TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mencatat penurunan wisatawan di sejumlah objek wisata di Kota Satria saat libur Lebaran 2026.
Sekretaris Dinporabudpar Kabupaten Banyumas, Wahyudiono mengatakan, penurunan kunjungan wisatawan itu mencapai 12,3 persen dibandingkan libur Lebaran 2025.
Catatannya, jumlah kunjungan wisatawan saat momen libur Lebaran periode 13-29 Maret 2026, di angka 172.123 pengunjung.
Padahal, pada periode libur Lebaran tahun lalu, jumlah pengunjung tempat-tempat wisata di Banyumas mencapai 196.245 wisatawan.
Baca juga: Pemkab Banyumas Segera Terapkan WFH Tiap Jumat, Pastikan tak Ganggu Layanan Publik
Selain jumlah pengunjung yang menurun, jumlah objek wisata juga berkurang, dari semula 54 tujuan wisata menjadi 52 tujuan wisata.
"Secara keseluruhan, menurun, tidak hanya objek wisata yang dikelola oleh Pemkab Banyumas," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (1/4/2026).
Wahyudiono mengatakan, kunjungan di delapan objek wisata yang dikelola oleh Pemkab Banyumas, tercatat ada sebanyak 50.615 wisatawan.
Lokawisata Baturraden masih menjadi favorit wisatawan yang berkunjung di Banyumas.
Berikut rincian jumlah pengunjung di delapan bojek wisata milik Pemkab Banyumas:
"Faktor yang mempengaruhi menurunnya wisatawan, kemungkinan karena pemudik yang berkurang."
"Secara nasional, mungkin karena kondisi ekonomi," ungkapnya.
Wahyudiono menjelaskan, sejumlah program akan ditambahkan sebagai evaluasi untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan di Kabupaten Banyumas.
Baca juga: Musim Kemarau di Banyumas dan Purbalingga Diprakirakan Singkat, Baru Datang Mulai Pertengahan Juni
Di antaranya, upaya meningkatkan event skala provinsi hingga nasional di Banyumas.
Sekaligus, mendorong agar event yang digelar lebih kreatif dan inovatif.
"Sehingga, bisa menarik wisatawan ke Banyumas, khususnya ke Kota Purwokerto," jelasnya.
Wahyudiono berharap, destinasi wisata bisa menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) lebih besar di tengah kondisi efisiensi anggaran.
Pihaknya juga akan memaksimalkan potensi pariwisata yang ada.
"Karena kami penyumbang PAD maka (bagaimana) agar bisa memenuhi target."
"Secara keseluruhan diprediksi bisa memenuhi target dan melebihi," katanya. (*)