Curi Kotak Amal di 21 Masjid buat Mabuk dan Foya-foya, Aksi 2 Maling Terhenti Gegara Terekam CCTV
Murhan April 02, 2026 11:03 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Aksi dua pemuda terhenti setelah tujuh bulan melakukan pencurian kotak amal masjid di Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar).

Setelah menjarah sekitar 21 masjid, akhirnya kedua maling ini berujung jeruji besi.

Mereka berinisial RD (33) dan SD (24) menjalankan aksi pencurian bermodal obeng.

Para pelaku tepergok saat melakukan pencurian di bulan Ramadan di salah satu masjid.

Hasil curian dari kotak amal tersebut digunakan untuk membeli minuman keras (miras).

Saat beraksi kedua pemuda itu terekam CCTV masjid hingga wajah dan gerak gerik tampak jelas.

Baca juga: Diduga Berasal dari Tanaman Sebelumnya, Ulat Grayak Ganas Serang Jagung Muda di Gunungraja Tanahlaut

Atas kejadian itu, Tim Resmob Polresta Mamuju berhasil meringkus kedua pelaku di tempat persembunyiannya.

Para pelaku ini bersembunyi di sebuah rumah di Malunda, Kabupaten Majene.

Mencuri di 21 Masjid

Kasi Humas Polresta Mamuju, Iptu Herman Basir, mengungkapkan penangkapan ini merupakan tindak lanjut dari laporan para pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di berbagai titik di Mamuju.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kedua pelaku mengakui telah melancarkan aksinya di 21 masjid yang berbeda. 

Bahkan, di beberapa lokasi, pelaku nekat beraksi lebih dari satu kali.

"Total ada 24 kali aksi pencurian yang dilakukan di 21 masjid. Ada tiga masjid yang mereka satroni hingga dua kali," ujar Iptu Herman Basir dalam konferensi pers di Ruang Media Center Polresta Mamuju, Selasa (31/3/2026).

Dari puluhan aksi tersebut, para pelaku berhasil menggasak uang tunai dengan total kerugian mencapai kurang lebih Rp 10 juta.

Herman menjelaskan, aksi pencurian ini semakin gencar dilakukan selama bulan Ramadhan. 

Para pelaku memanfaatkan kelengahan jemaah dan pengurus masjid pada waktu-waktu tertentu.

"Modusnya, mereka beraksi sesaat setelah jemaah melaksanakan shalat Subuh. Di saat jemaah sedang beristirahat atau suasana masjid mulai sepi, pelaku masuk dan merusak kotak amal menggunakan obeng," jelasnya.

Beraksi Selama 7 Bulan

Pelaku diketahui telah menjalankan aksinya selama kurang lebih tujuh bulan. 

Namun, frekuensi pencurian meningkat tajam saat memasuki Ramadan, di mana dalam sehari mereka bisa menyasar dua masjid sekaligus.

Saat ditanya mengenai motif, Herman menyebutkan hasil curian tersebut tidak digunakan untuk kebutuhan mendesak, melainkan untuk gaya hidup tidak sehat.

"Uangnya digunakan untuk berfoya-foya, termasuk untuk mengonsumsi minuman keras, serta memenuhi kebutuhan pribadi sehari-hari," tambah Herman.

Meskipun tubuh pelaku dipenuhi tato, polisi mencatat keduanya belum pernah tersangkut kasus pidana sebelumnya (residivis). 

Diketahui RD merupakan warga Kecamatan Budong-Budong yang berdomisili di Mamuju, sementara SD merupakan warga Kabupaten Majene.

Dalam penangkapan tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa satu buah obeng yang digunakan untuk mencungkil, sepeda motor sebagai sarana transportasi, serta beberapa kotak amal yang masih dalam kondisi rusak.

Kedua pelaku ditangkap saat sedang beristirahat di sebuah rumah persembunyian di Malunda pada pukul 04.00 WITA, sesaat sebelum mereka berencana melanjutkan perjalanan ke Kota Majene.

"Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP atau Pasal 477 pada KUHP Baru, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 7 tahun," pungkas Iptu Herman Basir.

Kejadian di Kalsel

Kejadian serupa juga terjadi di Kalimantan Selatan (Kalsel), ada aksi membobol kotak amal di Mushola At Tarim, Komplek Pandan Arum, Jahri Saleh, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Wajah pelaku yang tega membobol uang hasil amal para jamaah itu berhasil terekam CCTV.

Dilansir melalui unggahan akun Instagram @peristiwakalsel Sabtu (20/2/2026) peristiwa pembobolan kotak amal tersebut dilakukan ketika siang hari saat mushola dalam kondisi sepi.

Berdasarkan rekaman CCTV, mulanya pemuda itu memasuki kawasan masjid dengan mengenakan kaus putih, celana jeans dan topi kupluk.

Ia kemudian berjalan mendekati kotak amal yang diletakan di belakangdekat pintu mushola.

Sementara mushola tampak dalam kondisi kosong dengan kondisi pintu tertutup.

Ia pun bergegas membuka kunci yang menyegel kotak amal tersebut.

Dari dalam saku celananya pemuda itu kemudian mengeluarkan kantung plastik hitam berukuran besar.

Plastik itu kemudian digunakan untuk meletakan uang-uang yang dicurinya dalam kotak amal.

Tak sampai disitu, pelaku kembali membobol kotak amal kecil yang berada di pinggir ruangan mushola saat berjalan keluar.

"Telah terjadi pencurian Kotak amal mushola At Tarim komplek pandan arum ,jahri saleh Bjm di bobol urang, kalau ada yg melihat orang ini tolong diamankan.
Copas kiriman netizen," terang unggahan tersebut.

Hingga kini pelaku masih berkeliaran dan ramai diburu warga.

Kasus Serupa di Martapura

Pembobolan kotak amal terjadi di masjid kawasan Desa Keramat Baru, Martapura Timur, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Wajah pelaku yang membobol kotak amal pada Kamis (29/1/2026) tersebut, berhasil terekam CCTV.

Dilansir melalui unggahan akun Instagram @wargabanua.official, Sabtu (31/1/2026) pelaku nekat melakukan aksinya saat masjid dalam kondisi sepi.

“"telah terjadi kemalingan kotak amal di desa keramat Baru kecamatan Martapura timur, kabupaten Banjar,” terang unggahan itu.

Tampak dalam unggahan rekaman CCTV yang beredar pelaku masuk kawasan masjid.

Dia mengenakan kaus lengan panjang abu-abu, celana jeans dan topi hitam untuk menutupi wajah.

Aksi pembobolan kotak amal tersebut dilakukan sekitar pukul 10.30 Wita.

Pelaku berjalan mengendap-ngendap sambil mengecek keadaan sekitar saat memasuki kawasan masjid.

Dia pun mendekati kotak awal yang berada di bagian samping saf laki-laki.

Sebelum membobol, pelaku terlihat beberapa kali memasukkan sesuatu ke dalam kotak amal tersebut.

Setelah merasa kondisi sekitar aman, pelaku lantas membuka paksa gembok kotak amal dan mengambil sejumlah uang yang berada di dalamnya.

Pelaku membobol kotak amal dengan peralatan yang diduga sudah disiapkan dari rumah sebelum melakukan aksinya.

Hingga kini belum diketahui secara pasti identitas pelaku yang meresahkan warga tersebut.

Pencurian uang dari kotak amal atau kotak infak hampir pernah terjadi di mana saja.

Termasuk di Musala Ash Shalihin di Jalan Pramuka Kompleks Semanda 6 Banjarmasin Timur.

Setelah beberapa kali dibobol maling, akhirnya pengurus musala mendapat ide untuk meminimalisasi pelaku kejahatan.

Caranya sederhana tapi bukan memasang CCTV. 

Melainkan kotak wakaf yang sebelumnya berada di dalam musala, dipindah keluar.

Kotak besi warna hijau itu ditaruh di pelataran musala. 

Jadi, bagi siapa saja yang berniat mencuri atau pun mengondol kotak infak tersebut, sangat mudah terlihat.

Soalnya, musala berada di lintasan jalur/blok kompleks tersebut.

Jadi warga yang rumahnya dekat musala, bisa sambil memantau.

Begitu pula warga yang melintas di jalur/blok tersebut.  Sejauh ini, hal itu cukup efektif.

(Banjarmasinpost.co.id/TribunJatim.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.