Penampakan Diduga Tank yang Ditumpangi TNI Usai Diserang Israel
Desy Selviany April 01, 2026 09:22 PM

WARTAKOTALIVE.COM - Viral rekaman video setelah serangan di Lebanon yang membuat seorang prajurit TNI gugur pada Minggu (29/3/2026). 

Dalam video yang viral di X, terlihat helikopter mendarat di Posko Pasukan Perdamaian PBB di Adshit al-Qusayr, Lebanon Selatan usai serangan. 

Disebutkan bahwa sejumlah pasukan sempat bersembunyi di bunker sementara helikopter mengevakuasi korban luka.

“Pangkalan @UNIFIL_ di Adshit al-Qusayr, Lebanon Selatan, diserang oleh tembakan artileri Israel, yang dilaporkan mengenai markas kontingen Indonesia. Dilaporkan ada korban luka di antara personel, dengan pasukan berlindung di bunker sementara helikopter mengevakuasi korban luka,” tulis akun X @Rulaelhalabi pada Senin (30/3/2026) dini hari usai serangan terjadi.

Diduga video tersebut diambil usai serangan yang menewaskan salah satu prajurit TNI Praka Farizal Rhomadhon terjadi. 

Selain itu situs media Asia Barat The Credle juga membagikan penampakan tank milik pasukan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) hancur diduga usai terkena serangan di Lebanon.

Diduga tank tersebut membawa dua pasukan UNIFIL dari Indonesia Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.

Kedua prajurit TNI tersebut dipastikan meninggal dunia dalam serangan kedua Senin (30/3/2026).

Keduanya gugur saat tengah berupaya melakukan pengawalan dalam pengantaran jenazah Praka Farizal.

Dalam keterangan dijelaskan UNIFIL telah berhasil menemukan jenazah dua tentara Indonesia yang tewas Senin kemarin dalam serangan Israel di jalan Markaba–Bani ​​Hayyan, di Lebanon selatan.

Sementara itu Wakil Sekretaris Jenderal (USG) untuk Operasi Perdamaian PBB Jean-Pierre Lacroix (Prancis) dalam sidang darurat yang digelar di Markas PBB, New York, Amerika Serikat pada Selasa (31/3/2026) usai kematian 3 TNI di Lebanon menjelaskan kronologi serangan. 

Diketahui tiga prajurit TNI dinyatakan gugur dalam serangan yang diduga dilakukan Israel di Lebanon Selatan dalam dua hari berturut-turut pada 29 dan 30 Maret 2026.

Ketiga TNI tersebut tengah melaksanakan tugas sebagai pasukan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Serangan yang diduga dilakukan Israel itu membuat PBB mengadakan rapat darurat. 

Dalam keterangannya, Lacroix menyatakan sejumlah temuan UNIFIL PBB dalam kematian tiga prajurit TNI. 

Lacroix mengatakan bahwa Israel telah melebarkan serangan ke Lebanon hingga 11 km jauhnya di tengah gempuran Hizbullah yang menguat dalam pertempuran Timur Tengah.

Ketegangan di Lebanon ini menjadi yang terparah dalam sejarah sejak pertempuran antara Israel dan Hizbullah tercipta.

Di mana pasukan Pertahanan Israel menguasai wilayah yang cukup luas di sebelah utara Garis Biru. 

Meluasnya serangan Israel di Lebanon dengan dalih menargetkan Hizbullah ini juga telah menjadikan warga sipil di Lebanon sebagai korban yang harus membayar pertempuran tersebut.

Bahkan puncaknya, pasukan UNIFIL sebanyak tiga prajurit yang berasal dari Indonesia menjadi korban tewas.

Baca juga: Keras! Ini Pernyataan Umar Hadi di PBB Atas Gugurnya 3 TNI di Lebanon

Di mana dua pasukan UNIFIL dari Indonesia gugur dalam ledakan yang menghancurkan kendaraan mereka, dekat Bani Hayyan di Sektor Timur pada Senin (30/3/2026). 

Kemudian dua pasukan penjaga perdamaian lainnya terluka, satu di antaranya luka serius. 

Temuan awal menunjukkan ledakan di pinggir jalan yang menghantam konvoi tersebut.

Sehari sebelumnya, yaitu tanggal 29 Maret, seorang pasukan penjaga perdamaian dari kontingen Indonesia juga tewas dalam ledakan di dalam pangkalan UNIFIL di Ett Taibe di Sektor Timur. 

Pasukan penjaga perdamaian lainnya terluka parah dan dievakuasi ke rumah sakit di Beirut. 

Menurut penilaian awal, ledakan tersebut disebabkan oleh proyektil yang menghantam pangkalan.

“Peristiwa tragis ini seharusnya tidak terjadi. Saya menyampaikan belasungkawa terdalam saya kepada keluarga para pasukan penjaga perdamaian yang gugur dan Pemerintah Indonesia. Saya juga berharap agar mereka yang terluka segera pulih,” kata Lacroix.

Sampai saat ini UNIFIL sedang melakukan investigasi untuk menentukan penyebab dari peristiwa yang tercela ini.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.