TRIBUNNEWS.COM - Terjadi gempa bumi Magnitudo 7.6 yang berlokasi di 129 km Tenggara Kota Bitung, Sulawesi Utara pada pukul 05.48 WIB atau 06.48 WITA, Kamis (2/4/2026).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pun memperingatkan bahwa gempa tersebut berpotensi tsunami.
Lokasi gempa sendiri terletak di antara Sulawesi Utara dan Maluku Utara (Malut).
Melalui laman resminya, bmkg.go.id, ada tujuh wilayah di Sulut dan Malut yang statusnya siaga tsunami per pukul 07.27 WIB atau 08.27 WITA.
Berikut daftar wilayah yang ditetapkan siaga tsunami seperti yang dirilis di bmkg.go.id:
Maluku Utara:
- Kota Ternate estimasi tiba pukul 05.53 WIB
- Halmahera estimasi tiba pukul 05.04 WIB
- Kota Tidore estimasi tiba pukul 05.56 WIB
Sulawesi Utara:
- Kota Bitung estimasi tiba pukul 06.17 WIB
Baca juga: Tsunami Terjadi di Halmahera Barat dan Bitung Imbas Gempa Sulut 7,6 Magnitudo
- Minahasa bagian Selatan estimasi tiba pukul 06.18 WIB
- Minahasa Selatan bagian Selatan estimasi tiba pukul 06.18 WIB
- Minahasa Utara bagian selatan estimasi tiba pukul 06.18 WIB
Lalu ada tiga wilayah di Sulut lainnya yang statusnya waspada, yakni di:
- Kepulauan Sangihe estimasi tiba pukul 06.14 WIB
- Minahasa Utara bagian Utara estimasi tiba pukul 06.15 WIB
- Bolaan Mongondow bagian Selatan estimasi tiba pukul 06.21 WIB
Dalam status siaga, pemerintah setempat diharap memperhatikan dan segera mengarahkan masyarakat untuk melakukan evakuasi.
Sementara wilayah yang berstatus waspada, pemerintah setempat diimbau untuk memperhatikan dan segera mengarahkan masyarakat untuk menjauhi pantai dan tepian sungai.
Sementara itu, Gubernur Sulut, Yulius Selvanus Komaling (YSK) mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun tetap waspada.
"Masyarakat tetap tenang dan waspada, terutama yang berada di pesisir pantai, karena berdasarkan data BMKG ada beberapa wilayah yang berpotensi," ujar Gubernur YSK, dikutip dari TribunManado.co.id.
Ia mengimbau warga untuk menjauhi atau tidak beraktivitas di laut maupun pinggiran pantai.
“Harus waspada, hindari aktivitas di laut termasuk di pinggiran pantai,” tegasnya.
Pihaknya pun tengah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait untuk penanganan pascagempa.
“Kita akan melakukan koordinasi dengan seluruh stakeholder terkait pasca gempa ini sesuai SOP yang ada,” katanya.
(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(TribunManado.co.id, Rhendi Umar)