Jalan Rusak di Krayan Selatan Kabupaten Nunukan Jadi Sorotan Musrenbang, Camat: BBM Sulit Masuk
Junisah April 01, 2026 06:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN – Kondisi infrastruktur jalan di wilayah Krayan, Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara khususnya Krayan Selatan, kembali menjadi sorotan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2026 untukpenyusunan RKPD 2027  di Kantor Bupati Nunukan, Senin (30/3/2026) lalu.

Camat Krayan Selatan, Oktavianus Ramli, mengungkapkan kerusakan jalan di wilaya Krayan Selatan sudah tergolong parah dan berdampak langsung pada mobilitas masyarakat serta distribusi kebutuhan pokok.

“Kalau Musrenbang terkait pemerataan infrastruktur, jalanan di Kecamatan Krayan Selatan kondisinya cukup parah,” ujar Oktavianus Ramli.

Tak hanya di Krayan Selatan, kondisi serupa juga terjadi di Krayan Tengah dan Krayan Timur. 

Baca juga: Distribusi Mesin Pembangkit Listrik ke Krayan Selatan Nunukan Terkendala Cuaca dan Akses Jalan

Menurut  Oktavianus Ramli, hal ini telah menjadi salah satu usulan prioritas yang didorong dalam forum Musrenbang tersebut.

“Di Krayan Tengah dan Krayan Timur jalannya juga termasuk parah, itu yang kita dorong di Musrenbang kemarin,” katanya.

Oktavianus Ramli menjelaskan, meski status jalan tersebut merupakan kewenangan provinsi, pihak kabupaten tetap berperan aktif dalam mendorong percepatan pembangunan.

“Walaupun itu merupakan kewenangan provinsi, tapi peran kabupaten juga mendorong agar lebih cepat. Kita menunggu lagi, nanti akan konsolidasi dengan provinsi supaya cepat dibangun jalannya,” jelasnya kepada TribunKaltara.com, Rabu (1/4/2026).

Ia menambahkan, kondisi jalan yang rusak turut menghambat distribusi bahan bakar minyak (BBM) ke wilayah Krayan Selatan. 

Baca juga: Listrik di Krayan Selatan Kembali Normal, PLN Sukses Pasok BBM Lewati Jalan dan Jembatan Rusak

Padahal, akses tersebut sangat vital bagi aktivitas ekonomi masyarakat.

“Sekarang ini kondisinya, jika BBM tidak bisa masuk, itu yang sulit,” ungkapnya.

Disebutkan, jarak dari Krayan Selatan menuju titik tertentu mencapai sekitar 42 kilometer, sementara dari kawasan perbatasan di sekitar Long Layu berjarak kurang lebih 23 kilometer.

Lebih lanjut, Oktavianus Ramli menegaskan bahwa perbaikan jalan tidak bisa dilakukan secara manual karena medan yang berat. 

Diperlukan penggunaan alat berat untuk membuka akses dan menunjang mobilitas barang dan kebutuhan pokok.

“Kalau jalan ini manual tidak mungkin. Memang ada titik yang bisa dikerjakan masyarakat, tapi harus menggunakan alat berat untuk akses mobilitas membawa barang. Kalau manual tidak mampu,” tegasnya.

Oktavianus Salim 01042026.jpg
OKTAVIANUS SALIM-Camat Krayan Selatan Oktavianus Salim

Ia berharap, permasalahan infrastruktur jalan yang telah berlangsung lama ini dapat ditangani secara serius dan menyeluruh agar tidak terus berulang setiap tahun, terutama saat musim hujan.

“Ini merupakan masalah lama. Kalau ditangani dengan baik pasti terselesaikan. Setiap tahun kondisi hujan rusak lagi. Kalau kita serius tangani, sekali kerja selesai,” pungkasnya.

(*)

Penulis: Fatimah Majid

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.