Laporan Wartawan Serambi Indonesia Saiful Bahri I Lhokseumawe
SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Tim Polres Lhokseumawe dipastikan saat ini masih terus melakukan penyelidikan terhadap temuan mayat tanpa kepala dan organ dalam.
Disamping itu, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti yang ditemukan di mayat.
Diantaranya, sebuah kalung warna stainless dan juga sebuah tabung kecil berisikan dua keras warna kuning yang tertulis surah yasin.
Mayat ditemukan mengapung di perairan yang berjarak sekitar 72 mil arah barat laut dari lepas pantai Lhokseumawe.
Selanjutnya mayat tersebut dibawa ke darat, kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Cut Mutia Aceh Utara di Buket Rata Lhokseumawe.
Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr Ahzan, melalui Kasat Reskrim AKP Dr Bustani SH MH MSM MSi MIK MT MK.n, Rabu (1/4/2026), menyebutkan, untuk mayat tanpa kepala dan organ dalam yang ditemukan di laut beberapa hari lalu, sampai dengan saat ini masih disemayamkan di instalasi Kamar Mayam Rumah Sakit Umum Cut Mutia Aceh Utara di kawasan Bukit Rata Kota Lhokseumawe.
Ini untuk kepentingan penyelidikan, termasuk dalam upaya mengetahui identitas dari mayat itu.
Dimana direncanakan akan dilakukan autopsi, termasuk tes DNA.
Baca juga: Detik-detik Penemuan dan Proses Evakuasi Penemuan Mayat tanpa Kepala di Laut Lhokseumawe
Sedangkan untuk melakukan serangkaian tes tersebut, maka pihaknya pun telah berkoordinasi dengan tim Polda Aceh dan juga Bareskrim Polri melalui Polda Aceh.
Ditanya apakah ada indikasi kirminal dalam kasus temuan tersebut, AKP Dr Bustani, secara tegas memastikan sejauh ini belum bisa dipastikan, karena masih dalam tahap penyelidikan.
"Memang di tubuh mayat ditemukan luka-luka gigitan. Namun dugaan sementara kita, akibat gigitan binatang laut," jelasnya
Diakui juga, kalau pihaknya telah menemukan sejumlah barang bukti dari mayat.
Pertama, satu kalung stainless yang ada mainan kalumgnya berbentuk sebuah patung dari sebuah agama.
Untuk kalung ditemukan dalam posisi tergantung di leher mayat.
Lalu atau kedua, di badan mayat ditemukan satu tabung transparan yang besarnya sekitar jempol orang dewasa.
Di dalam tabung tersebut terdapat dua gulungan kertas warna kuning yang sudah terpres dengan kertas bening.
Kertas kuning tersebut tertulis potongan surah yasin.
Lalu di paling bawah kertas ada tertulis kata Afganisthan.
"Intinya, kini kita terus melakukan penyelidikan, termasuk memeriksa saksi seperti nelayan yang menemukan mayat, sopir ambulans yang mengantar mayat, termasuk tim medis yang melakukan visum," demikian AKP Dr Bustani.
Panglima Laot Pusong Lhokseumawe, Kaharuddin, menceritakan, penemuan mayat tersebut, diceritakan Kaharuddin, berawal pada Minggu (29/3/2026), boat Super Zamzam sedang berlabuh di jarak 72 mil dari bibir pantai Kota Lhokseumawe.
Sekitar pukul 18.00 WIB, mereka sedang menarik pukat. Sehingga saat itu mereka melihat ada sebuah benda yang mendekati jaring.
"Saat itu ada yang mengatakan benda tersebut adalah mayat dan ada yang mengatakan muntahan ikan seperti muntahan ikan paus," katanya.
Setelah itu benda yang dilihat tersebut kembali menjauh dari boat mereka.
Sekitar pukul 20.00 WIB, saat mereka sudah selesai menarik pukat, benda yang terlihat sore harinya itu kembali mendekati boat mereka.
Maka para nelayan pun sepakat untuk mengecek benda apa tersebut.
Sehingga dengan menggunakan perahu kecil, seorang penjaga boat atas nama Armiadi mendekati benda tersebut.
"Sehingga atas kesepakatan, mereka pun mengevakusi mayat tersebut," katanya.
Selanjutnya, dengan menggunakan boat kecil dan membawa sebuah fiber ikan, nelayan kembali mendekati mayat itu.
Selanjutnya, menggunakan jaring kecil, mayatnya diangkat dari air dan langsung di masukan ke dalam fiber.
"Tanpa menyentuh langsung mayat," katanya.
Lalu, dengan menggunakan boat kecil, fiber yanf berisikan mayat langsung di bawa ke TPI Pusong Lhokseumawe.
"Tiba di TPi Pusong pada Senin sekitar pukul setengah delapan pagi. Lalu fiber berisi mayat langsung dibawa menggunakan ambulan ke rumah sakit," jelasnya.
Humas Rumah Sakit Umum Cut Mutia, dr Harry Laksamana, menjelaskan kalau pihaknya menerima mayat pada Senin (30/3/2026) pagi sekitar pukul 08.00 WIB.
Mayat diantar dengan satu unit ambulans.
Dimana mayat diletakan dalam kota fiber ikan dan terbungkus jaring.
Menurutnya, saat dibawa ke rumah sakit kondiisi jenazah memang sudah tidak utuh.
"Mungkin karena kena sinar matahari atau udah dimakan ikan," katanya.
Kondisi tubuh pun sudah kaku dan posisinya sudah meringkuk.
"Benar memang kepala jenazah tidak ada lagi, begitu juga dengan organ dalamnya. Untuk kaki tertinggal cuma satu. Cuma tidak bisa dipastikan apakah kaki kiri ataupun kanan yang masih ada," katanya.
Untuk tangan, tertinggal hanya tulang. Sehingga bila ingin mengetahui identitas mayat melalui pola pemeriksaan sidik jari, sudah pasti tidak bisa dilakukan lagi.
Lalu terkait waktu meninggalnya, dijelaskan dr Harry, kondisi mayat sudah mulai terjadi perminyakan atau pelemakan. Sehingga diperkirakan sudah meninggal tiga pekan sebelum ditemukan.
"Proses pembusukan mayat memang terjadi lebih lambat karena posisinya di dalam air," ujarnya.
Terakhir, dr Harry juga mengakuai sampai saat ini mayat tersebut masih di kamar jenazah rumah sakit.
Sehingga kini pihaknya tinggal menunggu surat dari kepolisian untuk proses pemakaman.
Biasanya, bila ditemukan mayat tanpa identitas, paling lama disemayamkam di kamar mayam 3 kali 24 jam.
Setelah itu langsung dikakukan pemakaman.(*)