BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Komoditas hasil perikanan, khususnya cumi-cumi dan ikan tenggiri, menjadi penyumbang terbesar inflasi di Kabupaten Bangka Barat menjelang momentum Idulfitri 2026. Tingginya permintaan masyarakat terhadap komoditas tersebut mendorong kenaikan harga di pasaran.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bangka Barat, M. Hendy Saputra, mengatakan konsumsi ikan yang tinggi di masyarakat menjadi faktor utama yang memicu inflasi, terutama pada periode Lebaran.
Menurutnya, dalam inflasi bulanan (month to month), terdapat lima komoditas utama penyumbang inflasi terbesar, yakni udang basah sebesar 0,27 persen, cumi-cumi 0,21 persen, ikan tenggiri 0,13 persen, ikan kembung 0,09 persen, serta bayam 0,06 persen.
"Setelah Lebaran para nelayan jarang ya langsung turuk ke laut. Sedangkan permintaan meningkat," kata M. Hendy Saputra, kepada wartawan, Kamis (2/4/2026).
Sehingga menurut Hendy, faktor tersebut menjadi penyebab tingginya harga ikan di Bangka Barat, karena sesuai hukum ekonomi. Harga tinggi karena permintaan banyak.
"Harga tnggi sebagaimana kita ketahui, masyarakat Babel ini gemar makan ikan. Lebaran kedua, ketiga sudah makan lempah ikan. Sementara stok terbatas, permintaan tinggi mengakibatkan harga menjadi meningkat prinsip ekonominya seperti itu," tutupnya.
Meski demikian, dikatakan Hendy, perekonomian daerah tetap menunjukkan pertumbuhan, walaupun dengan laju yang melambat.
Sementara, Asisten II Setda Bangka Barat, Heru Warsito, mengatakan kondisi inflasi di Kabupaten Bangka Barat pada Maret 2026 menunjukkan tren positif.
Data yang dirilis pada 1 April mencatat inflasi mengalami penurunan signifikan dibandingkan Februari 2026.
Secara year on year (yoy), inflasi di Maret 2026 berada di angka 2,53 persen, sementara secara month to month (mtm) tercatat sekitar 0,92 persen.
Angka tersebut, menurutnya, menunjukkan penurunan yang cukup drastis dibanding bulan sebelumnya, Februari 2026 inflasi year on year (yoy) 4,78 dan month to month (mtm) -0,77.
Heru Warsito, mengatakan, penurunan inflasi ini tidak lepas dari upaya berbagai pihak, khususnya para pemangku kepentingan di Bangka Barat, dalam menjaga stabilitas harga.
"Terlebih menjelang Hari Raya Idulfitri, harga kebutuhan pokok relatif terkendali. Diharapkan, kondisi ini dapat terus dipertahankan ke depan, sehingga inflasi tetap terkendali dan berdampak positif terhadap perbaikan perekonomian daerah," kata Asisten II Setda Bangka Barat, Heru Warsito.
Ia mengharapkan, pemerintah daerah berharap sinergi antar pemangku kepentingan terus diperkuat guna menjaga stabilitas harga serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik ke depan.
"Harapan kita kedepan juga inflasi terkendali dengan baik kondisi perekomoian lebih baik lagi," tutupnya. (Bangkapos.com/Riki Pratama)