BANGKAPOS.COM, BANGKA — Usai lebaran idulfitri, harga cabai rawit di Pasar Pagi Pangkalpinang terpantau turun menjadi Rp90.000 per kilogram pada Rabu (1/4/2026) pagi.
Seorang pedagang cabai dan bawang di Pasar Pagi Pangkalpinang, Eko (32), mengatakan harga cabai rawit saat ini berada di kisaran Rp90.000 per kilogram.
Harga tersebut mengalami penurunan dibandingkan beberapa waktu setelah Lebaran lalu yang sempat mencapai Rp110.000 per kilogram.
Menurut dia, penurunan harga cabai rawit disebabkan oleh masuknya pasokan cabai dari luar daerah. Sementara itu, harga cabai lokal masih berada di kisaran Rp100.000 per kilogram.
"Kalau cabai rawit sekarang sudah mulai turun ke Rp90.000 per kilo. Kemarin habis Lebaran sempat Rp110.000. Turunnya karena cabai dari luar sudah mulai masuk," kata Eko saat ditemui di lapaknya, Rabu (1/4/2026) pagi.
Selain cabai, Eko menyebut harga bawang merah justru mengalami kenaikan. Saat ini, harga bawang merah dijual Rp45.000 per kilogram, sedangkan bawang putih berada di kisaran Rp34.000 per kilogram. Untuk cabai merah atau cabai panjang dijual Rp36.000 per kilogram.
Ia menambahkan, stok barang masih terbilang aman meski jumlah pembeli belakangan ini cenderung menurun. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan kondisi ekonomi masyarakat yang belum stabil serta harga kebutuhan pokok yang masih relatif tinggi.
"Stok aman, cuma pembeli sekarang sepi dibanding minggu-minggu sebelumnya. Mungkin karena ekonomi masyarakat lagi tidak stabil dan harga-harga mulai naik," ujarnya.
Harga Terasi
Sementara itu, pedagang terasi atau belacan di pasar yang sama, Ase (42), mengatakan harga terasi saat ini mengalami kenaikan cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Harga terasi kini dijual mulai dari Rp80.000 per kilogram.
Ia menjelaskan, kenaikan harga tersebut disebabkan oleh sulitnya mendapatkan bahan baku udang. Terasi yang dijualnya didatangkan dari wilayah Toboali, Kabupaten Bangka Selatan.
"Terasi sekarang memang lagi mahal karena udang susah didapat. Dulu harga sekitar Rp40.000 sampai Rp50.000 per kilo, sekarang bisa Rp80.000," kata Ase.
Berbeda dengan pedagang lainnya, Ase mengaku jumlah pembeli terasi sempat meningkat menjelang Lebaran karena banyak warga yang membeli untuk dibawa mudik ke kampung halaman.
Di sisi lain, pedagang rempah-rempah, Marni (55), menyebut harga beberapa jenis rempah masih relatif stabil, seperti jahe yang dijual Rp35.000 per kilogram, laos Rp25.000 per kilogram, dan kunyit Rp20.000 per kilogram. Namun, harga kencur mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir.
Menurut dia, harga kencur saat ini dijual sekitar Rp50.000 per kilogram, meningkat dibanding sebelumnya yang hanya sekitar Rp28.000 hingga Rp30.000 per kilogram.
"Kalau jahe sama laos masih normal, tapi kencur sekarang memang naik. Dulu sekitar Rp28.000 sampai Rp30.000 per kilo, sekarang bisa Rp45.000 sampai Rp50.000," katanya.
Meski demikian, ia memastikan stok rempah-rempah masih tersedia. Namun, jumlah pembeli datang tidak menentu, terkadang ramai, tetapi sering kali hanya menanyakan harga tanpa membeli.
Secara umum, harga bumbu dapur di Pasar Pagi Pangkalpinang masih berfluktuasi, dengan beberapa komoditas mengalami kenaikan maupun penurunan tergantung pasokan barang.(Bangkapos.com/Zaky Nur Hakim/mg)