TRIBUNNEWS.COM - Fenomena pergantian pelatih di tengah babak Kualifikasi Piala Dunia dapat dikatakan seperti perjudian yang sangat besar.
Hal itulah yang dirasakan beberapa negara Asia saat berjuang lolos kualifikasi, demi bisa tampil di Piala Dunia 2026.
Empat negara Asia diketahui merasakan harga sepadan dari keputusannya mengganti pelatih di tengah kualifikasi.
Sementara, Timnas Indonesia menjadi negara yang paling apes, lantaran justru gagal ketika melakukan hal serupa.
Baca juga: Resmi Grup Piala Dunia 2026: Era Baru 48 Negara Dimulai, Last Dance Messi vs Ronaldo
Australia, Qatar, Arab Saudi dan Irak, barangkali layak dianggap sebagai empat negara yang merasakan buah manis dari keputusannya mengganti pelatih di momen kritis.
Dikatakan demikian, karena empat negara tersebut sama-sama memastikan diri lolos ke babak utama Piala Dunia.
Meskipun harus tertatih-tatih di babak kualifikasi, empat negara Asia itu mampu mewujudkan target utama yakni lolos ke Piala Dunia.
Dimulai dari Australia.
Performa Australia sempat mengkhawatirkan terutama saat memulai perjalanannya di ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Bersaing dengan Jepang, Arab Saudi, Bahrain, China dan Timnas Indonesia.
Australia tampak seperti tim yang sedang hilang arah.
Kalah melawan China dengan skor 0-1 pada laga pertama di kandang sendiri, lalu hanya bisa bermain imbang 0-0 melawan Timnas Indonesia di laga kedua.
Menjadi tanda performa Australia mengalami penurunan drastis.
Seakan tidak ingin mengambil resiko, baik Australia dan Graham Arnold pun sepakat untuk mengakhiri kerjasama.
Perpisahan antara Australia dengan pelatihnya tersebut pun tak terelakan.
Tepat 10 hari setelah Australia bermain imbang tanpa gol melawan Timnas Indonesia, Graham Arnold mundur dari jabatannya sebagai pelatih.
Sebagai gantinya, Australia mempercayakan posisi yang ditinggalkan Graham Arnold kepada Tony Popovic.
Benar saja, keputusan Australia untuk berpisah dengan Graham Arnold, lalu menunjuk Tony Popovic berbuah manis.
Australia yang awalnya terancam tidak bisa lolos langsung ke Piala Dunia 2026 dari ronde ketiga, akhirnya mampu membalikkan keadaan.
Rentetan hasil apik yang didapatkan Australia sejak dibesut Tony Popovic, akhirnya membuat mereka lolos langsung ke Piala Dunia 2026 dari ronde ketiga, sebagai runner-up grup, mendampingi Jepang yang berstatus pemuncak klasemen.
Lain cerita dengan Qatar dan Arab Saudi.
Perjuangan lebih keras harus dijalani Qatar dan Arab Saudi yang tidak bisa langsung lolos dari ronde ketiga.
Dua negara tersebut diketahui baru bisa menyegel tiket lolos ke Piala Dunia 2026 dari ronde keempat kualifikasi.
Contohnya Qatar yang lolos dari ronde keempat, setelah menahan imbang Oman (0-0) dan mengalahkan Uni Emirat Arab (2-1).
Sementara, Arab Saudi juga lolos lewat skenario yang sama di babak yang sama, dengan mengalahkan Timnas Indonesia (3-2) dan menahan imbang Irak (1-1).
Menariknya, baik Qatar dan Arab Saudi sama-sama mampu lolos ke Piala Dunia berkat pergantian pelatih.
Qatar melakukan pergantian pelatih, dari memberhentikan Luis Garcia, lalu menunjuk Julien Lopetegui sebagai penggantinya.
Sementara, Arab Saudi kembali menjalin kisah CLBK dengan Herve Renard setelah tidak puas dengan Roberto Mancini.
Sekalipun baru bisa memastikan diri lolos Piala Dunia 2026 dari ronde keempat, keputusan Qatar dan Arab Saudi mengganti pelatih sejak ronde ketiga seakan tetap dibayar dengan harga sepadan.
Terbaru, Irak menjadi negara Asia keempat yang merasakan berkah dari pergantian pelatih di tengah kualifikasi.
Keputusan mengejutkan Irak yang memberhentikan Jesus Casas pada April 2025, lalu menggantinya dengan Graham Arnold yang merupakan eks pelatih Australia, seakan berujung manis.
Di bawah komando Graham Arnold, akhirnya Irak mampu menuntaskan penantian panjangnya selama 40 tahun untuk bisa berpartisipasi lagi di ajang Piala Dunia.
Meskipun harus berjuang dengan cara berdarah-darah lantaran harus memainkan laga vital di final play-off antar benua.
Keberhasilan Irak mengalahkan Bolivia dengan skor 2-1 di play-off, Rabu (2/4/2026) pagi tadi yang memastikan tiket Piala Dunia untuk Irak seakan menjadi harga sepadan yang dibayar negara tersebut saat melakukan pergantian pelatih.
Dikala empat negara Asia di atas sama-sama mampu mewujudkan target utamanya lolos ke Piala Dunia, setelah melakukan perjudian dengan mengganti pelatih di tengah kualifikasi.
Timnas Indonesia justru mengalami nasib sebaliknya.
Apes dan tragis, barangkali menjadi dua kata yang layak menggambarkan nasib Timnas Indonesia di Kualifikasi.
Keputusan PSSI memecat Shin Tae-yong di tengah momentum Timnas Indonesia setelah mengalahkan Arab Saudi, lalu menggantikannya dengan Patrick Kluivert seakan menjadi langkah yang kontroversial.
Sekalipun Kluivert akhirnya mampu meloloskan Garuda ke ronde keempat, keputusan PSSI tersebut tetap saja menimbulkan pro kontra.
Hingga pada akhirnya, Timnas Indonesia tidak bisa banyak bicara dan disingkirkan Arab Saudi serta Irak dalam pertarungan sengit memperebutkan tiket lolos Piala Dunia dari ronde keempat.
Alih-alih bisa lolos langsung Piala Dunia dari ronde keempat, atau minimal tembus play-off, Garuda hanya menjadi juru kunci klasemen, setelah kalah di tangan Arab Saudi dan Irak dalam laga penentuan.
Harapan Timnas Indonesia untuk bisa lolos perdana ke Piala Dunia 2026 akhirnya berujung tragis.
Tak lama berselang, PSSI mengambil sikap, untuk memecat Patrick Kluivert setelah kegagalan tersebut.
Berkaca dari hal itu, keputusan PSSI mengganti pelatih di momen kritis, seakan berbeda hasilnya dengan empat negara Asia lain yang sama-sama berjuang lolos ke Piala Dunia lewat jalur kualifikasi.
(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)