TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Anggota DPRD Riau dari dapil Bengkalis, Dumai, dan Kepulauan Meranti, Abdul Kosim, mengingatkan masyarakat agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sebelumnya sempat parah di Kota Dumai tidak terulang kembali.
Ia menegaskan, karhutla tidak hanya berdampak pada lingkungan dan kesehatan masyarakat, tetapi juga dapat mengganggu stabilitas hubungan dengan negara tetangga Malaysia dan Singapura akibat kabut asap yang ditimbulkan.
"Dumai daerah di perbatasan dengan negara tetangga, jangan sampai asapnya terkirim ke seberang dan membuat gaduh,"ujar Abdul Kosim.
Menurutnya, menjelang Hari Raya Idul Fitri lalu, sempat terjadi sejumlah titik kebakaran di wilayah Dumai dengan tingkat panas yang cukup tinggi.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena sebagian besar wilayah Dumai merupakan kawasan gambut yang sangat rentan terbakar.
Abdul Kosim juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran kepolisian, khususnya Kapolres Dumai, serta TNI dan seluruh pihak yang terlibat dalam upaya pemadaman kebakaran tersebut.
Baca juga: Update Karhutla Riau: Daftar Wilayah yang Sudah Padam dan Titik yang Masih Membara
Berkat kerja keras tim gabungan, ia menyebutkan, saat ini sekitar 90 persen titik api yang sebelumnya terdeteksi di Dumai telah berhasil dikendalikan.
Meski demikian, ia mengingatkan masyarakat agar tetap waspada dan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, terutama dalam proses pengolahan kebun dan lahan pertanian.
"Silakan membersihkan lahan, tetapi harus dilakukan secara terkendali dan tidak menimbulkan kebakaran yang meluas,"tegasnya.
Ia juga berharap seluruh masyarakat di Provinsi Riau memiliki kesadaran bersama untuk mencegah munculnya kembali kabut asap, mengingat dampaknya bisa meluas hingga ke wilayah lain, bahkan ke negara tetangga, mengingat posisi Dumai yang berbatasan langsung dengan kawasan internasional.
( Tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution)