Gempa Dahsyat M 7,6 di Sulut, 1 Orang Tewas Tertimpa Gedung KONI Manado
Abd Rahman April 02, 2026 10:47 AM

 

TRIBUN-SULBAR.COM – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada Kamis (2/4/2026) pagi dilaporkan menelan korban jiwa.

Informasi sementara, satu orang warga dilaporkan meninggal dunia setelah tertimpa reruntuhan bangunan di Gedung KONI Manado.

Korban diketahui bernama Deice Lahia (70), warga Tateli, Kabupaten Minahasa.

Baca juga: WILAYAH Status Siaga dan Waspada Tsunami Usai Gempa Bumi Guncang Sulawesi Utara dan Maluku Utara

Baca juga: Prakiraan Cuaca Sulbar Kamis 2 April 2026: Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Terjadi Seharian

Dilansir dari laporan Kompas TV, gempa berkekuatan magnitudo 7,6 tersebut juga menyebabkan Gedung KONI di Manado runtuh.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa berpusat di koordinat 1,25 Lintang Utara dan 126,27 Bujur Timur dengan kedalaman 62 kilometer.

Guncangan kuat tidak hanya dirasakan di wilayah pesisir, tetapi juga hingga ke Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.

Warga Panik Berhamburan, Getaran Sangat Kuat

Guncangan gempa dirasakan di berbagai wilayah, termasuk di Manado. Warga dilaporkan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri saat gempa terjadi.

Pasca gempa, aktivitas di sejumlah titik sempat terganggu. Petugas gabungan dari berbagai instansi masih melakukan pemantauan serta evakuasi di lokasi-lokasi terdampak.

Sejumlah warga mengaku merasakan getaran cukup kuat hingga menimbulkan kepanikan sesaat.

Cici, warga Desa Bohabak 3, Kecamatan Bolangitang Timur, mengaku terkejut saat gempa terjadi.

“Guncangannya cukup kuat. Saya sempat panik karena saat itu sedang berada di kamar mandi,” ujarnya.

Meski sempat menimbulkan kepanikan, situasi di wilayah tersebut berangsur kondusif. Warga pun mulai kembali melanjutkan aktivitas sehari-hari.

BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami

Pasca gempa, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika juga mengeluarkan peringatan dini tsunami.

Gempa dengan magnitudo besar tersebut dinilai berpotensi memicu gelombang tsunami, sehingga masyarakat di wilayah pesisir diminta tetap siaga dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus memantau perkembangan situasi di lapangan.

Masyarakat diimbau tidak panik, namun tetap waspada serta menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi.

Peristiwa gempa berkekuatan besar ini kembali mengingatkan tingginya aktivitas seismik di wilayah Sulawesi Utara yang berada di jalur cincin api Pasifik. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.