TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Polda Metro Jaya memastikan tidak lagi mengusut kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus.
Saat ini, berkas perkara kasus tersebut telah dilimpahkan ke Puspom TNI.
"Kami menegaskan kembali bahwa berkas perkara sudah dilimpahkan, dan saat ini kewenangan penyidik kepolisian Polda Metro Jaya sudah sampai di situ," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, Rabu (1/4/2026).
Budi mengungkapkan, seluruh barang bukti juga sudah dilimpahkan ke Puspom TNI.
Ia menyebut proses pelimpahan berkas dan barang bukti sudah sesuai aturan hukum yang berlaku.
"Menyerahkan hasil penyelidikan dan barang bukti secara digital. Buka lagi aturan tentang proses yang ditangani oleh Polri ya," ungkap Kabid Humas.
Polisi sebelumnya mengantongi 86 titik CCTV yang merekam pergerakan para pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.
86 CCTV itu diperoleh dari berbagai sumber, di antaranya yaitu kamera ETLE, CCTV Dinas Kominfo, CCTV Dinas Perhubungan, serta CCTV milik warga dan perkantoran.
Dari puluhan kamera tersebut, terdapat 2.610 rekaman video dengan total durasi mencapai 10.320 menit.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin mengatakan, para pelaku diduga berjumlah empat orang yang berboncengan dua sepeda motor.
Para pelaku diduga sudah lebih dulu membuntuti korban sebelum menyiram air keras di Jalan Salemba, Jakarta Pusat.
"Pergerakan para terduga pelaku terdeteksi melalui beberapa titik kamera pengawas," kata Iman, Senin (16/3/2026).
Pergerakan pelaku terdeteksi mulai dari wilayah Jakarta Selatan, kemudian menuju titik kumpul awal di kawasan Jalan Merdeka Timur, tepatnya di depan Stasiun Gambir.
Selanjutnya, para pelaku bergerak menyusuri Jalan Ir H Juanda, lalu menuju Jalan Medan Merdeka Barat hingga kawasan Tugu Tani.
Rute tersebut menunjukkan bahwa pelaku sempat mengitari kawasan Monas sebelum melanjutkan pergerakan.
"Kemudian dari Tugu Tani, selanjutnya berputar dulu menuju Jalan Medan Merdeka Timur dan selanjutnya menuju YLBHI," ungkap Iman.
Dari YLBHI, pelaku mulai secara intens mengikuti korban yang baru selesai menghadiri sebuah kegiatan.
Korban kemudian sempat mengisi bahan bakar di SPBU Cikini Raya. Pada waktu tersebut, sekitar pukul 23.32 hingga 23.35 WIB, para pelaku terlihat berada di lokasi yang sama dan terus membuntuti korban.
"Selanjutnya diduga empat orang terduga pelaku yang menggunakan dua sepeda motor menunggu korban di depan KFC Cikini," tutur Iman.
Para pelaku kembali membuntuti korban hingga ke Jalan Salemba 1 yang menjadi lokasi penyiraman air keras.
Jalur pelarian pelaku juga terpantau lewat sejumlah titik CCTV.
Iman mengungkapkan, dua pelaku yang berboncengan sepeda motor melarikan diri dengan cara melawan arus di kawasan Jalan Raya Salemba, Jakarta Pusat.
Dari Jalan Salemba, keduanya bergerak menuju kawasan Senen, kemudian melanjutkan perjalanan ke Jalan Kramat Raya hingga akhirnya sampai di kawasan Tugu Tani.
"Kemudian dari Senen menuju Jalan Kramat Raya menuju Tugu Tani, dan dari Tugu Tani selanjutnya bergerak ke arah Stasiun Gondangdia," ungkap Iman.
"Nah dari Gondangdia ini menuju wilayah Jakarta Selatan," imbuh dia.
Sementara itu, dua pelaku lainnya yang mengendarai motor berbeda memilih rute lain dengan tidak berputar arah dari lokasi kejadian.
Keduanya melaju lurus menuju Jalan Pramukasari 2, kemudian bergerak ke wilayah Matraman. Dari rekaman CCTV, pelaku terpantau melanjutkan perjalanan hingga ke kawasan Jatinegara.
"Salah satu pelaku diduga mengganti pakaian sebelum melanjutkan perjalanan dalam pelariannya," ujar Iman.
Sementara itu, hasil analisa jaringan komunikasi menunjukkan bahwa para pelaku akhirnya berpencar ke beberapa wilayah, yakni Kalibata, Ragunan, hingga ke daerah Bogor.