Syamsi Sarman jadi Ketua Baznas Tarakan, KH Zainuddin Dalilah Harap Moto Pelayanan Dilanjutkan
Amiruddin April 02, 2026 11:14 AM

 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – H Syamsi Sarman resmi terpilih sebagai Ketua Badan Amil Zakat Nasional atau Baznas Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara atau Kaltara periode 2026–2030. 

Ia menegaskan komitmennya untuk melanjutkan amanah, serta menjaga kesinambungan program yang telah berjalan selama ini.

H Syamsi Sarman menyampaikan, jabatan yang diembannya merupakan sebuah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Seperti yang dilihatlah, karena jabatan itu kan amanah. 

Buat saya apalagi yang sudah menjalani 19 tahun di Baznas, ya buat saya tinggal melanjutkan amanah yang sudah dibebankan kepada kami. 

Ya itu sudah kesepakatan, kami konsisten dengan kesepakatan harus kami laksanakan,” ujarnya.

 

PIMPINAN BAZNAS TARAKAN DILANTIK- Wali Kota Tarakan, dr.H.Khairul saat melantik lima pimpinan Baznas Kota Tarakan, Rabu (1/4/2026).
PIMPINAN BAZNAS TARAKAN - Wali Kota Tarakan, dr.H.Khairul saat melantik lima pimpinan Baznas Kota Tarakan, Rabu (1/4/2026). H Syamsi Sarman resmi terpilih sebagai Ketua Badan Amil Zakat Nasional atau Baznas Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara atau Kaltara periode 2026–2030.  (TribunKaltara.com/Andi Pausiah)

 

Baca juga: Lima Pimpinan Baznas Tarakan Dilantik, Wali Kota Tekankan Kepemimpinan Kolektif dan Penguatan Zakat

Ia juga menyinggung dinamika dalam masa jabatan yang disebut-sebut baru pertama kali terjadi, sehingga masih perlu dikonsultasikan lebih lanjut ke pusat.

“Kalau itu memang baru pertama kali, di Indonesia mungkin baru ini. 

Jadi kita juga belum berani pastikan apakah dapat dibolehkan atau tidak. 

Nanti akan dikonsultasikan ke pusat,” kata Syamsi Sarman.

Menurutnya, kewenangan terkait pengangkatan tetap berada di kepala daerah.

“Dan itu tugasnya wali kota ya, bukan saya. 

Yang mengeluarkan SK wali kota. 

Kalau saya ini hanya menjalankan,” tambahnya.

 

PIMPIN BAZNAS TARAKAN - H Syamsi Sarman, saat diwawancarai media, usai jadi khatib Salat Idul Fitri 2026 di SMAN 1 Tarakan, pada Jumat (20/3/2026). H Syamsi Sarman baru saja dilantik sebagai Ketua Baznas Tarakan yang baru. TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
PIMPIN BAZNAS TARAKAN - H Syamsi Sarman, saat diwawancarai media, usai jadi khatib Salat Idul Fitri 2026 di SMAN 1 Tarakan, pada Jumat (20/3/2026). H Syamsi Sarman baru saja dilantik sebagai Ketua Baznas Tarakan yang baru. TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH (TribunKaltara.com/Andi Pausiah)

 

Dalam menjalankan kepemimpinan ke depan, Syamsi Sarman menegaskan bahwa seluruh target yang diberikan tidak menjadi tanggung jawab pribadi semata, melainkan dikerjakan secara bersama.

“Satu tahun bismillah, enam bulan pun bismillah. Tidak masalah," ujarnya.

Ia menilai di Baznas ada lima pimpinan. 

Maka kelima pimpinan bekerja kolektif-kolegial.

"Artinya tugas itu, target itu menjadi tanggung jawab sama-sama. 

Bukan hanya saya ketua gitu. 

Jadi tanggung jawab sama-sama,” sambungnya.

Sementara itu, pimpinan Baznas periode sebelumnya, K.H. Zainuddin Dalilah, turut menyampaikan pesan dan harapannya kepada kepengurusan baru.

“Saya kan hari ini (kemarin) sudah berakhir. 

Kemudian yang baru nanti akan, setelah saya perhatikan, saya amati, orang-orang yang menggantikan ini yang baru ini memang mereka, mudah-mudahan bisa meneruskan,” harap Zainuddin Dalilah.

Ia mengaku optimistis dengan komposisi pengurus baru yang dinilai memiliki keahlian di bidang masing-masing.

“Karena saya lihat, saya optimis sekali, orang-orang yang ahli dalam bidangnya masing-masing saya bantu. 

Jadi, saya kira untuk 5 tahun ke depan Baznas masih baguslah, konsisten insyaAllah,” lanjutnya.

Zainuddin juga menegaskan pentingnya keberadaan Baznas sebagai mitra pemerintah dalam membantu masyarakat.

“Keberadaan Baznas itu sebetulnya tulang punggung pemerintah untuk menghapus kemiskinan, membantu pemerintah, membantu anak yatim,” kata Zainuddin Dalilah

Ia menggambarkan peran cepat Baznas dalam membantu masyarakat, bahkan saat kondisi darurat.

"Bisa bayangkan aja kalau ada kebakaran, belum padam api, Baznas sudah di sana salurkan makanan. 

Berapa anak-anak yang harus dibantu seragamnya, berapa yang harus dikasih makan selama satu minggu, itu semua tugas Baznas," ungkapnya.

Menurutnya, mekanisme bantuan melalui Baznas jauh lebih cepat dibandingkan jalur birokrasi lainnya.

“Kalau melalui birokratnya terlalu bertele-tele itu ke sana kemari, sempat mati kelaparan dulu orang baru bisa dibantu. 

Tapi kalau lewat Baznas begitu layak, pasti dibantu,” tegasnya.

Ia pun mengapresiasi dukungan kepala daerah terhadap Baznas.

“Nah itu lah, makanya Pak Wali saya lihat beliau bersungguh-sungguh untuk memberikan dukungan kepada Baznas karena membantu beliau, membantu pemerintah,” ujar Zainuddin Dalilah

Setelah mengakhiri masa jabatannya, Zainuddin mengaku akan kembali menjalani kegiatan seperti biasa.

Ia juga memiliki keseharian berjualan.

“ Ya, saya buka jualan. 

Di Islamic Center juga, Pak,” katanya sembari tersenyum.

Di akhir pesannya, ia menekankan pentingnya mempertahankan motto pelayanan Baznas yang selama ini dijalankan.

“Selama lima tahun kepemimpinan saya itu, ada moto yang mudah-mudahan mereka bisa teruskan. 

Orang datang menangis, pulang tersenyum. 

Karena mereka malam-malam berpikir, ya Allah anak saya sakit, mau berobat bagaimana tau-tau, Allah kasih ingat, eh kau pergi ke Basnas. 

Nah, setelah sampai di Baznas kan dia harus pulang tersenyum. 

Sudah semalaman dia menangis,” lanjutnya.

Moto itu harapannya dipertahankan di Baznas Tarakan. 

"Buat saya, apalagi yang sudah menjalani 19 tahun di Baznas, ya buat saya tinggal melanjutkan amanah yang sudah dibebankan,” pungkas Zainuddin Dalilah

(*)

Penulis: Andi Pausiah

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.