DAFTAR Daerah Siaga Tsunami Setelah Gempa Bumi M 7,6 Guncang Malut–Sulut Terasa di Gorontalo
Wawan Akuba April 02, 2026 07:59 AM

 

TRIBUNGORONTALO.COM — Gempa bumi kuat berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Maluku Utara dan Sulawesi Utara pada Rabu, 2 April 2026, pukul 06.48.16 Wita.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) langsung mengeluarkan peringatan dini tsunami level PD-2 menyusul potensi gelombang laut akibat gempa tersebut.

Berdasarkan data resmi BMKG, episenter gempa berada di koordinat 1,25 Lintang Utara dan 126,27 Bujur Timur, atau sekitar 129 kilometer tenggara Bitung, Sulawesi Utara.

Gempa terjadi pada kedalaman 62 kilometer, dengan pusat aktivitas berada di laut.

Peringatan dini tsunami ini diperbarui pada pukul 05.56.18 Wita, hanya beberapa menit setelah gempa terjadi.

Dalam rilisnya, BMKG menyebutkan sejumlah wilayah di Maluku Utara (Malut) dan Sulawesi Utara (Sulut) berpotensi terdampak tsunami dengan status berbeda, mulai dari siaga hingga waspada.

Di wilayah Maluku Utara, daerah yang masuk status siaga meliputi Kota Ternate dengan estimasi waktu tiba gelombang pada pukul 06.53.14 Wita.

Lalu Halmahera pada pukul 06.54.14 Wita, serta Kota Tidore pada pukul 06.56.14 Wita.

Sementara itu di Sulawesi Utara, sejumlah wilayah juga berada pada status siaga, di antaranya Kota Bitung dengan estimasi waktu tiba gelombang pukul 07.12.14 Wita.

Kemudian Minahasa Bagian Selatan pukul 07.17.14 Wita, Minahasa Selatan Bagian Selatan pukul 07.18.14 Wita, serta Minahasa Utara Bagian Selatan pada pukul yang sama, yakni 07.18.14 Wita.

Selain itu, beberapa wilayah di Sulawesi Utara berada dalam status waspada, di antaranya Kepulauan Sangihe dengan estimasi waktu tiba pukul 07.14.14 Wita, Minahasa Utara Bagian Utara pukul 07.15.14 Wita, serta Bolaang Mongondow Bagian Selatan pada pukul 07.21.14 Wita.

BMKG juga menampilkan peta estimasi tsunami berdasarkan pemodelan, yang menunjukkan potensi tinggi gelombang bervariasi, mulai dari kategori waspada (0–0,5 meter), siaga (0,5–3 meter), hingga awas (lebih dari 3 meter), tergantung lokasi terdampak.

Dalam arahannya, BMKG mengimbau pemerintah daerah di wilayah dengan status siaga untuk segera mengarahkan masyarakat melakukan evakuasi. Sementara untuk wilayah waspada, masyarakat diminta menjauhi pantai dan tepi sungai guna menghindari risiko gelombang susulan.

Selain itu, BMKG juga menekankan pentingnya mengikuti arahan resmi dari BPBD, BNPB, dan instansi terkait, serta tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi.

Visual pemantauan BMKG menunjukkan sebaran aktivitas gempa dalam radius luas di sekitar episenter, dengan lingkaran merah yang menandai area terdampak signifikan di perairan antara Maluku Utara dan Sulawesi Utara.

Hingga saat ini, kondisi di sejumlah wilayah masih dalam pemantauan intensif, dan masyarakat diminta tetap tenang namun waspada terhadap potensi gempa susulan maupun perkembangan informasi terbaru dari pihak berwenang. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.