Sosok Kapten Inf Zulmi Aditya Prajurit TNI Asal Cimahi Gugur di Lebanon, Dedi Mulyadi Ucap Duka 
Ferdinand Waskita Suryacahya April 01, 2026 02:52 PM

 

TRIBUNJAKARTA.COM -  Kapten Inf Zulmi Aditya, perwira pertama TNI dari satuan Grup 2 Komando Pasukan Khusus (Kopassus) gugur di Lebanon.

Ia gugur saat menjalankan misi perdamaian United Nations Interim Forece in Lebanan (UNIFIL) di Lebanon Selatan pada Senin (30/3/2026).

Selain dua prajurit yang meninggal dunia, ada dua prajurit yang dilaporkan mengalami luka-luka, yakni Lettu Inf. Sulthan dari Yonif 320 dan Prajurit Kepala (Praka) Deni dari AU Lanud Atang Sanjaya.

GUGUR DI LEBANON - Kapten Inf Zulmi Aditya, perwira pertama TNI dari satuan Grup 2 Komando Pasukan Khusus (Kopassus) gugur di Lebanon. (KOMPAS.com/BAGUS PUJI PANUNTUN/TribunJabar/Infocimahi.com)

Sosok Kapten Zulmi

Zulmi Aditya merupakan warga  Kampung Cikendal, RT 01/04, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Jawa Barat.

Ia tercatat sebagai alumni SMAN 3 Cimahi angkatan 2011.

Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar adalah lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 2015.

Zulmi juga sudah malang melintang berkarier sebagai prajurit TNI.

Ia merupakan anggota TNI dari kecabangan Infanteri, pasukan tempur darat utama yang terdiri dari prajurit pejalan kaki dengan dilengkapi persenjataan ringan.

Di Infanteri, Zulmi memiliki tugas untuk melakukan pertempuran jarak dekat, serangan, pertahanan, dan pembersihan area.

Di TNI AD, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar diketahui menduduki posisi jabatan sebagai Sat Grup 2 Kopassus.

Dalam tugas terakhirnya, Zulmi tergabung di UNIFIL.

Misi perdamaian yang dilaksanakan pasukan UNIFIL di Lebanon berada di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

UNIFIL adalah misi penjaga perdamaian PBB yang didirikan pada Maret 1978 untuk menjaga keamanan di Lebanon Selatan, khususnya di sepanjang perbatasan dengan Israel.

Duka Dedi Mulyadi

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyampaikan duka atas gugurnya 3 prajurit TNI yang diduga diakibatkan serangan Israel.

Satu di antara prajurit yang gugur tersebut di antaranya adalah warga Jawa Barat yakni Kapten Inf Zulmi Aditya. 

Dedi Mulyadi menyampaikan duka dan belasungkawa itu lewat video unggahan terbaru di Instagram pribadinya, Rabu (1/4/2026).

“Atas nama Provinsi Jawa Barat kami menyampaikan duka yang mendalam atas gugurnya 3 prajurit TNI dalam misi menjaga perdamaian dunia, bertugas di Lebanon,” ungkap Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi mengetahui salah satu prajurit TNI yang gugur itu berasal dari Jawa Barat.

Ia mendoakan agar seluruh keluarga Kapten Inf Zulmi Aditya ditabahkan.

Gubernur yang akrab disapa KDM itu meyakini bahwa seluruh tugas yang selama ini diemban Zulfi Aditya akan menjadi catatan kebaikan dalam sejarah perdamaian dunia.

Terkait situasi memanasnya konflik di Timur Tengah itu, Dedi Mulyadi juga berharap agar perang segera berakhir.

Duka Keluarga

Duka masih menyelimuti keluarga Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar di Kota Cimahi. 

Hingga kini, keluarga masih menunggu kepulangan jenazah almarhum dari Lebanon ke Indonesia. 

Kabar gugurnya Kapten Zulmi tidak langsung diterima secara utuh oleh pihak keluarga. Informasi awal sudah diterima sejak Senin sore, namun baru dipastikan pada Selasa (31/3/2026) setelah ada konfirmasi resmi dari kesatuan. 

"Ya benar, adik kami Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar meninggal di Lebanon. Mudah-mudahan almarhum diterima di sisi Allah SWT," ungkap kakak sepupu almarhum, Risman Efendi. 

Ia mengaku keluarga sempat ragu terhadap kabar yang beredar sebelum adanya kepastian resmi. 

"Informasi kemarin sebetulnya, cuma belum berani memastikan, karena memang belum ada kepastian. Nah tadi sekitar jam 4 sore, dapat update adik kami benar yang gugur di Lebanon," ujarnya. 

Saat ini, keluarga masih menunggu informasi terkait jadwal pemulangan jenazah. 

"Jenazahnya masih di sana, kita lagi menunggu pemulangan ke Indonesia. Mudah-mudahan segera bisa dipulangkan, sekarang keluarga masih menunggu kabar dari komandan kesatuan," kata Risman. 

Di rumah duka yang berada di Kampung Cikendal, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, suasana haru menyelimuti keluarga. 

Sejak Selasa malam, kerabat dan pelayat mulai berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir. 

Karangan Bunga

Karangan bunga duka cita juga terlihat memenuhi area rumah, termasuk kiriman dari jajaran Menteri dan Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian almarhum dalam misi perdamaian dunia.

Puluhan karangan bunga memenuhi rumah duka almarhum Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar di Jalan Cikendal Nomor 40, Kampung Cikendal RT 01 RW 04 Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi.

Karangan bunga itu berjejer di pinggir jalan hingga memenuhi teras rumah duka.

Pantauan di lokasi pada Rabu (1/3/2026) siang, karangan bunga dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi hingga satuan-satuan TNI terlihat berjejer rapi.

Karangan bunga terus berdatangan secara berkala dihantar kurir menggunakan sepeda motor.

Risman Efendi, perwakilan keluarga mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih menunggu kedatangan jenazah dari Lebanon.

"Masih tetap menunggu dari komandan, update nya sama kemarin, Mudah-mudahan sehari dua hari ini bisa tiba di tanah air, pemulangan almarhum," kata Risman di lokasi.

Pihak keluarga tidak mengetahui secara detail proses pemulangan jenazah Kapten Zulmi.

Yang pasti, setelah dinyatakan gugur di Lebanon pada Senin (30/3/2026), jenazah telah dilakukan proses evakuasi ke rumah sakit.

"Proses masih berjalan, kemarin sudah dievakuasi, ke rumah sakit di Lebanonya, menunggu proses selanjutnya," ujarnya.

Rencananya, penerbangan akan menempuh rute Libanon ke Jakarta, kemudian dibawa ke rumah di Cimahi.

"Belum kita tahu, yang jelas kita menunggu  penerbangan jalurnya, kemarin katanya dari Lebanon ke Jakarta dulu, Jakarta ke rumahnya, baru ke pemakaman," katanya.

(TribunJakarta.com/TribunJabar)

BERITA TERKAIT

  • Baca juga: Praka Farizal Rhomadhon Gugur di Lebanon, Terungkap Sosok Karang Taruna Aktif Semasa Muda
  • Baca juga: Kecam Serangan Terhadap Pasukan UNIFIL di Lebanon, JDF Asia Pasifik Desak Sanksi Tegas untuk Israel
  • Baca juga: HASIL Timnas: Strategi Kluivert Bisa Dijegal, Tembok Kokoh Lebanon Gagal Ditembus Pasukan Garuda
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.