TRIBUN-MEDAN.COM,- Sistem peringatan Tsunami Amerika Serikat (AS) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan tsunami untuk wilayah Indonesia.
Adapun wilayah Indonesia yang berpotensi tsunami yakni Maluku Utara dan Sulawesi Utara.
Peringatan dini ini diterbitkan setelah terjadinya gempa berkekuatan magnitudo (M) 7,6 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya pada pukul 05.48 WIB.
Baca juga: Semakin Memanas Kasus Amsal Sitepu, Demo Digerakkan Kejari Karo? Hari Ini Jaksa Dievaluasi di DPR
"Kemungkinan terjadi perubahan permukaan laut setinggi 1 meter di atas permukaan pasang susut di beberapa pantai Indonesia," kata sistem peringatan tersebut, dilansir dari Reuters.
Disebutkan pula, bahwa diperkirakan tinggi gelombang tsunami mencapai 0,3 meter hingga 1 meter di atas permukaan air pasang.
Oleh karena itu, masyarakat yang ada di wilayah pantai diimbau untuk berhati-hati dan waspada.
Baca juga: Cuaca Sumut Hari Ini 2 April 2026, Cek Daftar Wilayah Berpotensi Hujan Ringan Hingga Sedang
Saat ada peringatan tsunami, yang terpenting adalah segera menyelamatkan diri dan keluarga, bukan menunggu atau melihat‑lihat.
Berikut langkah‑langkah praktis yang bisa langsung dilakukan.
Baca juga: Ramalan Shio Hari Ini 2 April 2026, Ada yang Beruntung, Tapi tak Sedikit yang Mendapat Ujian
Segera bergerak ke tempat yang lebih tinggi (pegunungan, bukit, atau lantai atas gedung tinggi minimal 3–4 lantai) dengan rute evakuasi yang sudah ditentukan.
Jauhi pantai, sungai, dan muara; jangan menunggu air balik atau menonton gelombang.
Matikan peralatan listrik dan gas bila masih bisa, lalu fokus pada evakuasi, bukan mengambil barang.
Baca juga: Kalender Jawa Weton Kamis Wage 2 April 2026, Kendalikan Emosi Anda
Cari gedung kokoh (baja/beton) setinggi mungkin dan naik ke lantai atas, jangan menunggu di bawah.
Jika Anda di laut dengan perahu, jangan pulang ke pantai; bergerak ke laut lepas (keluar dari zona pesisir) lebih aman.
Tetap bertahan di tempat aman sampai dinyatakan aman oleh pihak berwenang; gelombang kedua dan ketiga bisa lebih besar.
Setelah situasi aman, gunakan radio atau info resmi (BMKG, BNPB, pemerintah daerah) untuk memastikan tidak ada peringatan baru dan arah mana yang boleh dilalui.
Baca juga: WFH Resmi, Kemenaker Keluarkan SE Sistem Bekerja dari Rumah 1 Kali Seminggu Kecuali Sektor Berikut
Kenali peta evakuasi, jalur aman, dan titik kumpul keluarga di daerah tinggi.
Latih simulasi evakuasi dengar suara sirine atau peringatan hingga semua anggota keluarga paham; setiap detik sangat berharga.
Berdasarkan data resmi dari BMKG yang dilansir dari Kompas.com, pusat gempa bumi atau episenter terletak pada koordinat 1,25 Lintang Utara (LU) dan 126,27 Bujur Timur (BT).
Guncangan gempa bumi ini dirasakan cukup kuat di berbagai wilayah, berdasarkan skala Modified Mercalli Intensity (MMI):
Sebagai informasi, skala V-VI MMI menunjukkan getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, barang-barang terpelanting, bahkan berpotensi menyebabkan kerusakan ringan pada bangunan.
Selain gempa utama (mainshock), BMKG mencatat adanya aktivitas gempa susulan (aftershock) di sekitar lokasi yang sama:
Gempa Susulan 1: Terjadi pada pukul 06.07.23 WIB dengan kekuatan magnitudo 5,5. Pusat gempa berada pada kedalaman 10 kilometer, berlokasi 108 kilometer Barat Laut Ternate, Maluku Utara (1,15 LU-126,47 BT).
Gempa Susulan 2: Terjadi pada pukul 06.12.34 WIB dengan kekuatan magnitudo 5,2. Pusat gempa berada pada kedalaman 27 kilometer, berlokasi 125 kilometer Barat Laut Ternate, Maluku Utara (1,23 LU-126,33 BT).
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah pesisir Maluku Utara dan Sulawesi Utara untuk tetap tenang namun tetap waspada. Peringatan dini tsunami ini merupakan bentuk kewaspadaan terhadap potensi naiknya air laut pascagempa bumi signifikan.
Masyarakat diminta untuk mengikuti arahan resmi dari BPBD setempat dan memantau kanal informasi resmi BMKG untuk pembaruan data terkini. Pastikan tidak termakan hoaks yang beredar di media sosial mengenai situasi di lokasi terdampak.(tribun-medan.com)