WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Bau gas yang menyengat itu datang lebih dulu, merayap pelan di antara rumah-rumah warga Cimuning.
Tak ada yang menyangka, aroma yang semula dianggap sepele itu berubah menjadi petaka besar hanya dalam hitungan menit.
Malam Rabu (1/4/2026) menjadi salah satu malam paling mencekam bagi warga di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi.
Baca juga: Ledakan di SPBE Cimuning Disusul Semburan Api yang Lumat Rumah dan Ketenangan Warga
Ledakan keras mengguncang kawasan, disusul semburan api besar dari Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) yang berdiri di tengah permukiman.
Di tengah kepanikan itu, satu per satu korban mulai berjatuhan.
Tubuh-Tubuh yang Terbakar, Harapan yang Dipertahankan
Palang Merah Indonesia (PMI) mencatat sementara ada 10 orang warga yang menjadi korban dalam insiden ini.
Mereka terdiri dari warga sekitar dan petugas SPBE yang berada di lokasi saat kejadian.
Relawan PMI, Indra Septian, menyebut kondisi korban cukup serius.
“Rata-rata mengalami luka bakar, sebagian bahkan di atas 50 persen,” ujarnya di lokasi kejadian.
Baca juga: Malam Mencekam di Cimuning, Rentetan Ledakan Api di SPBE Bekasi Bikin Warga Panik Berhamburan
Para korban langsung dilarikan ke sejumlah rumah sakit, di antaranya RS Citra Harapan, RS Kartika Husada Setu, RSUD Kota Bekasi, dan RSUD Kabupaten Bekasi.
Di sepanjang jalan, sirene ambulans meraung bersahutan—seolah berlomba dengan waktu untuk menyelamatkan nyawa.
Sekitar 30 ambulans dari berbagai relawan disiagakan, menjadi saksi betapa gentingnya situasi malam itu.
Ledakan yang Tak Memberi Waktu
Bayu, seorang warga yang rumahnya hanya berjarak beberapa meter dari lokasi, masih mengingat jelas detik-detik sebelum ledakan terjadi.
“Saya lihat gas sudah menyebar di jalan depan rumah. Awalnya sedikit, lama-lama makin tebal,” tuturnya.
Ia sempat menutup pagar rumah, mencoba mengamankan diri. Namun, tak lama kemudian, ledakan besar terdengar.
“Langsung menyambar ke semua area. Karena gasnya sudah ke mana-mana,” katanya.
Dugaan sementara, kebocoran terjadi saat proses pengisian gas. Bau menyengat yang tercium sebelumnya menjadi pertanda yang terlambat disadari.
Permukiman yang Mendadak Sunyi dan Gelap
Ledakan tak hanya melukai manusia, tapi juga merusak ruang hidup mereka.
Sejumlah rumah dalam radius sekitar 15 meter dilaporkan hancur akibat tekanan ledakan.
Listrik di kawasan itu pun dipadamkan, membuat malam semakin pekat.
Hanya cahaya api dan lampu kendaraan darurat yang menerangi sisa-sisa kepanikan.
Petugas pemadam kebakaran dari Kota dan Kabupaten Bekasi masih berjibaku hingga lewat tengah malam, berusaha menjinakkan api yang belum sepenuhnya padam.
Luka yang Akan Lama Tinggal
Peristiwa ini menyisakan lebih dari sekadar kerugian fisik.
Trauma mulai menyelimuti warga—terutama mereka yang menyaksikan langsung ledakan dan kobaran api dari jarak dekat.
Anak-anak yang terbangun karena dentuman kini sulit memejamkan mata kembali.
Orang tua sibuk memastikan keluarganya selamat, sambil menahan gemetar yang belum reda.
Di Cimuning, malam itu, semua orang belajar satu hal yang sama, bahwa bencana bisa datang tanpa aba-aba—dan meninggalkan luka yang tak mudah sembuh.