TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Proyek renovasi Stadion Teladan Medan masih menghadapi kendala jelang perhelatan Piala AFF U-19 2026.
Kekurangan tenaga kerja menjadi faktor utama yang membuat penyelesaian stadion legendaris ini belum juga rampung, meski progres telah memasuki tahap akhir (finishing), Rabu (1/4/2026).
Kondisi terungkap setelah Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution meninjau langsung pembangunan Stadion Teladan.
Dalam peninjauan itu, keduanya melihat langsung perkembangan fisik stadion, termasuk kondisi rumput lapangan yang akan digunakan untuk pertandingan internasional.
Rico Waas mengakui, saat ini pengerjaan stadion telah memasuki tahap finishing. Namun, jumlah tenaga kerja yang masih terbatas menjadi hambatan utama percepatan proyek.
“Sekarang pekerja sekitar 120 orang. Idealnya bisa ditambah hingga 300 orang supaya pekerjaan cepat selesai sesuai target,” ujarnya.
Pemko Medan pun membuka opsi penambahan tenaga kerja, bahkan dengan skema kerja tiga shift guna mengejar ketertinggalan waktu.
Baca juga: Amsal Sitepu Divonis Bebas, Lovia Sianipar: Suamiku Sudah Pulang, Mau Saya Masakkan Telur Ceplok
Baca juga: Polisi Bongkar Sindikat Perdagangan Bayi di Medan, Enam Pelaku Diamankan
Baca juga: Mata Amsal Sitepu Berkaca-kaca dan Peluk Istrinya Lovia Sianipar setelah Divonis Bebas
Stadion Teladan sendiri ditargetkan rampung pada pertengahan Mei 2026 agar siap digunakan sebagai salah satu venue Piala AFF U-19.
Sementara itu, Bobby Nasution menegaskan, secara teknis pembangunan tidak mengalami kendala berarti.
Seluruh material dan fasilitas pendukung seperti pencahayaan stadion disebut telah tersedia.
"Kalau ada kurang Man Power, dari sini dan Jawa kurang, kita siapkan ada dari satuan juga Man Powernya. Tinggal dikoordinasikan saja.
Kalau Man Power 300 orang saya rasa bisa terkejar target. Saat ini Man Power 120 orang. Material sudah on side semua. Tinggal mau gak bayar buat nambah Man Powernya. Barang-barang olahraga sudah ready semua," kata Bobby Nasution.
“Masalahnya hanya di Man Power. Kalau ditambah dan dibuat tiga shift, saya yakin bisa selesai tepat waktu,” katanya.
Ia juga mengungkapkan, progres pekerjaan yang bersumber dari APBN hampir rampung dengan sisa sekitar 2 persen pada tahap pertama. Sedangkan tahap kedua disebut berjalan sesuai rencana tanpa deviasi.
Meski demikian, Bobby tetap mengingatkan pentingnya perawatan lapangan, khususnya kualitas rumput agar memenuhi standar internasional.
“Rumputnya sudah bagus, tapi harus dirawat maksimal. Penyiraman harus rutin,” tegasnya.
Sebagai langkah antisipasi, Pemprov Sumut juga menyiapkan Stadion Mini Pancing sebagai venue alternatif jika Stadion Teladan tidak selesai tepat waktu.
Stadion tersebut akan mendampingi Stadion Utama Sumatera Utara di Deli Serdang yang telah dinyatakan siap.
“Kami tetap optimistis selesai tepat waktu. Tapi skenario cadangan tetap disiapkan,” pungkas Bobby.
(Dyk/Tribun-Medan.com)