Sebut Pemain Timnas Indonesia Palsukan Dokumen, Media Malaysia Kena Rujak Nitizen
Arif Tio Buqi Abdulah April 02, 2026 12:30 PM

TRIBUNNEWS.COM – Sejumlah pemain Timnas Indonesia yang berkarier di Liga Belanda tengah menjadi sorotan tajam menyusul dugaan pelanggaran administrasi terkait penggunaan paspor.

Kasus ini mencuat setelah beberapa pemain yang merumput di kompetisi seperti Eredivisie dan Eerste Divisie dinonaktifkan sementara oleh klub masing-masing.

Permasalahan ini bermula ketika NAC Breda melaporkan Go Ahead Eagles ke KNVB.

Laporan tersebut berkaitan dengan penggunaan Dean James yang diduga dimainkan sebagai pemain lokal/Uni Eropa, padahal status kewarganegaraannya telah berubah menjadi Warga Negara Indonesia (non-Uni Eropa) sejak Maret 2025.

Jika terbukti, situasi ini bisa dikategorikan sebagai pelanggaran regulasi terkait penggunaan pemain dalam kompetisi resmi.

BERSELEBRASI - Selebrasi bek Timnas Indonesia, Dean James (tengah) setelah berhasil mencetak assist untuk Go Ahead Eagles pada matchday kedua Liga Eropa melawan Panhatinaikos, Kamis (2/10/2025) malam WIB.
BERSELEBRASI - Selebrasi bek Timnas Indonesia, Dean James (tengah) setelah berhasil mencetak assist untuk Go Ahead Eagles pada matchday kedua Liga Eropa melawan Panhatinaikos, Kamis (2/10/2025) malam WIB. (Instagram @gaeagles)

Imbas dari kasus ini tidak hanya menimpa Dean James. Sejumlah pemain lain seperti Nathan Tjoe-A-On (Willem II), Justin Hubner (Fortuna Sittard), dan Tim Geypens (FC Emmen) juga ikut terdampak.

Klub-klub mereka memilih langkah aman dengan “memarkir” para pemain tersebut untuk sementara waktu guna menghindari potensi sanksi administratif yang lebih berat.

Langkah ini diambil sembari menunggu kejelasan hasil investigasi dari federasi.

KNVB langsung merespons cepat dengan meminta seluruh klub melakukan pemeriksaan ketat terhadap status kewarganegaraan pemain mereka.

Baca juga: Ranking FIFA Terbaru 1 April 2026: Timnas Indonesia Turun, Prancis Melesat Urutan Pertama Dunia

Meski demikian, federasi memastikan bahwa hasil pertandingan yang telah berlangsung tetap dianggap sah, walaupun penyelidikan masih berjalan.

Hal ini menjadi keputusan penting untuk menjaga stabilitas kompetisi di tengah ketidakpastian regulasi yang tengah dikaji.

Maarten Paes Jadi Pengecualian

Di tengah polemik ini, Maarten Paes menjadi satu-satunya pemain yang dikabarkan aman dari permasalahan tersebut.

Klubnya, Ajax Amsterdam, disebut telah mengurus statusnya dengan benar sebagai pemain non-Uni Eropa sejak awal, sehingga tidak menimbulkan celah pelanggaran administratif, dikutip dari Voetbal International.

Kasus ini berpotensi menjadi preseden penting dalam pengelolaan pemain naturalisasi di Eropa, khususnya terkait status kewarganegaraan ganda dan regulasi pemain non-Uni Eropa.

Jika terbukti terjadi pelanggaran, bukan tidak mungkin akan ada sanksi administratif bagi klub, bahkan membuka diskusi lebih luas mengenai regulasi pemain internasional di liga-liga Eropa.

Untuk saat ini, semua pihak masih menunggu hasil investigasi resmi dari KNVB yang akan menentukan arah akhir dari polemik yang tengah menyita perhatian publik sepak bola Indonesia dan Belanda tersebut.

Media Malaysia Kena Rujak Nitizen

DIRUJAK NITIZEN INDONESIA - Media Malaysia kena rujak nitizen Indonesia karena menyebut kasus 'pemalsuan dokumen' oleh para pemain Timnas Indonesia di Liga Belanda.
DIRUJAK NITIZEN INDONESIA - Media Malaysia kena rujak nitizen Indonesia karena menyebut kasus 'pemalsuan dokumen' oleh para pemain Timnas Indonesia di Liga Belanda. (Instagram Palatao Bola)

Media sepak bola Malaysia melalui akun Instagram @palataoball dan @palatao_bola menjadi sorotan setelah menuai kritik dari warganet terkait unggahan mereka mengenai dugaan pelanggaran administrasi yang melibatkan pemain Timnas Indonesia.

Dalam unggahan tersebut, kedua akun itu menyebut para pemain Timnas Indonesia terlibat pemalsuan dokumen.

Padahal, kasus yang sebenarnya terjadi berkaitan dengan pelanggaran administrasi penggunaan paspor, bukan pemalsuan dokumen.

Faktanya, para pemain yang dimaksud hanya tidak didaftarkan sebagai pemain non-Uni Eropa oleh klub masing-masing, meski telah memegang paspor Indonesia.

Situasi ini berbeda dengan kasus yang pernah menimpa Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM), yang disebut-sebut mengubah dokumen kelahiran tujuh pemain naturalisasi agar dapat membela tim nasional Malaysia.

Akibat narasi yang dinilai keliru tersebut, akun @palataoball dan @palatao_bola pun langsung diserbu kritik dari warganet.

“Jangan ngajak-ngajak, kalau soal pemalsuan dokumen cukup Malaysia saja,” tulis salah satu pengguna Instagram.

Viralnya unggahan tersebut membuat kedua akun itu akhirnya menutup kolom komentar setelah dibanjiri respons negatif dari publik.

(Tribunnews.com/Ali)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.