BOLASPORT.COM - Setelah Timnas Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2026, legenda Man United, Paul Scholes, menaburkan garam ke atas luka.
Dikalahkan Bosnia-Herzegovina lewat adu penalti pada Selasa (31/3/2026) Italia sekali lagi tidak berhasil mendapatkan tiket ke putaran final Piala Dunia.
Hasil itu mengulangi kegagalan pada 2018 dan 2022.
Lebih jauh lagi, Gli Azzurri terakhir kali sukses di Piala Dunia adalah pada 2006 saat menjadi juara.
Di turnamen edisi 2010 dan 2014, Si Biru mendapatkan aib karena gagal lolos dari fase grup.
Selama 20 tahun terakhir, negara yang menjuarai Piala Dunia 4 kali ini praktis tidak bisa berbuat banyak.
Kondisi ini kemudian dikomentari oleh Paul Scholes, eks gelandang Manchester United dan Timnas Inggris.
Pemain yang sebetulnya tidak pernah menjadi juara Piala Dunia bersama Inggris ini membawa-bawa Arsenal dalam komentarnya buat Timnas Italia.
"Italia adalah Arsenal-nya tim nasional," kata Scholes seperti dikutip dari Corriere dello Sport.
"Sebuah tim yang hype-nya berdasarkan kejayaan di masa lalu."
Italia tercatat 4 kali menjuarai Piala Dunia tetapi kesuksesan sebelum 2006 sudah terjadi sangat lama.
Gli Azzurri menjadi juara pada 1934, 1938, dan 1982.
Di mata Scholes, Timnas Italia mirip seperti Arsenal di level klub.
Kesuksesan terakhir Arsenal adalah pada akhir era 1990-an dan awal 2000-an.
Antara musim 1997-1998 hingga 2004-2005, The Gunners selalu finis di 2 besar klasemen Premier League dengan 3 kali menjadi juara.
Namun, Arsenal belum pernah menjuarai Liga Inggris lagi sejak 2003-2004.
Dalam 8 musim terakhir, Arsenal hanya memenangi satu trofi penting yakni Piala FA pada 2019-2020.
Itu adalah periode yang kira-kira sama dengan 3 kali kegagalan Timnas Italia lolos ke Piala Dunia.
Belum lama ini sebetulnya Arsenal bisa saja memutus puasa gelar.
Akan tetapi, mereka kalah dari Man City di final Piala Liga Inggris 2025-2026 pada 22 Maret lalu.
"Timnas Italia tidak memiliki visi yang jelas," lanjut Scholes.
"Mereka tidak bermain sebagai sebuah tim. Semuanya terfokus pada sentuhan individual dan terdapat beberapa penampilan yang malas."
"Ini bukan tim Italia yang kita kenal di era 1990-an atau awal 2000-an," tambah gelandang yang tercatat tampil 66 kali dan mencetak 14 gol untuk Timnas Inggris pada selang 1997-2004 ini.
"Para pemain yang ada sekarang tidak mewujudkan pemain seperti Paolo Maldini, Fabio Cannavaro, Andrea Pirlo, Francesco Totti, atau Gianluigi Buffon," pungkas Scholes.