Detik-detik Markas Polres Dogiyai Diserang: Satu Polisi Tewas, Dua Luka Serius
Paul Manahara Tambunan April 02, 2026 12:29 PM

 

TRIBUN-PAPUA.COm, JAYAPURA — Stabilitas keamanan di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, kembali terusik.

Seorang personel Kepolisian Resor (Polres) Dogiyai gugur akibat penganiayaan berat oleh orang tidak dikenal (OTK), Selasa (31/3/2026). 

Insiden ini memicu rangkaian serangan susulan terhadap aparat yang sedang berpatroli hingga penyerangan Markas Polres Dogiyai pada malam harinya.

Kepala Kepolisian Daerah Papua Tengah Brigadir Jenderal (Pol) Jermias Rontini mengonfirmasi rentetan kejadian bermula pada Selasa pukul 10.40 WIT.

Korban berinisial JE (24) ditemukan tak bernyawa di pertigaan Gereja Kingmi Ebenhaezer, Kampung Kimupugi, Distrik Kamuu.

Baca juga: Situasi Dogiyai Papua Tengah Memanas, Polisi Selidiki Kaitan Pembunuhan Anggota dan Kericuhan Massa

"Korban ditemukan dalam kondisi luka parah akibat senjata tajam pada bagian leher hingga kepala belakang. Terdapat pula luka pada jari kelingking dan jari manis tangan kanan," ujar Jermias saat dihubungi dari Jayapura, Rabu (1/4/2026).

Penemuan jenazah JE berawal saat personel Polres Dogiyai melaksanakan patroli di kompleks Ikebo sekitar pukul 11.40 WIT.

Petugas melihat kerumunan warga yang berlarian di sekitar pertigaan Puskesmas. Berdasarkan informasi dari warga setempat, diketahui ada seseorang yang tergeletak di dalam parit di depan Gereja Ebenhaezer.

Petugas segera menuju lokasi dan mendapati JE sudah bersimbah darah.

Korban langsung dievakuasi ke RSUD Pratama Dogiyai untuk penanganan lebih lanjut.

KERICUHAN DI DOGIYAI - Sebuah bangunan terbakar saat kericuhan di sekitar Mapolres Dogiyai, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, pada Selasa (31/3/2026) malam.
KERICUHAN DI DOGIYAI - Sebuah bangunan terbakar saat kericuhan di sekitar Mapolres Dogiyai, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, pada Selasa (31/3/2026) malam. (Tribun-Papua.com/Istimewa)

Serangan Susulan

Situasi kian memanas saat siang hari. Sekitar pukul 12.10 WIT, kelompok massa melakukan serangan terhadap personel yang tengah berpatroli di Jalan Trans Nabire-Enaro, tepatnya di Kampung Ikamenida.

Dalam peristiwa ini, Bripda AR (23) menderita luka tembak senjata PCP di bahu kiri.

Baca juga: Insiden Berdarah di Kabupaten Dogiyai, Koalisi HAM Papua Desak Bentuk Tim Pencari Fakta

Ketegangan berlanjut hingga malam hari. Pada pukul 18.30 WIT, massa kembali bergerak menyerang personel dan Mapolres Dogiyai dengan menggunakan busur panah serta lemparan batu.

Akibatnya, seorang anggota berinisial AY (22) terluka akibat terkena anak panah di bahu kanan belakang.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman dan belum menerima laporan mengenai adanya korban dari pihak sipil.

Pihak Polda Papua Tengah memastikan bahwa situasi di Dogiyai kini telah berhasil dikendalikan.

"Saat ini situasi di wilayah Kabupaten Dogiyai sudah aman dan terkendali. Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak terprovokasi oleh isu-isu yang menyesatkan, dan memercayakan sepenuhnya penegakan hukum kepada aparat TNI dan Polri," tegas Jermias. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.