Suami Siri Pelaku yang 'Habisi' Nyawa Perempuan Asal Lampung di OKU Timur, Motif Masih Misteri
Welly Hadinata April 01, 2026 03:27 PM

SRIPOKU.COM, MARTAPURA - Polisi saat ini fokus pada pengejaran terduga pelaku yang identitasnya sudah mengerucut.

Dugaan kuat keterlibatan suami siri korban dalam kasus pembunuhan tersebut.

Seorang perempuan berinisial M (40), warga Bukit Kemuning, Provinsi Lampung, ditemukan tewas bersimbah darah di dalam rumahnya di Dusun Sungai Tebu, Desa Gunung Terang, Kecamatan Madang Suku I, Kabupaten OKU Timur, Sumsel, Selasa (31/3/2026) sekitar pukul 21.30 WIB.

Peristiwa tragis ini sontak mengguncang warga sekitar yang tidak menyangka korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa dengan luka yang diduga akibat senjata tajam.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), aparat kepolisian menemukan satu bilah pisau bergagang kayu berwarna cokelat yang diduga digunakan sebagai alat untuk menghabisi korban.

Selain itu, petugas juga mengamankan satu unit handphone milik korban.

Menariknya, tidak ditemukan adanya barang milik korban yang hilang, sehingga dugaan sementara mengarah pada motif selain pencurian.

Kasat Reskrim Polres OKU Timur, IPTU Rendi Ramadhona, mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku yang identitasnya sudah mulai mengerucut.

“Tim kami masih melakukan penyisiran di lapangan dan terus memburu keberadaan terduga pelaku. Kami juga mengumpulkan berbagai informasi untuk mempercepat pengungkapan kasus ini,” ujarnya saat dikonfirmasi jurnalis Tribunsumsel.com dan Sripoku.com pada Rabu (1/4/2026).

Ia menjelaskan, dari hasil penyelidikan awal, hubungan antara korban dan terduga pelaku diketahui merupakan suami siri. Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa kasus ini berkaitan dengan persoalan personal.

“Identitas sudah kami kantongi dan hubungan korban dengan terduga pelaku adalah suami siri. Saat ini kami terus melakukan pendalaman,” tambahnya.

Polisi juga telah mendatangi pihak keluarga terduga pelaku untuk memberikan imbauan agar yang bersangkutan segera menyerahkan diri.

“Langkah persuasif juga kami lakukan dengan mendatangi keluarga terduga pelaku agar membantu menghadirkan yang bersangkutan,” jelas IPTU Rendi.

Hingga saat ini, dua orang saksi telah diketahui dan masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut di Polsek Madang Suku I.

Keterangan saksi diharapkan dapat memperjelas kronologi serta motif di balik peristiwa tersebut.

Sementara itu, hasil olah TKP menguatkan dugaan bahwa korban meninggal dunia akibat luka senjata tajam, meskipun penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

Polisi memastikan akan terus mengembangkan kasus ini hingga pelaku berhasil diamankan dan motif pembunuhan terungkap secara jelas.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.