Dampak Longsor Bantargebang Masih Terasa, Tumpukan Sampah 2 Meter Penuhi Kolong Tol Tanjung Priok
Jaisy Rahman Tohir April 01, 2026 08:11 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Tumpukan sampah setinggi sekitar dua meter kembali muncul di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Kencana yang berada di kolong tol, Kelurahan Sungai Bambu, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (1/4/2026).

Kondisi tersebut membuat warga sekitar resah karena bau tidak sedap yang menyengat hingga ke permukiman.

Lokasi penampungan sampah tersebut berada tidak jauh dari rumah warga dan area usaha kecil, sehingga dampaknya langsung dirasakan masyarakat sekitar.

Salah satu warga, Sigit Setyono, mengaku usahanya berjualan mi ayam mengalami penurunan omzet akibat bau sampah yang menyengat.

"Kalau berjualan ya berkurang, karena bau sampahnya ini. Omzetnya lebih turun, karena orang makan kan jadi terganggu bau," ujar Sigit saat ditemui di lokasi.

Menurut Sigit, kondisi penumpukan sampah ini sudah terjadi sekitar dua bulan terakhir.

Ia menduga keterbatasan armada pengangkut menjadi salah satu penyebab sampah tidak segera terangkut.

"Kurang lebih sekitar dua bulanan. Petugas sih ada, cuma mungkin armadanya kurang. Warga jelas resah karena baunya parah," katanya.

Sigit berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah konkret, termasuk mempertimbangkan pemindahan lokasi TPS yang dinilai terlalu dekat dengan permukiman warga.

"Harapannya sih pengen dipindah, karena di sini kan pemukiman warga. Banyak yang mengeluh karena kebauan," ucapnya.

Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil tindakan lanjutan agar persoalan penumpukan sampah di TPS Kencana tidak berlarut-larut dan tidak terus mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.

Sementara itu, petugas TPS Kencana dari Dinas Lingkungan Hidup, Trisno Edy, menjelaskan, penumpukan sampah terjadi akibat longsor yang sempat terjadi di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan, longsor tersebut menyebabkan pengangkutan sampah sempat terhambat sehingga terjadi penumpukan di sejumlah TPS, termasuk TPS Kencana.

"Jadi kronologinya sampah menumpuk karena longsor di Bantargebang, sehingga mobil tidak bisa mengangkut dan terjadi penumpukan sampah," jelas Trisno.

Menurut Trisno, saat ini ketinggian tumpukan sampah di lokasi diperkirakan mencapai sekitar dua meter dengan volume yang bisa mencapai lebih dari 100 kubik sampah rumah tangga dari wilayah Sungai Bambu, Papanggo, dan sekitarnya.

Petugas juga terus melakukan pengangkutan sampah setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 15.00 WIB menggunakan dua unit truk kompaktor.

Selain itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk memilah sampah guna mengurangi volume sampah yang terus meningkat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.