Bocah SD di Batam Jadi Korban Tabrak Lari, Kini Alami Geger Otak, Pelaku Masih Belum Diketahui
Eko Setiawan April 01, 2026 10:44 PM

TribunBatam.id, Batam – Kecelakaan lalu lintas yang dialami oleh seorang bocah SD di Batam berbuntut panjang. Kini Korban alami luka serius di kepala dan mengalami geger otak.

Kejadian di Sei Panas, Batam itu sempat terekam CCTV di Jalan Laksamana Bintan, Selasa (31/3) siang. 

Sementara, pelaku tabrak lari hingga kini belum ditemukan.

Peristiwa yang terjadi saat hujan deras itu terekam kamera pengawas (CCTV) dan kini menuai perhatian publik.

Korban diketahui bernama Indah Suci Anisa, siswi kelas 5 SD. Saat kejadian sekitar pukul 12.30 WIB, korban hendak menyeberang jalan sepulang sekolah. 

Dalam rekaman CCTV, terlihat Indah berlari menyeberang, namun di tengah jalan sebuah mobil pribadi berwarna merah melaju kencang dan langsung menabraknya sebelum melarikan diri.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka serius dan kini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Budi Kemuliaan, Batam.

Ibu korban, Siti, ditemui di Rumah Sakit Budi Kemuliaan, Rabu (1/4) mengungkapkan bahwa keluarga saat ini tengah diselimuti duka mendalam atas musibah yang menimpa anak keduanya itu.

“Anak saya ini sebenarnya mau pulang. Dia menyeberang jalan. Padahal saya sudah bilang nanti dijemput, tapi dia bilang tidak usah, mau jalan kaki saja pulang,” ujar Siti dengan suara lirih

Ia menjelaskan, saat kejadian kondisi cuaca sedang hujan deras. Informasi pertama kali ia terima dari pihak sekolah setelah korban ditemukan tergeletak di jalan oleh warga.

“Pas saat itu hujan lagi deras. Saya dapat informasi dari sekolah, katanya anak saya sudah tergeletak di jalan,” katanya.

Siti menambahkan, kondisi Indah saat ini sangat memprihatinkan. Terdapat luka lebam di bagian wajah, terutama di sekitar mata, serta mengalami pendarahan di otak.

“Dekat matanya lebam biru. Anak saya tidak sadar. Dokter bilang terjadi pendarahan di otak. Sudah dilakukan operasi kepala tadi pagi,” jelasnya.

Menurut keterangan dokter, korban diperkirakan belum akan sadar dalam beberapa hari ke depan.

“Kondisinya belum sadar, mungkin sampai tiga atau empat hari ke depan,” tambah Siti.

Hingga kini, pelaku tabrak lari tersebut belum diketahui identitasnya. Siti berharap pelaku segera ditemukan dan bertanggung jawab atas perbuatannya.

“Harapan saya, pelaku itu bertanggung jawab. Ini nyawa, jangan sudah menabrak malah langsung kabur,” tegasnya.

Selain itu, ia juga meminta pemerintah memperhatikan keselamatan di lokasi kejadian, sebab dinilai rawan kecelakaan.

“Maunya ada jembatan penyeberangan untuk anak sekolah, atau dipasang rambu-rambu lalu lintas. Di situ ngeri, banyak mobil lewat dengan kecepatan tinggi,” ungkap Siti yang tinggal di kawasan Baloi Kolam.

Untuk sementara, biaya pengobatan korban, Siti mengaku telah ditanggung oleh pihak terkait yang prosesnya dibantu Kepolisian. Blt

(TribunBatam.id/bereslumbantobing)

Caption: Foto Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK) Seraya Batam, pintu ruang masuk IGD.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.