TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Sertu Muhammad Nur Ichwan (25) anggota TNI yang gugur saat bertugas menjadi pasukan United Nation Interim Force In Lebanon (UNIFIL) sempat berkirim pesan kepada istrinya, Hana Dita Anjani (26), pada malam hari sebelum peristiwa terjadi.
Pesan itu menjadi pesan terakhir Sertu Ichwan kepada istri tercintanya. Sang istri, Hana Dita Anjani, pun menceritakan isi pesan sang suami malam itu.
“Beliau sempat mengirim pesan panjang, berisi ucapan terima kasih karena saya sudah menjadi istri dan ibu. Mungkin itu salah satu tanda,” kata Hana Dita Anjani saat diwawancarai di rumahnya di Dusun Deyangan, Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan.
Ia pun tidak menyangka pertemuannya di bulan Agustus 2025 lalu menjadi pertemuan terakhirnya.
"Kemarin sempat pulang 3 Minggu saat saya melahirkan anak pertama dan harusnya masa tugas suami saya berakhir di Bulan April ini namun diperpanjang satu bulan dan rencana kembali lagi pada bulan Mei," ujarnya.
Sertu Ichwan merupakan prajurit asal Dusun / Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang yang lahir pada 12 Mei 2000 dan bertugas sebagai perawatan di Kesehatan Komando Daerah Militer IX/ Udayana.
Setelah kabar gugurnya Sertu Ichwan, sSuasana duka pun tampak di kediaman orang tua yang berada di Dusun/ Desa Deyangan.
Sertu Ichwan diketahui meninggalkan seorang istri bernama Anjani dan satu anak yang masih berusia 7 bulan.
Selama bersama orangtuanya, Sertu Ichwan dikenal sebagai sosok pribadi yang baik dan santun di lingkungan masyarakat.
"Anaknya bagus, etikanya juga baik, sopan dan santun di kalangan masyarakat," jelas Ketua RT 01 RW 03, Safrodin, saat dijumpai di rumah duka, Selasa (31/3/2026) malam.
Safrodin menjelaskan berdasarkan informasi yang diterimanya, Ichwan gugur saat rombongan yang ditumpanginya bertugas untuk melakukan evakuasi dan diduga terkena ranjau ketika melintas.
Saat itu, dilaporkan almarhum berada di posisi depan.
Berdasarkan pantauan di rumah duka pada Selasa (31/3/2026) malam, warga bersiap menyambut kepulangan jenazah dengan menggelar tenda dan tempat pemakaman, sembari menunggu kabar pasti kapan jenazah akan tiba.
Rencananya, almarhum akan dimakamkan di tempat pemakaman umum Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, Magelang.
Namun hingga saat ini, jenazah Sertu Ichwan belum sampai di rumah duka dan diperkirakan tiba pada Kamis (2/4/2026) lusa.
Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, beserta Wakil Bupati Magelang, Sahid, Ketua DPRD Kabupaten Magelang, Sakir, dan Komandan Kodim 0705/ Magelang melayat ke rumah duka pada Selasa (31/3/2026) malam.
Bupati menyampaikan duka yang mendalam atas gugurnya salah satu putra terbaik asal Kabupaten Magelang.
"Kedatangan kami untuk menyampaikan duka mendalam atas gugurnya Sertu Muchammad Nur Ichwan yang gugur dalam tugas saat menjadi tentara perdamaian di Libanon," ujarnya dijumpai usai melayat.
Menurut Grengseng, Sertu Ichwan merupakan salah satu putra terbaik bangsa yang berdinas di Kesdam Udayana, Bali dengan jabatan Bakesdam IX / Udayana.
Sementara itu, Dandim 0705/Magelang, Letkol Inf Afrizal Rakhman, S.I.P., M.I.P. menjelaskan bahwa saat ini jenazah Sertu Ichwan masih berada di Lebanon dan sedang dilakukan pengurusan dokumen pemulangan jenazah.
"Karena permintaan keluarga untuk dimakamkan di daerah asal, sehingga saat ini pemulangan jenazah sedang diupayakan oleh TNI," ujarnya.
Nantinya, lanjut Dandim, akan dilakukan pemakaman secara militer dan masih menunggu siapa saja yang akan ditunjuk dalam penugasan tersebut. (*)