TRIBUNPRIANGAN.COM - Seleksi nasional Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) 2026, kini menapak jalur anyar.
Pasalnya, perekrutan masuk Universitas yang terangkum dalam program pemerintah di tanah air yakni Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) ini, kembali dibuka dalam skala dan jumlah besar lagi pada tahun ini.
Adapun, masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, jumlah seleksi yang terbuka untuk Lulusan SMA/MA/SMK tahun 2024, 2025, 2026, Lulusan Paket C 3 tahun terakhir dengan usia maksimal 25 tahun per 1 Juli 2026 ini, secara nasional yang diterima tahun ini, akan rampung yakni sekitar 20 persen dari total daya tampung setiap PTN.
Dimana pada tahun lalu, jalur ini menerima sekitar 181.425 kursi dari total keseluruhan.
Jawa Barat sendiri terbagi sekitar 40?ri jumlah nasional, dimana Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menjadi kampus dengan penerimaan terbanyak di Jabar dengan menawarkan sekitar total 11.181 kuota selama periode SNPMB 2025.
Baca juga: Cara Daftar UTBK-SNBT 2026 untuk Siswa Kelas 12
Hal ini tentu tidak menutup kemungkinan akan sama dengan tahun sebelumnya, dalam rangka penerimaan mahasiswa baru dari setiap Universiatas pada tahun 2026.
Adapun, dalam sistem penerimaan seleksi tingkat pergurutan tinggi ini akan diberlakukan berbagai sistem dan ketentuan, salah satunya adalah ketentuan pemilihan Prodi yang menjadi dasar penting penjuruan.
Kabar baiknya, tahun ini setiap peserta diberikan kebebasan untuk memilih sebanyak 3 jurusan dalam sekali daftar.
Aturan ini otomatis menuntut calon mahasiswa untuk bisa memperhatikan dengan detail sistem yang digunakan pada setiap ketentuan yang berlaku.
Lantas seperti apa ketentuan pemilihan prodi yang dimaksud pada seleksi tahun ini?
Seperti yang diketahui aturan Pemilihan Prodi dalam sistem pendaftaran SNBT setiap tahun mengalami kesamaan.
Dimana para peserta masih akan berjibaku dengan prodi pilihan yang paling utama dan prodi-prodi pilihan kedua dan seterusnya.
Tahun, ini terdapat kombinasi penting yang harus dipahami, terutama jika para calon pendaftar mengambil lebih dari satu pilihan.
Adapun, berdasar pada ketentuan yang tertera dalam snpmb.id, berikut ini ketentuan resminya:
Catatan: semakin tinggi jumpah pemilihan prodi, maka semakin ketat pula aturan yang akan didapat.
Aturan ini cukup fleksibel dan bebas, dimana peserta bisa dengan langgeng memilih jurusan, baik Sarjana, D4, maupun D3.
Untuk opsi ini, peserta masih dalam kategori bebas namun kombinasi dari dua program dan belum dibatasi aturan khusus.
Sehingga masih bisa menggunakan penyesuaian pemilihan jurusan sesuai dengan keinginan masing-masing.
Adapun, program yang diperbolehkan antara lain:
2 program Sarjana
1 Sarjana dan 1 D4
1 Sarjana dan 1 D3
2 program vokasi (D3/D4)
Kombinasi D4 dan D3
Baca juga: Jangan Bingung, Begini Skema Memilih Prodi Saat Daftar UTBK-SNBT 2026 untuk Siswa Kelas 12 SMA/SMK
Pada opsi ini peserta mulai harus berjibaku dengan aturan ketat dengan mengandalkan maksimal 1 pola.
Dimana aturan pentingnya adalah, peserta tidak bisa memilih tiga program Sarjana sekaligus.
Pilihan harus mengikuti salah satu pola, diantarnya:
2 program akademik (S1) dan 1 vokasi, atau
1 program akademik dan 2 vokasi, atau
3 program vokasi (dengan minimal 1 program D3).
dengan kombinasi program, yakni
2 program (S1) dan 1 program (D3)
1 program (S1) dan 2 program (D3)
3 program (D3)
Opsi ini terkenal dengan tingkat ketat dari seluruh opsi.
Pasalnya, terdapat aturan pemasukan program vokasi dan tidak bisa hanya memilih program Sarjana saja.
Ya, aturan ini banyak mengecoh peserta dengan semakin banyak pilihan, peluang lolos akan semakin besar.
Namun yang terjadi adalah, tanpa strategi yang tepat, hal ini justru bisa menjadi alasan kegagalan.
Selain itu, memilih semua jurusan dengan tingkat persaingan tinggi, tidak memperhatikan urutan prioritas, serta mengabaikan program vokasi yang sebenarnya memiliki peluang besar.
Padahal, sistem seleksi akan memproses pilihan berdasarkan urutan dan peluang di masing-masing program studi. Jika semua pilihan terlalu kompetitif tanpa alternatif realistis, peluang lolos bisa menurun.
Ini penting diperhatikan, sebab peserta hanya boleh memilih dengan pola:
-2 program akademik dan 2 vokasi (minimal 1 D3), atau
-1 program akademik dan 3 vokasi (minimal 1 D3)
Contoh kombinasi yang diperbolehkan:
2 program S1, 1 program D4, dan 1 program D3
2 program S1 dan 2 program D3
1 program S1 dan 3 program D3
Baca juga: Cara Pilih 4 Program Studi Saat Daftar UTBK-SNBT 2026, Ketahui Jangan Sampai Salah Isi!
Selain informasi penting tentang pemilihan program, peserta juga harus mengitkuti aturan jika hanya diperbolehkan mengikuti satu UTBK, termasuk pada tahun 2026 ini.
Adapun, terdapat beberapa hal penting lainnya yang juga tak boleh terlewatkan, diantaranya:
(*)