TRIBUNJAKARTA.COM - Wilayah Bitung, Sulawesi Utara diguncang gempa magnitudo 7,6 pada Kamis (2/4/2026) sekira pukul 06.45 Wita.
Gempa dahsyat yang mengguncang Bitung itu menimbulkan kepanikan warga. Bahkan, seorang wanita nekat melompat dari lantai 2 toko di Manado.
Berdasarkan data resmi BMKG, gempa terjadi pukul 05.48.16 WIB dengan kedalaman 62 kilometer. Episentrum gempa berada sekitar 129 kilometer di tenggara Bitung.
BMKG mengingatkan bahwa gempa tersebut berpotensi menimbulkan tsunami, sehingga masyarakat diminta tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah maupun instansi terkait.
Diketahui, getaran gempa terasa di Kabupaten Minahasa Utara yang berada dekat Bitung.
Di Desa Kalawat, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minut, Provinsi Sulut, gempa membuat warga berlarian dari rumah.
Dikutip dari Tribun Manado, warga ada yang berlari dengan hanya celana pendek tidur.
Ada pula yang lari sambil berpegangan tangan dengan pasangan.
Gempa terasa kuat hingga beberapa warga terhuyung huyung.
Suasana mencekam dengan bunyi derak dari rumah dan dari tanah. Sejumlah warga ketakutan lantas mengucapkan doa.
Sally salah satu warga mengaku awalnya mendengar suara bising.
"Lantas tanah bergoyang," kata dia. Menghadapi fenomena yang tidak biasa itu, Sally sempat terpaku di tempat.
Ia kemudian disambar sang anak. "Ia langsung tarik saya keluar," kata dia.
Lansia berusia 60 tahun ini mengaku baru sekali ini merasakan gempa sebesar itu.
Ia berdoa agar tak ada kerusakan serta bahaya tsunami yang menyertai gempa.
Gio seorang warga mengaku sempat terhuyung karena kuatnya gempa.
"Kebetulan kaki saya kena asam urat hingga agak terhuyung," katanya.
Gempa sudah usai tapi telinganya terasa berdengung. Kepalanya terasa berputar. "Gempa kali ini keras sekali," katanya dia.
Guncangan yang terjadi saat sebagian warga masih beristirahat ini memicu kepanikan luar biasa di Kota Manado dan sekitarnya.
Warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Kepanikan serupa terjadi di wilayah Minahasa Utara, khususnya di perumahan Desa Matungkas.
Saking kuatnya getaran, warga yang masih terlelap bahkan nekat lari keluar rumah meski masih berbalut selimut.
"Kuat sekali, sampai tiang listrik terlihat jelas bergoyang-goyang," ujar Lin, salah satu warga Matungkas.
Chinkisen, warga Minut, mengaku kaget saat menemukan kaca di dalam rumahnya pecah akibat guncangan hebat tersebut.
"Pas lihat di dalam rumah, kaca rias sudah pecah," ungkapnya.
Meski masih dalam keadaan mengantuk dan kaget, ia dan istrinya langsung berupaya membersihkan serpihan kaca agar tidak membahayakan.
Warga lain yang merasakan guncangan langsung panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
“Saya panik keluar kost langsung lari, dan ada juga teman satu kost keluar masih pakai handuk karena baru selesai mandi,” ujar salah satu warga di Kepulauan Sangihe.
Sejumlah wilayah di Sangihe dilaporkan sempat diliputi suasana tegang.
Warga memilih berkumpul di area terbuka sambil memantau perkembangan informasi dari BMKG.
Guncangan gempa membuat warga panik dan keluar dari rumah.
"Kami langsung membawa cucu kami yang sedang tidur lalu keluar rumah ," kata seorang warga di Kecamatan Girian dikutip dari Tribun Manado, Kamis (2/4/2026).
Warga lainnya yang ada di Kecamatan Madidir, terbangun dari tidur dan langsung berdiri ke sudut rumah.
"Ooo Tuhan, kuat sekali," ujar warga Kelurahan Wangurer Barat Kecamatan Madidir.
Akibat gempa bumi tersebut, gembok yang ada di pintu rumah reporter Tribun Manado Christian Wayongkere berbunyi terus menerus karena memantul ke pintu.
Begitu juga dengan lampu gantung di ruang tamu, bergoyang seperti mau jatuh.
Sejumlah warga mengaku terbangun secara tiba-tiba akibat guncangan yang membuat tempat tidur bergoyang.
Dalam kondisi panik, banyak dari mereka langsung berlari keluar rumah, bahkan ada yang melompat dari tempat tidur untuk menyelamatkan diri.
Saya kira cuma mimpi, tapi ternyata rumah benar-benar goyang.
Saya langsung bangun dan loncat dari tempat tidur dan lari keluar,”ujar Lanny salah seorang warga di Bailang.
Kata Lanny, getaran gempa juga menyebabkan benda-benda di dalam rumah berjatuhan.
“Rumah kita aman cuma memang ada barang-barang yang rusak karena jatuh,” ungkapnya.
Sementara itu, seorang warga dilaporkan meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan kanopi Hall A, GOR KONI Sulut, Kamis (2/4/2026).
Kejadian ini disebabkan dampak gempa bumi berkekuatan M 7,6 yang berada di 127 Km tenggara Kota Bitung, Sulawesi Utara.
Korban adalah lansia berusia 70 tahun bernama Deice Lahia, warga Tateli, Kabupaten Minahasa.
Ia merupakan salah seorang pedagang di sekitar GOR KONI Sulut, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Sario Utara, Kecamatan Sario, Kota Manado.
Saat ini, jenazah korban sudah di evakuasi ke RS Bhayangkara Manado.
Wakapolda Sulut, Brigjen Pol Awi Setiyono menyampaikan, selain korban meninggal, juga ada salah seorang pedagang yang terkena paku.
"Yang satu luka ringan saja kena paku dan sudah dirawat di RS Bhayangkara dan sudah kembali," kata Brigjen Pol Awi dikutip dari Kompas.com, Kamis (2/4/2026).
Selain itu, kata Wakapolda, juga ada salah seorang korban perempuan yang melompat dari lantai 2 Toko Pelangi Manado, yang saat ini sedang menjalani perawatan di rumah sakit.
"Sudah dibawa ke RS Bhayangkara, dari pemeriksaan pinggang ke bawah tidak mengalami keretakan, mungkin stress, saat ini masih dirawat," ucapnya.
Insiden lain juga terjadi di depan Hotel Lion Manado, di mana seorang warga mengalami luka saat sedang olahraga pagi dan terjatuh hingga harus mendapatkan enam jahitan.
"Sementara itu, laporan tambahan masih terus didata oleh pihak kepolisian," ucapnya.
Wakapolda mengatakan, meski sempat menimbulkan kepanikan, kondisi di sejumlah wilayah seperti Bitung dan daerah kepulauan dilaporkan tetap kondusif.
Tidak ditemukan adanya kenaikan air laut atau indikasi tsunami.
Namun, beberapa rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan ringan hingga roboh. Wakapolda mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, mengingat Sulawesi Utara berada di kawasan rawan gempa atau Ring of Fire, sehingga potensi gempa susulan masih bisa terjadi.
"Kalau terjadi guncangan, segera keluar rumah dan hindari bangunan yang berpotensi runtuh," ujarnya.