Sosok Brigjen TNI Purn Sudarto, Gugat Polda Metro Jaya soal Kasus Ijazah Jokowi, Alumni Akmil 1985
Febri Prasetyo April 01, 2026 03:20 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Purnawirawan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Brigjen Sudarto menjadi salah satu dari sembilan purnawirawan yang mengajukan gugatan perdata kepada Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Gugatan tersebut dilayangkan melalui mekanisme  citizen lawsuit soal penanganan kasus dugaan ijazah palsu Joko Widodo.

Hal tersebut diinisiasi oleh eks Danjen Kopassus Mayjen TNI (Purn) Soenarko.

Bahkan, gugatan tersebut juga sudah teregistrasi di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan dengan nomor perkara 329/Pdt.G/2026/PN.JKT.SEL.

Sidang perdana gugatan yang dilayangkan 9 purnawirawan tersebut akan dilaksanakan di PN Jaksel pada Senin (6/4/2026).

Profil Brigjen TNI Sudarto

Brigjen TNI Purn Sudarto memiliki nama dan gelar lengkap Brigjen TNI (Purn.) Dr. Sudarto, SH., M.Kn., MH., CFrA, CMC, CCD.

Baca juga: Profil Mayjen Purn Soenarko, Eks Danjen Kopassus Gugat Citizen Lawsuit Dugaan Ijazah Palsu Jokowi 

Brigjen atau Brigadir Jenderal adalah pangkat perwira tinggi terendah di militer (TNI AD/AL/AU) dan kepolisian (Polri).

Status Brigjen memiliki tanda pangkat satu bintang emas dan dikenal sebagai Jenderal Bintang Satu.

Pangkat Brigjen juga berada tepat di bawah Mayor Jenderal alias Mayjen atau Irjen (Inspektur Jenderal) dan di atas Kolonel atau Kombes. 

Brigjen TNI Purn Sudarto dulunya merupakan Aslog Kaskogabwilhan I saat di militer.

Aslog Kaskogabwilhan I singkatan dari Asisten Logistik Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I.

Aslog Kaskogabwilhan I merupakan perwira staf yang memiliki tanggung jawab atas pengelolaan logistik di lingkungan Kogabwilhan I.

Jabatan Aslog Kaskogabwilhan I adalah bagian dari struktur utama Kogabwilhan I yang bermarkas di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Jabatan ini berfokus pada operasional dan pertahanan wilayah, terutama wilayah barat. 

Sudarto lahir pada tanggal 18 April 1962 dan berasal dari kecabangan Artileri Medan. Sudarto adalah lulusan Akademi Militer atau Akmil 1985.

Dia pernah menjabat sebagai Staf Khusus Kasad. Pria ini sudah menjalani kariernya di dunia militer dari pangkat Letnan Dua hingga Brigadir Jenderal.

Baca juga: 15 Daftar Purnawirawan TNI Gugat Polda Metro Jaya Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi: Ada 9 Jenderal

Ia juga memegang banyak jabatan di Angkatan Darat Indonesia. 

Sudarto pernah mendapatkan  penghargaan utama dalam kariernya. Ia pernah menerima Bintang Kartika Eka Paksi Nararya dan Lencana Bintang Dharma Bantala. 

Bintang Kartika Eka Paksi Nararya merupakan tanda kehormatan militer kelas ketiga atau terakhir dari Bintang Kartika Eka Paksi.

Penghargaan Bintang Kartika Eka Paksi Nararya berbentuk lencana perak dengan lambang emas.

Bintang Kartika Eka Paksi Nararya diberikan Pemerintah Indonesia kepada prajurit TNI Angkatan Darat atas jasa luar biasa, kemampuan, dan kebijaksanaan melebihi panggilan kewajiban untuk kemajuan TNI AD.

Sementara itu, Satyalancana Dharma Bantala merupakan tanda kehormatan yang didapatkan oleh prajurit TNI Angkatan Darat (AD) yang telah mendarmabaktikan diri secara paripurna. 

Penghormatan ini diberikan oleh pemerintah atas kesetiaan dan pengabdian luar biasa prajurit.

Umumnya penghormatan diberikan setelah memenuhi syarat masa dinas atau gugur dalam tugas. 

Dilansir tbrights.com, Brigjen TNI Pun Sudarto menjabat posisi Wakil Dekan Fakultas Hukum di Universitas Marshal Suryadharma (UNSURYA).

Ia juga dikenal sebagai seorang doktor hukum dengan pengalaman menangani kasus-kasus militer, sipil, dan pidana.

(Tribunnews.com/Ika Wahyuningsih/Rakli)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.