Momen Langka! Australia Angkat Tangan dari Krisis Ekonomi Perang Iran
Desy Selviany April 01, 2026 09:22 PM

WARTAKOTALIVE.COM - Negara kaya sekelas Australia menyatakan angkat tangan dengan dampak perang Iran Vs Amerika Serikat (AS) Israel yang terjadi di Timur Tengah. 

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese membuat video pernyataan darurat krisis ekonomi untuk negara tersebut selama berbulan-bulan ke depan. 

Pernyataan itu dimuat Albenese yang kemudian di Unggah di X miliknya pada Rabu (1/4/2026). 

Albanese mengatakan bahwa dirinya memang harus selalu optimis dengan kondisi Australia. 

Namun di tengah perang Timur Tengah saat ini, pemerintah Australia sangat realistis untuk memberikan pengumuman kepada warga mereka untuk bersiap akan dampak buruk ekonomi dalam perang ini. 

Albanese mengatakan, meski Australia tidak terlibat dalam perang ini, namun mereka harus ikut membayar mahal. 

Terlebih karena kenaikan harga impor gas dan minyak mentah dari Timur Tengah yang terganggu akibat perang.

Maka Albanese memperingatkan warga Australia akan penderitaan ekonomi selama berbulan-bulan akibat perang AS-Israel di Iran.

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese memperingatkan bahwa dampak ekonomi dari perang AS-Israel yang sedang berlangsung di Iran akan bergema di seluruh perekonomian nasional selama berbulan-bulan.

Hal ini karena kenaikan biaya bahan bakar dan biaya hidup bagi rumah tangga dan bisnis. 

Pernyataan Albanese ini menjadi hal langka lantaran Australia salah satu negara kuat di dunia.

Maka Albanese mendesak warga Australia untuk menghemat bahan bakar dan menghindari pembelian panik karena pasar energi global masih berada di bawah tekanan.

Ia mengatakan kepada warga bahwa guncangan terhadap pasokan dan harga "dirasakan oleh semua warga Australia," dan mendorong masyarakat untuk menggunakan transportasi umum jika memungkinkan.

Untuk membantu meringankan beban keuangan, pemerintah telah mengurangi separuh pajak cukai bahan bakar dan menangguhkan sementara biaya penggunaan jalan untuk kendaraan berat selama tiga bulan, sebuah langkah yang bertujuan untuk menurunkan biaya bensin dan solar bagi konsumen. 

Menteri Keuangan Jim Chalmers juga mengumumkan langkah-langkah dukungan yang ditargetkan untuk usaha kecil yang kesulitan menghadapi kenaikan biaya yang terkait dengan agresi AS-Israel terhadap Iran.

AS sendiri sebagai negara penghasil minyak dunia nyatanya tidak bisa dan kewalahan mengendalikan harga BBM dalam negeri akibat blokade tersebut. 

Iran pun membuat video sindiran yang memperlihatkan negara mereka yang berdaya dalam mengelola energi secara mandiri. 

Baca juga: Penampakan Diduga Tank yang Ditumpangi TNI Usai Diserang Israel

Di mana warga Iran terlihat membuang-buang BBM mereka layaknya membuang air yang melimpah.

Lalu berapakah harga BBM di Iran?

Dimuat situs tradingeconomics harga bensin di Iran tetap tidak berubah di angka 0,36 USD/liter atau setara Rp6.118 pada bulan Maret 2026 ini. 

Harga bensin di Iran tersebut tidak berubah dari tahun 1995 hingga 2026.

Di mana harga BBM di Iran mencapai titik tertinggi sepanjang masa sebesar 0,39 USD/liter pada Desember 2010 dan titik terendah sebesar 0,06 USD/liter pada Desember 1995.

Sebagai perbandingan seperti dimuat BBC, harga minyak mentah Brent, patokan global, sempat menyentuh $119 (£90) per barel pada hari Selasa (31/3/2026). 

Harga itu mendekati level tertinggi sejak dimulainya perang AS-Israel dengan Iran.

Berbagai negara menanggapi kenaikan harga minyak dengan cara yang berbeda, dengan Australia menyediakan perjalanan bus gratis sementara Mesir meminta toko, restoran, dan kafe untuk tutup lebih awal guna mengurangi penggunaan energi.

Harga patokan minyak global adalah kontrak untuk membeli satu barel minyak mentah Brent satu bulan dari sekarang. 

Harga ini pada gilirannya mendorong kenaikan harga bahan bakar mobil, karena minyak merupakan bahan utama.

Di AS, harga bensin di SPBU mencapai lebih dari $4 per galon atau setara Rp67.984/3,7 liter untuk pertama kalinya dalam hampir empat tahun, menurut organisasi otomotif AAA.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.