Jalan Beton Rp 2,7 M di Klino Bojonegoro sudah Rusak, Padahal Baru Dibangun
Dwi Prastika April 01, 2026 09:37 PM

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Misbahul Munir

TRIBUNMADURA.COM, BOJONEGORO - Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, bersama Inspektorat serta Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang Kabupaten Bojonegoro, melakukan sidak jalan rigid beton di Desa Klino, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang dilaporkan mengalami kerusakan di sejumlah titik, Rabu (1/4/2026).

Diketahui, pembangunan jalan rigid beton sepanjang 1 kilometer di Desa Klino, Kecamatan Sekar itu menelan anggaran mencapai Rp 2,788 miliar. 

Proyek yang dibiayai melalui skema Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Tahun Anggaran 2025 itu terpaksa dibongkar kembali lantaran ditemukan kerusakan berupa retakan di sejumlah titik.

Pembangunan jalan di Desa Klino menjadi sorotan serius, karena jadi urat nadi dalam mendukung mobilitas ekonomi warga di wilayah perbatasan.

Menurut Nurul Azizah, sidak yang dilakukan merespons banyaknya aduan masyarakat.

Ia memastikan, penggunaan anggaran publik benar-benar dilaksanakan dengan kualitas yang baik.

“Kami hadir untuk memastikan bahwa uang rakyat kembali kepada rakyat dalam bentuk pembangunan yang berkualitas. Infrastruktur ini bukan sekadar jalan, tetapi akses menuju kesejahteraan masyarakat,” ujar Nurul dalam keterangannya, Rabu (1/4/2026). 

Baca juga: Ribuan Hektare Lahan di Sumenep belum Terjangkau Jalan Usaha Tani, DKPP Fokus Penyediaan Air

Dalam sidaknya itu, tim teknis yang mendampingi melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi fisik jalan. 

Hasilnya ditemukan sejumlah kerusakan seperti keretakan di jalan rigid beton yang dibangun.

Tim juga merekomendasikan untuk dilakukan pembongkaran dan perbaikan. 

Atas temuan tersebut, Nurul meminta kepada perangkat desa dan pelaksana proyek untuk lebih memperhatikan kualitas pengerjaan agar kejadian serupa tidak terulang.

“Saya minta seluruh pihak mengedepankan akuntabilitas dan transparansi. Proyek ini harus tepat mutu, tepat waktu, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Baca juga: Jalan Mayjen Sukowati Magetan Terendam Banjir, Banyak Pasir dan Kerikil

Pengerjaan Perbaikan Sesuai Rekomendasi

Sementara itu, Kepala Desa Klino, Dwi Nurjayanti, mengungkapkan, pembongkaran jalan dilakukan setelah ditemukan retakan pada salah satu bagian beton.

Ia juga memastikan pengerjaan perbaikan sesuai dengan rekomendasi hasil monitoring dari Tim Inspektorat. 

“Pembongkaran sudah kami lakukan sesuai arahan dari Inspektorat,” ujarnya.

Sebagai informasi, batas akhir pembangunan jalan desa melalui skema bantuan BKKD tahun 2025 di Kabupaten Bojonegoro harusnya sudah rampung pada 31 Maret 2026. 

Namun, hingga tenggat waktu tersebut, sejumlah proyek dilaporkan belum rampung.

Pemerintah daerah memastikan akan terus melakukan pengawasan ketat terhadap proyek-proyek infrastruktur desa guna menjamin kualitas pembangunan serta mencegah kerugian negara.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.