TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Hujan melanda sebagian besar wilayah Kabupaten Pelalawan hampir setiap hari, sejak Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Rabu (1/4/2026).
Daerah yang paling sering diguyur hujan satu diantaranya Kecamatan Pangkalan Kerinci.
Hujan turun pada Rabu (1/4/2026) sore hari yang diawali dengan mendung yang cukup tebal. Hampir setiap hari hujan jatuh dari langit ibukota Pelalawan dengan intensitas ringan, sedang, serta lebat.
"Hujan sejak pekan lalu merupakan hasil OMC yang dilakukan BNPB dan BPBD Riau. Termasuk hari ini juga ada," ungkap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Zulfan M.Si kepada tribunpekanbaru.com, Rabu (1/4/2026).
Zulfan menyebutkan, BNPB menyemai garam di wilayah pesisir Pelalawan meliputi Kecamatan Teluk Meranti dan Kuala Kampar.
Dua daerah itu sedang dilanda Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Namun potensi hujan di lokasi itu minim.
Beberapa lokasi Karhutla yang apinya sedang menyala malah hampir tidak pernah hujan lebat. Seperti Desa Gambut Mutiara, Desa Pulau Muda, hingga Desa Segamai yang saat ini dibelenggu.
Hujan ternyata turun di Pangkalan Kerinci dan sekitar yang tidak ada kasus Karhutla sama sekali.
"Sebenarnya OMC di daerah sedang Karhutla. Mungkin terbawa angin dan hujan turun di Pangkalan Kerinci jadinya. Mudah-mudahan OMC hari ini berhasil di sana," papar Zulfan.
Baca juga: Api Karhutla di Desa Gambut Mutiara dan Segamai Membara, BPBD Pelalawan Geser Personil
Ia menyampaikan, titik api terparah saat ini di Desa Segamai dan Desa Gambut Mutiara, Teluk Meranti.
Tim gabungan sedang melakukan operasi pemadaman. Sedangkan di Kecamatan Kuala Kampar, tersisa di Desa Sokoi yang sedang pendinginan.
Personil dari berbagai instansi sedang berjibaku menghilangkan api dan asap di lapangan.
( Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung )