tren positif. Hingga Februari 2026, pendapatan negara mencapai Rp358 triliun atau 11,4 persen dari target tahunan.

Rinciannya:

  • Penerimaan perpajakan: Rp290 triliun (10,8 persen dari target)
  • PNBP: Rp68 triliun (14,8 persen dari target)

Angka tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Pengumpulan pajak di dua bulan pertama 2026 ini tumbuh 30 persen. Kita akan pastikan itu akan stabil terus ke depan,” ujar Purbaya.

Baca juga: Purbaya Bongkar Aksi Oknum Nakal yang Sengaja Bikin Coretax Error: Ada Pengkhianat di Kemenkeu!

Belanja Negara Meningkat Signifikan

Di sisi lain, realisasi belanja negara juga mengalami lonjakan. Hingga Februari 2026, belanja mencapai Rp493,8 triliun atau sekitar 12,8 persen dari total pagu APBN.

Angka ini meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp348,1 triliun. Kenaikan ini mencerminkan upaya pemerintah dalam menjaga momentum pertumbuhan sekaligus merespons kebutuhan ekonomi domestik.

Keseimbangan antara Disiplin dan Fleksibilitas

Pemerintah menegaskan bahwa pengelolaan APBN dilakukan dengan prinsip kehati-hatian, namun tetap fleksibel untuk merespons dinamika global.

Di satu sisi, disiplin fiskal dijaga agar defisit tidak melebar terlalu jauh. Di sisi lain, ruang anggaran tetap disiapkan untuk menghadapi potensi krisis, termasuk gejolak harga energi dan tekanan eksternal lainnya.

Pesan untuk Publik: Tidak Perlu Khawatir

Melalui berbagai indikator tersebut, pemerintah mencoba memberikan sinyal optimisme kepada masyarakat. Meski tantangan global masih besar, kondisi keuangan negara dinilai tetap stabil dan terkendali.

Dengan perencanaan yang matang hingga akhir tahun, pemerintah berharap APBN tetap mampu menjadi penopang utama stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian dunia.

***

(TribunTrends/Kompas)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.